Gek In Dorong Pengembangan Desa Wisata Jangan Hilangkan Ciri Khas Desa


Denpasar, JARRAKPOS.com – Pengembangan desa wisata yang gencar dilakukan saat ini dinilai positif dalam rangka memberdayakan, melestarikan dan mengangkat ekonomi masyarakatnya. “Jadi pengembangan desa wisata ini harus bisa menjadikan masyarakat sebagai tuan rumah di desanya. Jangan sampai investor masuk justru meminggirkan masyarakatnya,” ujar Ketua Umum PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) Bali, IGAA Inda Trimafo Yudha yang akrab disapa Gek In, Selasa (6/11/2018) di Denpasar.

Menurut Caleg DPRD Badung asal Carangsari ini, kehadiran investor memang diperlukan dalam pengembangan desa wisata. Namun jangan sampai meminggirkan warga. “Warga juga harus menikmati secara layak pembangunan yang terjadi. Jangan warga sampai jadi penonton. Ataupun kalau dapat hanya sedikit,” jelas pengusaha yang aktif di sejumlah organisasi ini.

Baca juga :

Gek In sapaan akrabnya ini juga menjelaskan pariwisata Badung sudah bergulir sejak lama. Bahkan Gek In mengaku sudah merintis usaha pariwisata di Badung Utara sejak tahun 1995. Menurutnya, kalau pariwisata dikelola dengan baik dan masyarakatnya ikut terlibat maka bisa mengangkat perekonomian warga lokal. “Dan ini bisa dikembangkan di desa wisata yang saat ini tengah gencar dilakukan,” ujarnya.

Namun cucu pahlawan I Gusti Ngurah Rai ini mengakui kalau desa wisata yang tumbuh pesat saat ini belum maksimal. “Antara ada dan tiada. Badannya ada, tapi pergerakannya tak signifikan. Ini terlihat dari belum banyaknya peran warga menikmati keberadaan desa wisata,” tegasnya.

Baca juga :

Gek In juga mengingatkan dalam pengembangan desa wisata jangan sampai kebablasan, seolah-olah infrastrukturnya harus modern seperti di kota. “Biarkan alam desa itu seperti apa adanya sesuai ciri desa itu. Jangan desa itu terlalu banyak dirubah, sampai kekhasan desa itu punah. Kalau pun ada pengembangan sifatnya mendukung apa yang ada,” tambah mantan Ketua HIPMI Bali ini. Gek In juga mengingatkan pentingnya kesiapan masyarakat baik sisi mental maupun kualitas SDM. “Jangan sampai investor datang, malah kita gak siap dan akhirnya hanya jadi penonton,” terangnya. eja/ama