Transpormasi Perekonomian Gerakan “Indonesia 4.0”

Ket foto : Thomas Lembong, Kepala BKPM RI dalam diskusi panel "Bloomberg Modern Markets" di Conrad Hotel, Bali, Kamis (11/10/2018).

Badung, JARRAKPOS.com – Bloomberg Media berkalaborasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Standard Chartered Bank mengadakan kegiatan Bloomberg Modern Market di Conrad Hotel, Bali, Kamis (11/10/2018). Dalam kesempatan tersebut Kepala BKPM RI, Thomas Lembong mengatakan perekonomian Indonesia sedang bertransformasi untuk mendukung gerakan “Indonesia 4.0” yang diinisiasi oleh pemerintah. Indonesia menawarkan banyak peluang bagi investor global. “Kami senang dapat bermitra dengan Bloomberg dan Standard Chartered Bank untuk membahas prospek masa depan negara ini dan ketahanannya terhadap tantangan ekonomi,” ungkapnya.

Ik-9/10/2018

Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN dan jumlah populasi keempat terbesar di dunia, lndonesia mewakili semua tantangan dan peluang yang ada di Asia Tenggara serta negara dan pasar berkembang lainnya. “Populasi kami masih muda dan sangat ramah gadget, tercermin dengan semakin populernya ekonomi digital serta tren industri pariwisata dan gaya hidup,” ujarnya.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/11/bali-belum-mampu-penuhi-permintaan-pasar-ekspor-manggis/

Thomas Lembong juga mengatakan bahwa sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam merangkul pasar dan ekonomi modern, pemerintah mulai menggeser fokus dari sektor-sektor tradisional ke ekonomi digital. “Sebelumnya, pertambangan dan komoditas merupakan penggerak perekonomian Indonesia. Sekarang, Indonesia menjadi semakin maju dengan perekonomian digital, industri pariwisata, dan industri gaya hidup. Sektor-sektor ini dinilai akan menjadi penggerak perekonomian yang jauh lebih berkelanjutan, lebih ramah lingkungan, stabil, dan inklusif. Pada saat ini, investasi juga menjadi penggerak perekonomian Indonesia,” tukasnya.

Ket foto : Yayasan Yeshua Home International membuka “Dompet Peduli Bencana” bantuan untuk korban gempa Palu dan Donggala.

Ia juga berpendapat, agenda ini dalam rangka membahas beragam upaya dalam menyelaraskan kebijakan, bidang usaha, dan inovasi teknologi untuk menciptakan iklim investasi terbaik sehingga menarik perhatian para investor Negara-negara berkembang memiliki potensi yang sangat besar untuk investasi, tetapi sering dilanda berbagai macam permasalahan. “Sudah banyak investor yang menyuntikkan dana besar dalam beberapa tahun terakhir ini, namun ketidakpastian yang terjadi belakangan ini bisa membuat para investor ragu untuk berinvestasi,” imbuhnya.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/10/kritikus-ekonomi-wajar-bali-menerima-keuntungan-dari-imf-wb/

Dari tempat yang sama Rino Donosepoetro, CEO of Standard Chartered Bank Indonesia mengatakan, pihaknya merasa terhormat dapat terlibat dalam acara bergengsi ini dan bermitra dengan BKPM dan Bloomberg. Sebagai bank tertua di Indonesia, pihaknya terus berperan aktif untuk mendukung upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi negara dan kesejahteraan rakyat. “Kami telah bermitra dengan BKPM sejak tahun lalu sebagai bagian dari strategi mempromosikan investasi asing langsung ke dalam negeri,” ungkapnya.

Ik.22/9/2018

Bloomberg Media merupakan organisasi media yang berorientasi pada konsumen milik Bloomberg LP, sebuah perusahaan media bisnis dan keuangan global terkemuka yang menjangkau lebih dari 62 juta konsumen premium. Memiliki lebih dari 2.700 jurnalis dan analis. BIoomberg LIVE Pertemukan Para Penentu Kebijakan dan Pemimpin Perusahaan dalam Acara ‘Modern Markets’ Forum di Bali.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/10/setelah-harga-dolar-giliran-bbm-non-subsidi-merangkak-naik/

Hadir sebagai pembicara dalam acara ini antara lain, Mirza Adityaswara, Senior Deputy Governor, Bank Indonesia; Mel Carvill, Chief Officer, Government, Investor and Public Relations, Home Credit; Alain Gallois, CEO, Corporate & Investment Banking, APAC, Natixis; Aldi Haryopratomo, CEO, GO-PAY; Shinta Widjaja Kamdani, CEO, Sintesa Group; Randall S. Kroszner, Norman R. Bobins Professor of Economics, The University of Chicago Booth School of Business; Thomas Lembong, Kepala BKPM; Isabelle Mateos y Lago, Managing Director, Chief Multi-Asset Strategist, BlackRock; Sopnendu Mohanty, ChiefFintech Ojficer, Monetary Authority of Singapore; Leslie Maasdorp, Vice President & CFO, New Development Bank; Emma Sri Martini, President Director, PT SMI; John Riady, Direktur Lippo Group; Santitarn Sathirathai, Group Chief Economist, Sea; José ViFIals, Group Chairman, Standard Chartered PLC. eja/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here