Masa Kampanye Pileg 2019, Caleg di Bali Mulai Umbar Janji

Ket foto : Praktisi Pariwisata yang maju jadi Caleg DPRD Bali dapil Badung, Panudiana Kuhn.

Kuta, JARRAKPOS.com – Praktisi Pariwisata, Panudiana Kuhn mengkritisi ulah para caleg saat masa kampanye yang mulai mengumbar janji. Terbukti masyarakat kembali disejukkan dengan janji-janji manis para Caleg yang akan bertarung di Pemilu serentak 2019, ditengah ancaman menurunnya kualitas pariwisata Bali dari sisi sosial kemasyarakatan serta infrastruktur. “Terlalu banyak orang memberikan visi-misi yang penting kita memberikan bukti. Di Badung itu masih banyak masalah kemacetan dimana-mana, sampah plastik dimana-mana, pantainya kotor, keamanan juga perlu ditingkatkan,” sentil Panudiana Kuhn yang juga maju jadi Caleg DPRD Provinsi Bali dapil Badung di Kuta, Jumat (5/10/2018).

Ket foto : Yayasan Yeshua Home International membuka “Dompet Peduli Bencana” bantuan untuk korban gempa Palu dan Donggala.

Secara menukik Mantan Ketua Apindo Bali ini mencontohkan, kemacetan di Bali Khususnya di Kabupaten Badung akibat tingginya volume kendaraan yang tidak berbanding lurus dengan terbangunnya infrastruktur yabg memadai. Salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah kedepan yakni dengan membangun under pass atau fly over sesuai kebutuhan karena penggunaan traffic light dinilai sudah tidak representatif lagi. Panudiana juga menjelaskan fly over sulit diwujudkan di Bali kendati biaya yang diperlukan hanya sekitar 25 persen bila dibangdingkan dengan membangun under pass. “Bagaimana caranya Badung tidak macet ya ini under pass tidak hanya di simpang siur tidak hanya dekat air port. Setiap simpang 5 simpang 4 harus dibangun under pass lagi, jadi tidak perlu traffic light jadi bisa langsung terus,” jelasnya.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/07/putra-sang-patriot-golkar-tersungkur-sudikerta-dan-demer-bisa-melenggang-ke-senayan/

Ia juga menyinggung permasalahan tata kota dan tata ruang salah satunya di objek wisata seperti Canggu. Kawasan tersebut dinilai sudah sembrawut kendati baru mengalami perkembangan di sektor pariwisata. Hal yang perlu ditata seperti halnya masalah parkir dan bangunan agar benar-benar sesuai aturan yang diberlakukan pemerintah. 10 persen PHR dan 10 persen PPN dinilai tidak cukup untuk membangun infrastruktur di Bali bila keteraturan tidak didukung masyarakat dalam arti luas. Keberadaan Bandara Ngurah Rai sebagai kawasan otoritas juga perlu dikoreksi karena menjadi etalasenya Pulau Bali. Wisatawan yang datang harus disajikan pelayanan yang baik jangan sampai harus menempuh jarak jauh untuk hanya mencari taxi. “Kedatangan domestik kayak pasar, kenapa bangunan darurat itu tidak dibongkar saja supaya tamu nyaman. Turun dari kedatangan langsung ada taxi, langsung dijemput mobil pribadi. Jakarta kan gitu kita tidak usah berjalan jauh apalagi bawa anak kecil, bawa barang banyak. Airport sudah bintang 5 insidenya bagus, keluar airport sembrawut,” kritiknya.

Kesenjangan pembangunan Badung Selatan dengan Badung Utara juga harus menjadi perhatian serius berbagai kalangan utamanya bagi calon wakil rakyat. Badung Utara harus mampu dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata melalui peningkatan sumber daya manusia. Kompetensi harus dilakukan baik di sektor pertanian maupun sektor lainnya sehingga sektor pendidikan menjadi indikator penting untuk membangun generasi yang siap saing yang juga didukung sektor pelayanan kesehatan yang bermutu. Sebagai Kabupaten dengan PAD yang cukup tinggi didukung optimalisasi potensi yang dimiliki daerah sudah saatnya Badung memiliki kampus berkualitas layaknya Provinsi Bali dengan Rumah Sakit Bali Mandara. Panudiana juga menegaskan sudah saatnya Bali memiliki berbagai industri yang mampu mendorong potensi lokal seperti tersedianya pupuk secara mandiri dan berkecukupan begitu juga halnya sektor peternakan harus didukung terbangunnya suplai pakan sesuai kebutuhan.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/05/suryananda-dorong-pemkab-badung-terapkan-penerimaan-pajak-secara-online/

Merasa lelah hanya mengkritisi lemahnya kualitas pembangunan di sektor pariwisata, akhirnya pria yang gemar bermain golf ini memutuskan diri ikut bursa Pileg 2019 dari Partai Golkar Dapil Badung. Ia berharap bila dipercaya oleh masyarakat Badung kedepan ia akan mengabdi dengan sepenuh jiwa dan tanggung jawab. Memajukan berbagai potensi yang dimiliki Bali khusuanya di Badung dengan membangun training center serta membuka lapangan pekerjaan baru akan menjadi pembuktian diri untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat. Mewujudkan hal tersebut ia juga berjanji akan ditepatinya dengan mengalokasikan sebagin besar gaji yang didapat sebagai wakil rakyat bila nanti benar bisa duduk di Kursi DPRD Provinsi Bali. eja/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here