Waspada! Jambret Bergentayangan di Bali


Badung, JARRAKPOS.com – Aksi penjambretan kembali terjadi di Blahkiuh. Kali ini menimpa korban bernama Dewi asal Desa Seribupati, Marga, Tabanan. Kejadian terjadi pukul 19.20 Wita saat korban melintas di jalan raya perbatasan Desa Sangeh dengan Desa Blahkiuh usai aktifitas berjualan, Senin (5/11/2018).

Dewi sangat kaget ketika tiba-tiba dicegat oleh dua orang tak dikenal di tempat sepi. Tersangka membuka paksa tas rangsel yang dibawa korban dan membawa kabur dompet tebal didalamnya. Bersyukur saat kejadian korban tidak sempat terjatuh dari atas kendaraannya. Beberapa saat setelah kejadian nampak beberapa warga berdatangan dan disusul petugas dari kepolisian. Sayangnya korban tidak mengenali pelaku dan tidak mengingat ciri-ciri pelaku termasuk kendaraan yang digunakan penjambret.

Baca juga :

Hari ini (Selasa, 6/11/2018) Korban yang berjualan di sebelah utara rumah dinas Kapolsek Badung ini terlihat sudah berjualan seperti biasa. “Ibu Dewi sudah berjualah seperti biasa dan bercerita sambil tertawa terpingkal-pingkal karena dompet yang dijambret tidak ada uangnya,” cerita salah satu warga disekitar warung.

Korban yang kesehariannya sebagai penjual layang-layang dan miniatur ogoh-ogoh ini menceritakan bahwa tas yang dijambret tidak berisi uang sepeserpun. Dewi mengaku didalam tas hanya berisikan beberapa surat seperti SIM, STNK, kartu rujukan ke rumah sakit, alat suntik dan obat insulin. Korban sengaja tidak membawa uang karena takut kejadian jambret menimpa dirinya di sepanjang jalan sepi menuju rumah tinggalnya.

Baca juga :

Kepada warga Dewi juga menceritakan bahwa empat bulan yang lalu warungnya juga sempat kecurian. “Tiga hari sebelun Hari Raya Kuningan tiang kecurian di sini diwarung ini,” tuturnya. Diceritakan kejadian bermula saat pembeli pura-pura berbelanja. Saat lengah pelaku membawa kabur uang Rp 31 juta. “Saat itu pembeli pura-pura mau beli ogoh-ogoh, ,eh tanpa tiang merasa curiga uang tiang diambil Rp 31 juta dan pelaku langsung kabur,” kenang Dewi.

Dengan dua kejadian itu, Dewi berharap agar masyarakat mewaspadai setiap orang luar yang datang. Karena menurutnya kejahatan saat ini tidak hanya menyasar kawasan perkotaan namun sudah merambah sampai ke daerah pelosok. eja/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *