Takut Caleg “Dihabisi”, Hanura Ingatkan Koalisi PDI P di Pilgub Bali


Denpasar, JARRAKPOS.com – Karena takut “dihabisi”, Ketua DPD Partai Hanura Bali, I Made Sudarta mengingatkan komitmen PDI P soal koalisi permanen saat Pilgub Bali 2018 lalu yang tetap berlaku dan berlanjut hingga habis masa jabatan Gubernur Bali I Wayan Koster pada 2023 mendatang. Salah satu penerapan komitnen koalisi permanen adalah caleg PDI P tidak boleh menjegal caleg Hanura di semua tingkatan pada Pileg 2019 ini. “Silakan para caleg Hanura terus bergerak. Kalau dijegal (PDI P-red) bicarakan. Bilang kita saudara, kita koalisi. Sebab Ketua DPD PDI P Bali sudah instruksikan amankan Hanura. Jangan diganggu,” kata Sudarta saat membakar semangat para caleg dalam acara “Sosialisasi Pemilu 2019 & Diklat Kader Partai Hanura Kabupaten Badung”, katanya belum lama ini.

Ik-10/10/2018

Ditegaskannya Hanura dan PDI P di Bali sudah berkomitmen membangun koalisi permanen sampai 2023. Jadi tidak sepatutnya ada saling jegal atau saling “kanibal”. Sebaliknya, harus saling memberikan ruang untuk bergerak meruap suara di semua tingkatan. “Saya akan koordinasi kalau ada masalah agar ditertibkan jika ada caleg PDI P yang menjegal caleg Hanura. Kalau ada yang menjegal, langsung lapor ke DPC masing-masing dan ke DPD,” pesan Sudarta mengingatkan para caleg.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/07/putra-sang-patriot-golkar-tersungkur-sudikerta-dan-demer-bisa-melenggang-ke-senayan/

Diakui utamanya di Badung kontestasi merebut kursi legislatif akan sangat ketat. Apalagi PDI P selaku partai penguasa dan juga punya Bupati Badung I Nyoman yang juga Ketua DPC PDI P Badung. Terlebih juga PDI P menargetkan sebagai pemenang dengan target raihan suara minimal 28 kursi dari total 40 kursi DPRD Badung yang diperebutkan di Pileg 2019. “Persaingan di Badung akan sangat ketat. PDI P targetkan dapat 28 kursi. Kita cukup dapat lima atau satu fraksi. Begitu juga provinsi kita optimis dapat satu fraksi,” papar Sudarta yang juga caleg DPRD Bali dapil Badung itu.

Ik.22/9/2018

Sudarta juga mengingatkatkan caleg Hanura di semua tingkatan untuk kompak dan saling bersinergi, saling menguatkan dengan pola tusuk sate sehingga bisa bersama-sama terpilih. “Kita kecil tapi kompak. Teman lain besar tapi belum tentu kompak. Bahkan bisa retak. Jadi kita harus tetap optimis apapun kondisinya,” kata Sudarta. Caleg juga diingatkan harus melakukan tandem di semua tingkatkan dan bekerja linear mulai dari DPRD tingkat kabupaten kota, provinsi Bali, hingga DPR RI, termasuk juga kader Hanura yang maju DPD RI. “Jangan ada perang dingin diantaranya kita. Tidak boleh sendiri kampanye. Harus bersama-sama dan tandem di semua tingkatan,” tegasnya. ana/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *