Ditunjang Digitalisasi Tourism, BI Optimis Perekonomian Bali Tahun 2018 Membaik

Ket foto : Kepala Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana saat Malam Apresiasi dan Temu Respond 2018 yang mengusung tema “Digital Tourism”.


Denpasar, JARRAKPOS.com – Bank Indonesia optimis perekonomian di Bali tahun 2018 terus membaik dan akan mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnnya. “Keyakinan ini dipengaruhi oleh perayaan beberapa hari keagamaan (HBKN) Galungan, Kuningan, Ramadhan dan Idul Fitri serta pengerjaan proyek infrastruktur International Monetary Fund (IMF) dan World Bank,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana saat Malam Apresiasi dan Temu Respond 2018 yang mengusung tema “Digital Tourism” di Denpasar, Jumat (7/9/2018).

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/09/08/dongkrak-kunjungan-pariwisata-pelabuhan-benoa-sandarkan-160-cruise-besar-di-tahun-2019/

Saat pertemuan yang menghadirkan CEO Triponyu.com Adtya Pramono, News Anchor Kompas TV Frisca Clarissa, EndahNrhesa Music Duo Endah dan Rhesa serta Standup Comedian Puja Astawa itu, Iman mengatakan, perbaikan perekonomian Bali harus ditunjang dengan kehadiran digitalisasi agar dimanfaatkan dengan optimal untuk pengembangan pariwisata yang menjadi andalan utama Pulau Bali. Untuk itu, pihaknya menghadirkan pengalaman Triponyu.com yang merupakan sebuah platform bisnis online yang memberikan akses bagi treveler dan local guides untuk saling terhubung memberikan dampak besar industri kreatif.

Dikatakan, apresiasi ini pun pernah diraih yang diberikan oleh Organisasi Pariwisata Dunia atau United Nation World Tourism Organization (UNWTO) berupa Award for Innovation in Toursm ke-14. Pengetahuan yang dibagikan diharapkan menambah wawasan serta memacu peningkatan kualitas produk atau jasa sehingga mampu bersaing secara global. Selain itu, kondisi pasca erupsi Gunung Agung, perekonomian mulai mengalami peningkatan yang signifikan. “Perkembangan ekonomi Bali menunjukkan peningkatan pada triwulan Il tahun 2018 dibandingkan triwulan 1 tahun 2018,” kata Pak Cik sapaan akrabnya.

Selain itu dikatakan, ekonomi Bali tercatat tumbuh 6,09% (yoy) pada triwulan 3 -2018 lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang sebesar 5,62% (yoy). Kinerja ekonomi Bali pada triwulan ll-2018, juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Nasional pada periode yang sama, yang sebesar 5,27% (yoy). Membaiknya kinerja ekonomi Bali pada triwulan II-2018 didorong o|eh peningkatan jumlah kunjungan wisman ke Bali dan kondisi Gunung Agung yang semakin kondusif. Sedangkan, inflasi Bali pada Agustus 2018 tercatat sebesar 3,75% (yoy). Dengan demikian, pencapaian inflasi Bali pada triwulan II 2017 masih sejalan dengan sasaran inflasi sebesar 3,5%.

Ik.16/8/2018

Terjaganya inflasi di Provinsi Bali, didukung dengan semakin solidnya upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah melalui forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sedangkan pelaksanaan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan secara rutin setiap hari, bermanfaat dalam memberikan sinyal terkini bagi pemangku kebijakan dalam mengambil langkah pengendalian harga, sehingga turut berperan dalam meredam inflasi. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Adiministrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Dewa Putu Sunarta menambahkan potensi industri kreatif Bali diharapkan mampu mensukung peningkatan ekonomi.

Disamping sektor pariwisata yang telah terbukti memberikan pendapatan daerah yang paling besar. Menurutnya, pemilihan tema “Digital Tourism” sangat tepat dalam menjawab tantangan dan peluang ekonomi yang dihadapi tahun mendatang. Ia mengharapkan, pemasaran pariwisata agar memanfaatkan online maupun pelayanan dengan sistem secara digital. Dalam mememangkan persaingan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar diperhatikan serius. “SDM modal utama membawa perubahan ekonomi Bali yang lebih baik,” tutupnya. aya/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *