Hanura Berpeluang Lolos Ambang Batas, Lolak Optimis Melenggang Lagi ke Senayan


Denpasar, JARRAKPOS.com – Politisi Partai Hanura, I Kadek Arimbawa mengatakan bahwa akhir-akhir ini ada gerakan untuk mengerdilkan demokrasi. Caranya, kata dia, dengan mengajak masyarakat agar tidak memilih partai tertentu, terutama partai yang saat ini berada dalam zona merah survey Pemilu 2019. Meski tidak menyebut pihak tertentu, Ketua DPP Bina Wilayah Bali NTB NTT itu mengindikasikan bahwa partai-partai politik besar saat ini memanfaatkan betul hasil survey untuk mencuci otak para pemilih jelang Pemilu 2019.

“Ada pihak-pihak yang mengatakan jangan pilih partai A, partai B, dan partai C karena sudah dipastikan tidak lolos parlemen. Suara rakyat seolah sudah dimanipulasi dengan hasil survey yang belum jelas kebenarannya,” ungkapnya di Denpasar, Rabu (14/11/2018). Menanggapi hal itu, pria yang akrab disapa Lolak itu mengatakan, partainya memiliki strategi untuk hal tersebut. “Partai Hanura optimis elektabilitas partainya akan terus meningkat menghadapi Pemilu 2019 hingga melampaui ketentuan ambang batas parlemen 4 persen,” tegasnya.

Baca juga :

Wakil Rakyat “Sejuta Traktor” Turba di Bumi Makepung, Bawa Oleh-oleh Alsitan Rp620,5 Juta

Arimbawa mengatakan, strategi yang akan dilakukan partai pimpinan Oesman Sapta Odang itu (OSO) itu adalah memanfaatkan mesin partai yang cukup efektif untuk meraup suara di setiap pemilihan umum. “Jadi begini Hanura dari 2009, 2014 di dalam survei tak pernah lolos ke pemilu, tapi ternyata lolos, Hanura sangat mengandalkan tokoh-tokohnya yang menjadi caleg, ini yang selama ini luput dari survey dan pemberitaan media, secara pribadi saya tetap optimis,” beber suami dari Ni Made Suastini alias Dek Ulik itu.

Ia mencontohkan bagaimana Hanura selalu diramalkan gagal seperti itu, dua kali pemilu dengan survei paling rendah namun pada Pemilu 2014 dengan berhasil melaju ke parlemen dengan hasil 5,26% Saat ditanya strategi khusus seorang Arimbawa untuk lolos ke parlemen, Ia mengaku hanya megandalkan rajin menyapa masyarakat di daerah. “Tidak perlu menunggu momen kampanye untuk terjun ke masyarakat. Selama sembilan tahun menjadi Anggota DPD RI saya sudah melakukan hal itu dengan mengunjungi desa-desa pekraman di Bali bersama Yayasan Kesenian Bali yang saya dirikan” ungkapnya

Baca juga :

Made Urip Bantu Krama Subak di Badung Rp1,169 Milyar, Bangkitkan Semangat Petani Sebagai Pahlawan Pangan

Selain itu, Arimbawa mengaku ingin memberdayakan betul mesin partai sebagai garda terdepan untuk meraup suara partai mengingat Partai Hanura memiliki basis massa dan pemilih banyak di daerah. “Pada saat turun, saya sekaligus memberi pendidikan politik kepada masyarakat. Di era sekarang masyarakat jangan lagi dinina-bobokan dengan retorika partai politik”, ujar pria kelahiran Klungkung itu. Ia menilai bahwa masyarakat harus paham betul apa-apa saja yang menjadi tugas DPR, apa yang menjadi hak mereka atas berbagai anggaran yang ada di DPR.

Masyarakat memiliki hak untuk itu sehingga mereka bisa memaksimalkan fungsi DPR sebagai jembatan untuk menyuarakan aspirasi dan kebutuhannya di daerah. “Astungkara ini adalah pesan positif saya bagi masyrakat dan para calon legislatif yang akan berkompetisi dalam pemilu 2019 nanti. Mari bangun politik yang penuh kegembiraan dan kejujuran agar masyarakat juga memiliki kecerdasan dalam menentukan wakilnya di Senayan,” pungkasnya. mas/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *