Gelontorkan 20 Ribu Bibit Produktif, Made Urip Kawal Gerakan Go Green dan Organik di Bali

Ket foto : BANTUAN - Anggota Komisi IV DPR RI dari PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si mengawal Gerakan Go Green dan Organik dengan menyerahkan bantuan 20 Ribu bibit tanaman produktif seluruh Bali.

Badung, JARRAKPOS.com – Anggota Komisi IV DPR RI dari PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si mengawal pencanangan program Gerakan Go Green dan Organik di Bali. Gerakan Go Green dan Organik ini ditandai dengan menyerahkan secara simbolis distribusi 20 ribu bibit tanaman produktif untuk kelompok tani dan subak abian di seluruh Bali oleh Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, yang dipusatkan di Desa Kuwum, Mengwi, Badung, Selasa (2/10/2018). Bantuan bibit produktif itu akan disebar di kabupaten Jembrana (6.900 bibit), Tabanan (4.210 bibit), Badung (2.860 bibit), Gianyar (3.010 bibit), dan Bangli (3020 bibit) dengan rincian, bibit durian kena (7.500), manggis (6.000), alpokat (2.250), rambutan (1.300), pala (800) dan mangga (2.150).

Ik.22/9/2018

Bantuan diserahkan bersama Anggota DPRD Badung Wayan Regep, Perbekel Desa Kuwum, Bapedades disaksikan ratusan perwakilan petani dan krama subak penerima bantuan bibit. Program tersebut bertujuan untuk pelestarian dan penghijauan serta peningkatan produktifitas lahan masyarakat. Program ini juga mengembalikan lahan yang rusak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan krama subak di sekitarnya. Seperti diungkap Ketua Ganti Badung I Nyoman Bagiana bantuan bibit ini diperjuangkan Made Urip yang selalu membantu petani di Bali termasuk di Badung. “Bantuan Pak Made Urip ini sebagai wujud nyata yang langsung dieksekusi ke bawah dan betul-betul turun ke lapangan. Karena itu, Pileg ini Pak Urip kembali maju ke DPR RI, sehingga petani dan krama subak akan mendukung penuh,” ungkapnya.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/09/18/made-urip-mantapkan-pemahaman-4-pilar-kebangsaan-warga-dan-generasi-muda-temacun/

Pada kesempatan itu, Perbekel Desa Kuwum I Nyoman Sumber, SH juga menegaskan Made Urip sebagai wakil rakyat di DPR RI sudah menyerahkan bibit tanaman yang sangat bermamfaat bagi masyarakat, bahkan sampai keluar kabupaten di seluruh Bali. “Kita tahu persis Pak Made selalu menerima apa adanya. Dimana pun siap, meskipun mendedeng (berjemur, red) ga apa-apa. Ini betul-betul terbukti sangat merakyat,” tandasnya seraya ditambahkan Wayan Regep, selaku bendesa adat mengakui program kementerian ini menjadi harapan petani dan krama subak abian yang selama ini dimohonkan dan diperjuangkan oleh Made Urip. “Bapak Made Urip sudah membantu. Sing rugi ngelah (tidak rugi punya, red) wakil rakyat yang mengawal di DPR pusat,” tambah Caleg DPRD Badung nomur urut 4 dari PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Made Urip menegaskan sejak 2003 Presiden Megawati sudah mencanangkan program Gerakan Hutan dan Lahan (Gerhan) untuk menghijaukan lahan kritis dan sampai sekarang terus berlanjut. “Jika dulu masa Orde Baru diberikan hak yang bebas mengelola hutan, sehingga banyak lahan yang hilang sebagai pusat paru-paru dunia. Karena itu DPR akan terus mendorong pemulihan lahan kritis. Jika ada yang kritis mari kita hijaukan kembali,” tegas Anggota DPR RI empat periode itu, seraya mengungkapkan sesuai Undang-Undang tentang Kehutanan sudah mengatur paling tidak 30 persen harus ada kawasan hijau.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/09/29/made-urip-bumikan-4-pilar-kebangsaan-warga-bale-agung/

Namun dikatakan, di Bali paling tidak masih di bawah 30 persen, padahal jika hutan gudul mata air akan semakin menghilang sehingga petani akan kesulitan air. “Jadi di Bali harus dicanangkan Gerakan Go Green dan Organik. Apalagi di Bali sudah ada konsep Tri Hita Karana yang sudah dipahami oleh masyarakat Bali,” beber Ketua DPP PDI Perjuangan ini sekaligus mengatakan ke depan akan terus meminta dukungan, agar bisa terus menjadi mitra untuk memperjuangkan petani dan krama subak. Karena perlu wakil rakyat yang bisa menjadi mitra yang bisa memperjuangkan aspirasinya. “Jadi mitra ini perlu terus dilanjutkan terutama di sektor pertanian, kehutanan, perternakan, perikanan dan lainnya. Hal ini harus kita jaga betul. Ini aset yang harus dijaga,” tutup Caleg DPR RI Dapil Bali nomor urut 1 dari PDI Perjuangan tersebut. aka/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here