Legenda “Bhuto Ijo” Bangkit Perdana di Festival Petitenget

Ket foto : Ketua Panitia Petitenget Festival, AA Bayu Joni Saputra didampingi Kadisparda Badung Ir. I Made Badra M.M beserta Sekretaris PHRI Badung yang juga Ketua BVA Bali I Gede Ricky Sukarta, dan Bendesa Kerobokan AA Putu Sutarja usai jumpa pers Petitenget Festival di Alila Hotel Petitenget, Kerobokan.


Badung, JARRAKPOS.com – Ketua Panitia Petitenget Festival, AA Bayu Joni Saputra mengatakan nuansa keangkeran ‘Butho Ijo’ yang unik akan merasuk ke dalam setiap unsur penyelenggaraan festival, dan kisahnya yang menarik akan diceritakan dalam bentuk tarian Bali yang memukau oleh narasi seorang dalang. “Kemeriahan festival juga ditambah dengan berbagai gubuk makanan, dari hotel dan restoran ternama di Bali, menyajikan pilihan kuliner dan minuman yang akan memanjakan selera pengunjung selama festival,” terangnya saat jumpa pers Petitenget Festival, Selasa (11/9) di Alila Hotel Petitenget, Kerobokan.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/09/11/malas-urus-ijin-satpol-pp-gianyar-ajak-lsm-jarrak-turun-berangus-villa-bodong/

Didampingi Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Kadisparda) Badung Ir. I Made Badra M.M beserta Sekretaris PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Badung yang juga Ketua BVA (Bali Villa Association) Bali I Gede Ricky Sukarta, dan Bendesa Adat Kerobokan AA Putu Sutarja mengaku sengaja mengemas serangkaian hiburan yang bersifat interaktif, baik modern maupun tradisional, kegiatan selama festival akan mencakup kompetisi memasak menu khas Bali (lawar), yoga tertawa masal, lomba memancing, pelepasan tukik, panggung budaya, pertunjukan komedi Bali, band kelas dunia dan DJ.

Semua pertunjukan seni dan budaya selama festival akan dibawakan oleh penduduk desa dari banjar di Kerobokan. Sebagai penutup festival, akan dilangsungkan pertunjukan saat matahari terbenam yang melibatkan lebih dari 2.000 penari Bali perempuan yang akan menampilkan Tari Tenun yang anggun dan memukau, yang digagas untuk memecah rekor jumlah penari. Selama bertahun-tahun, wilayah yang anker ini (Petitenget) diyakini menjadi kediaman Butho Ijo secara perlahan-lahan telah berkembang menjadi sebuah destinasi wisata dunia yang dinamis namun tetap dijiwai dan dipenuhi roh yang meriah.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/09/10/pasca-blackout-total-keandalan-listrik-di-bali-kembali-aman/

Sementara itu, Pemkab Badung mendukung kegiatan Petitenget Festival dengan bantuan dana awal Rp 2 miliar. Bahkan melihat besarnya agenda festival, pemkab tak tertutup kemungkinan untuk menambahnya. “Kami dari Pemkab Badung mensupport penuh kegiatan ini agar bisa berjalan lancar dan berkesinambungan setiap tahun,” jelas Kadis Pariwisata Badung Made Badra yang hadir mewakili Bupati Badung. Apalagi festival yang melibatkan UMKM dan berbagai pelaku pariwisata ini, dengan ikon Bhoto Ijo juga mengangkat tema ‘Experience Centuries in The Making” didukung penuh ribuan warga dari 50 banjar di wilayah Kerobokan.

Ik.16/8/2018

Seperti diketahui, Festival Petitenget untuk pertama kalinya digelar di Pantai Petitenget. Festival yang akan berlangsung selama tiga hari ini dari tanggal 14 sampai 16 September 2018 yang dipastikan akan berlangsung meriah. Kemeriahan Festival Petitenget juga difokuskan untuk membangkitkan perwujudan Legenda Bhuto Ijo, raksasa mistis yang terpilih sebagai pahlawan pelindung untuk Desa Adat Kerobokan. eja/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *