Warmadewa Bedah Buku “Ajaran dan Tata Peribadatan Hindu”


Denpasar, JARRAKPOS.com – Universitas Warmadewa mengadakan Focused Discussion Group (FGD) untuk membedah draf buku berjudul “Ajaran dan Tata Peribadatan Hindu”. Acara ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari kalangan akademisi, rohaniwan dan tokoh-tokoh masyarakat. Masukan tersebut akan menjadi bahan untuk penyempurnaan buku tersebut sebelum diterbitkan dan didistribusikan ke tengah masyarakat.

Ik.22/9/2018

Prof. Ketut Weiana (Perwakilan Perisada Hindu Dharma Pusat) menyambut baik rencana penerbitan buku tersebut dan memberi banyak masukan tentang ajaran-ajaran dalam agama Hindu. Sambutan positif juga disampaikan Dr. Wisnu Murti (Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Prov. Bali) yang memberi saran kepada tim penyusun untuk memulai buku tersebut dengan ulasan tentang “Cara menjadi Hindu”. Rektor Warmadewa, Dewa Putu Widjana, yang membuka acara menyampaikan rasa bangga karena universitas yang dipimpinnya dapat menjadi penyelenggara acara tersebut. “Buku seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/03/gelontorkan-20-ribu-bibit-produktif-made-urip-kawal-gerakan-go-green-dan-organik-di-bali/

Putu Suasta dan Kadek Satria mewakili tim penyusun memaparkan isi buku dan latar belakang penyusunannya. Menurut mereka, buku tersebut direncanakan akan berisi ajaran-ajaran pokok dan seluruh tata peribadatan manusia Hindu secara lengkap mulai lahir hingga meninggal kemudian dilengkapi dengan doa-doa (mantram) sehari-hari untuk menjawab adanya kebutuhan di tengah masyarakat akan sebuah buku panduan lengkap yang disajikan dengan bahasa sederhana khususnya bagi generasi muda yang rentan terhadap pengaruh budaya-budaya lain di tengah derasnya arus globalisasi.

Buku tersebut juga dapat berperan sebagai panduan awal bagi mereka yang ingin mengenal ajaran agama Hindu, sebagai bacaan penambah pengetahuan sekaligus panduan dalam melaksanakan ibadat khususnya bagi masyarakat Hindu-Bali yang tinggal di perantauan. Bagi masyarakat Hindu-Bali secara umum, buku tersebut juga dapat dijadikan sebagai panduan lengkap dalam melaksanakan aneka peribadatan dalam kehidupan sehari-hari. Perwakilan Kantor Agama dan beberapa penyuluh yang hadir menyampaikan bahwa buku tersebut sangat penting sebagai panduan dalam menjalankan tugas mereka di lapangan. Karena itu, mereka juga menyampaikan sejumlah catatan penting untuk membuat buku tersebut lebih baik.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/09/29/jangan-sampai-menguap-lsm-jarrak-tuntut-kpk-tuntaskan-kasus-suap-libatkan-pejabat-tabanan/

Pada kesempatan terpisah, Tokoh Wanita Bali, Sri Wigunawati, menegaskan bahwa buku sejenis akan membuat kaum muda lebih tertarik mempelajari agama Hindu. FGD tersebut dihadiri sekitar 50 orang yang terdiri dari perwakilan Institut Hindu Dharma, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Udayana, Keluarga Mahasiswa Hindu-Darma, Peradah Indonesia, Kalangan Pers, Rohaniwan dan Tokoh-Tokoh Masyarakat. Acara ditutup dengan makan siang bersama. rls/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *