Bali Buka Kran Ekspor Buah Naga ke Tiongkok


Buleleng, JARRAKPOS.com – Dalam rangka membuka kran ekspor buah naga ke Negara Tiongkok (China), Direktorat Jenderal Hortikultura menjalin kerjasama dengan Tim Karantina Pemerintah Tiongkok (GACC/ General Administration of Customs Peaples Republic of China). Menindaklanjuti hal ini Tim Karantina Wilayah Bali didampingi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dari Provinsi maupun Kabupaten melaksanakan pendampingan dan kunjungan lapangan (on site visit). Tim Karantina Tiongkok melihat secara langsung sistem budidaya maupun penanganan di bidang OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) pada tanaman buah naga dari Kelompok Tani Naga Gunung Sari yang berlokasi di Desa Bulian, Kubutambahan, Buleleng, Minggu (28/10/2018).

Kegiatan identifikasi Jenis OPT buah naga dilaksanakan di lahan seluas 14 Ha dengan populasi tanaman buah naga sebanyak 1.400 rumpun dengan total produksi pada tahun 2017 sebanyak 360.175 Kg. Ketua Kelompok tani I wayan Kantra menceritakan kelompok tani yang dipimpinnya pernah mengekspor buah naga ke negara Hongkong dan Jerman dalam bentuk olahan buah kering (buah dehidrat, red). Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnu Adhana menjelaskan, Kelompok Tani Naga Gunung Sari telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan ekspor produk pertanian. “Kelompok Tani Naga Gunung Sari telah dilengkapi dengan Surat Keterangan Registrasi Kebun dan Sertifikat Organik dari Lembaga sertifikasi Eropa (IMO),” ungkapnya.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/23/ini-langkah-kadis-tanaman-pangan-hortikultura-dan-perkebunan-berantas-serangan-organisme-pengganggu-tanaman/

Tim Karantina Tiongkok (GACC) dibawah pimpinan Mr. Chen Wujian menyampaikan beberapa hal dari hasil closing meeting di Kantor Balai Karantina Wilayah Bali yakni, dalam kunjungan lapangan hanya ditemukan beberapa OPT seperti semut dan bebalang. Terutama bagi OPT semut diharapkan dalam penanganan agar tidak menjadi kendala saat pengiriman maka perlu adanya penanganan OPT lebih serius di saat kegiatan budidaya serta dalam proses pengemasan. Selain itu tim juga memberikan penilaian bahwa keberadaan buah naga Kelompok Tani Naga Gunung Sari lebih baik dibandingkan dengan buah naga yang diproduksi di Tiongkok. Kelebihan ditunjukkan dari sisi rasa yang lebih manis, ukuran buah lebih besar serta warna buah lebih menarik. Tim Karantina Tiongkok mengharapkan petani memiliki packing House yang memenuhi standar agar bisa melakukan ekspor buah naga. eja/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar pada artikel ini