Geliatkan Pasar Ekspor, Menteri Pertanian Lepas Produk Unggulan di Angkasa Pura Logistik

Ket foto : Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. memecahkan kendi untuk melepas produk ekspor dari Bali di Pemeriksaan Keamanan Kargo dan Pos (Regulator Agent) PT. Angkasa Pura Logistik Kantor Cabang Bali, Kamis (6/9/2018).


Badung, JARRAKPOS.com – Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. melepas produk ekspor 9 ribu ton manggis dan 32 ribu anak ayam (DOC CP 909 Layer) di Pemeriksaan Keamanan Kargo dan Pos (Regulator Agent) PT. Angkasa Pura Logistik Kantor Cabang Bali, Kamis (6/9/2018). Ekspor berupa DOC CP 909 Layer sebanyak 32.000 ekor dari PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk tujuan Timor Leste dan 9 ribu ton Buah Manggis dari PT. Radja Manggis Sejati tujuan Cina.

Wakil Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk Peraphon Prayooravong, DVM.MBA (jabat tangan – kanan) bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. menjelaskan pihaknya terus mendorong pertumbuhan ekspor, dimana pada tahun 2017 melampau target hingga naik 24 persen. Ia optimis di penghujung tahun 2018 hingga 2019 jumlah dan nilai ekspor akan semakin tinggi. Petani Indonesia saat ini patut bersyukur karena ekspor buah manggis kini bisa langsung dilakukan dari Bali menuju Cina melalui Angkasa Pura Logistik yang sebelumnya dilakukan dari kota lain dan harus transit di negara tetangga sehingga harga manggis menjadi sangat tinggi di tangan konsumen. Data ekspor menunjukkan tahun 2017 manggis ke luar negeri mencapai 19 ribu ton dan kini sudah naik 3 kali lipat dan terus tumbuh dengan peningkatan jumlah ekspor di tahun 2019 mencapai 400 persen atau sebanyak 40 ribu ton se-Indonesia.

Ik.16/8/2018

Peningkatan ini ditargetkan sama juga untuk peningkatan jumlah ekspor DOC CP 909 Layer (anak ayam petelor, red). “Tahun lalu kita ekpor manggis, dulu transit di Singapura dan Malaysia sekarang kita sudah melakukan hubungan bilateral sehingga bisa diterima langsung. Tahun lalu 19 ribu ton sekarang naik 300 persen dan 40 ribu ton target se-Indonesia. DOC juga meningkat 400 persen untuk tahun depan. Kita harus mempermudah ekspor yang dulunya mengurus izin ekspor perlu waktu 1 bulan sekarang maksimal 3 jam ngurus izin ekspor, dan kami minta seluruh kementrian pertanian bila perlu antarkan izinnya. Kita ini pelayan masyarakat untuk mendorong ekspor,” paparnya.

Kementerian Pertanian juga mendorong lebih banyak produk pertanian dan peternakan Bali untuk diekspor. Hal ini juga sebagai salah satu upaya strategis menjaga stabilitas rupiah yang belakangan kian tertekan dengan menguatnya dolar AS. Sementara itu Direktur PT. Radja Manggis Sejati Jro Putu Tesan menuturkan sejak pertengahan 2018 hingga April sudah ada permintaan 9 ribu ton manggis yang akan diekspor ke Cina. Hal senada juga disampaikan Wakil Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk Peraphon Prayooravong, DVM.MBA menyebutkan, ekspor untuk mendorong peningkatan trade balance atau neraca perdagangan sebagai control exchange rate yang akan menambah pendapatan devisa negara.

“Potensi ekspor kedepan juga sedang diarahkan dengan membidik beberapa pasar besar seperti Papua Nugini, Filipina, Malaysia dan Brunai Darussalam,” beber Peraphon. Kepala Angkasa Pura Logistik (APLog) Cabang Bali Dewa Putu Sudarma yang turut hadir pada acara pelepasan produk ekspor perdana melalui Bandara Ngurah Rai bersama Menteri Pertanian Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP mengatakan, Angkasa Pura Logistik Cabang Bali sangat berbangga bisa ikut dalam membangun perekonomian bangsa khususnya sebagai salah satu instrumen peningkatan potensi di bidang ekspor.

Kegiatan ini dipastikan membuka mata masyarakat utamanya petani dan pelaku UMKM dan oengusaha kargo umumnya untuk maju dan menggeliatkan usahanya melakui kegiatan ekspor yang didukung pelayanan prima Angkasa Pura Logistik. “Ayo kita bersinergi temen-temen dari pengelola kargo dan berbagai segmen usaha yang ada, selaku pengelola reguleted agent di Angkasa Pura Logistik Cabang Bali ingin bekerjasama saling menguntungkan. Kami mengutamakan keamanan, keselamatan dari penerbangan barang, kargo, pos dan pesawat terbang,” paparnya.

Kepala Angkasa Pura Logistik (APLog) Cabang Bali Dewa Putu Sudarma.

Seraya mengatakan potensi unggulan pertanian lainnya juga menjadi permintaan importir asal Cina seperti untuk buah salak dan buah naga. “Pengusaha Cina maunya pengiriman lewat Bali karena didukung penerbangan langsung Bali-Cina. RA (Reguleted agent, red) Angkasa Pura Logistik Bali mempunyai keunggulan dari sisi faktor keamanan dan keselamatan penerbangan menjadi nomer satu sesuai Peraturan Menteri Perhubungan nomor 53 dan sudah ber-Iso 9001 tahun 2015. Keunggulan dari sisi mesin x-ray double view dan letaknya juga sangat strategis di daerah terbatas keamanan Bandara dan sangat dekat dengan gudang kargo Bandara,” tandasnya. eja/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here