Kritikus Ekonomi : Wajar Bali Menerima Keuntungan Dari IMF-WB

Ket foto : Kritikus Ekonomi, Putu Suasta.

Denpasar, JARRAKPOS.com – Digelar event bertaraf internasional yaitu IMF-WB di Bali memberikan efek yang luar biasa pasalnya, Selain mengangkat pamor dan ajang promosi, pertemuan ini diharapkan membawa dampak ekonomi baik skala lokal maupun nasional. Hal tersebut dijelaskan oleh Kritikus Ekonomi asal Bali, Putu Suasta dengan adanya IMF-WB di Bali memberikan dampak besar seperti halnya Bali yang merupakan bagian kepuluan Indonesia, secara otomatis nama negara tersebut akan dikenang oleh seluruh dunia sebagai negara ke-11 di Asia yang berhasil menjadi tuan rumah hajatan besar tersebut.

Ik-9/10/2018

Proposal menjadi tuan rumah diajukan dan diperjuangkan Indonesia pada tahun 2014 di bawah pemerintahan Presiden SBY. Tentu ada banyak negara yang berjuang mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah karena menyadari manfaat berlipatganda dari perhelatan tersebut. Diperkirakan 34.000 peserta dan ratusan tamu negara, ekonom, serta investor dari 189 negara hadir dalam acara tersebut.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/10/setelah-harga-dolar-giliran-bbm-non-subsidi-merangkak-naik/

“Kehadiran tokoh-tokoh ekonomi penting di dunia, tentu akan membuat acara ini menjadi sarana promosi yang luar biasa bagi Indonesia. Apalagi, bagi Bali yang kini memiliki ikon baru, yakni Garuda Wisnu Kencana. Promosi tersebut bagus untuk memperkenalkan Indonesia ke kancah dunia, terutama di sektor pariwisata,” ungkapnya Rabu (10/10/2018).

Ket foto : Yayasan Yeshua Home International membuka “Dompet Peduli Bencana” bantuan untuk korban gempa Palu dan Donggala.

Menurutnya, Bali yang mendapatkan keuntungan dari hajat tersebut dinilai sangat wajar. Sebab pemerintah tidak main-main mengeluarkan dana yang cukup besar demi mensukseskan event tersebut. Memang, jika hanya dihitung dari biaya perhelatan relatif kecil, hanya sekitar Rp 566 miliar. Itu pun pemerintah masih mengklaim sekitar Rp 100 miliar akan kembali lagi ke pemerintah melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/09/pertama-di-dunia-mulai-11-oktober-2018-satu-pulau-berbusana-adat-dan-berbahasa-bali/

“Artinya, jika hanya dibandingkan antara biaya perhelatan dan manfaat ekonomi yang diterima, Bali masih surplus. Pemerintah memperkirakan sektor hotel dan akomodasi akan berkontribusi Rp 900 miliar, sementara sektor perdagangan Rp 800 miliar. Hitungan tersebut dengan asumsi lama rata-rata tamu tinggal di Bali sembilan hari karena peserta hadir sebelum dan setelah 8-14,” tandasnya Suasta.

Ik-10/10/2018,

Suasta memperkirakan, jika dihitung secara total, setidaknya investasi guna mempersolek Bali melalui berbagai perbaikan infrastruktur menelan sekitar Rp 4,5 triliun, di antaranya, pembangunan terowongan (underpass) Simpang Tugu Ngurah Rai, perluasan apron Bandara I Gusti Ngurah Rai, serta peningkatan kapasitas Pelabuhan Benoa, dan penyelesaian proyek patung Garuda Wisnu Kencana. Investasi di sektor infrastruktur ini tentu menjadi berkah tersendiri bagi Bali karena fasilitas-fasilitas dapat dinikmati hingga puluhan bahkan raturan tahun ke depan.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/09/ukuran-kesuksesan-imf-wbg-ketika-peserta-datang-kembali-ke-bali/

Jelas peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata berkat perhelatan internasional tersebut menjadi momentum memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia yang menjadi salah biang keladi pelemahan rupiah terhadap dollar dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini akan membangun persepsi positif terhadap Indonesia. Sementara untuk kepentingan jangka panjang, pertemuan tahunan ini menjadi ruang transfer ilmu bagi perbankan di Tanah Air dengan bank-bank dunia. Ajang ini akan menjadi sarana tukar informasi antar pengelola bank di dunia.

Ik.22/9/2018

“Dalam skala ekonomi global, pertemuan itu akan meningkatkan keyakinan investor dan regulator keuangan global terhadap situasi ekonomi dan politik Indonesia yang kondusif,” tuturnya. tra/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here