Tahun Baru 2019 di Bali Dibayangi Pemadaman Listrik Bergilir


Kuta, JARRAKPOS.com – Malam tahun baru semestinya kelistrikan di Bali tidak dibayangi oleh pemadaman listrik bergilir, terutama di kawasan pariwisata premium (Kuta, Legian dan Seminyak). Kalangan pariwisata berharap PLN wilayah Bali dapat menjaga stabilitas power energi listrik, saat perayaan tahun baru termasuk siaga dalam keadaan darurat. “Hal ini menjadi esensial karena listrik saat tahun baru menjadi kebutuhan utama atau life style bagi warga dan wisatawan yang merayakan pergantian tahun, sekaligus stabilnya aliran listrik menunjukkan service atau pelayanan yang baik bagi warga dan wisman,” sentil Praktisi dan Tokoh Pariwisata Bali, I Wayan Puspanegara di Kuta, Minggu (30/12/2018).

Wajah destinasi dipertaruhkan oleh stabilnya arus listrik oleh karena itu Listrik harus tetap stabil sepanjang masa di kawasan destinasi pariwisata premium seperti Samigita, Nusa Dua, Jimbaran, Ungasan, Pecatu, Kutuh hingga Batu Belig, Brawa, Canggu dan Munggu sekitarnya. Sejauh ini sesuai info PLN ada pemadaman bergilir untuk penghematan daya. “Hal ini boleh saja dilakukan, tetapi dentinasi premium tidak boleh padam sedetik pun demi menjaga citra dan pertumbuhan kualitas destinasi ditengah ketatnya persaingan antar destinasi dunia,” jelas mantan Anggota Komisi B DPRD Badung dua periode itu.

Baca juga :   Siagakan 5 UPS dan 27 Gardu Bergerak, Pasokan Listrik Nataru di Bali Dipastikan Aman

Sejauh ini, menurut politisi senior Partai Golkar itu, perlu juga diberikan apresiasi tinggi pada pihak PLN dan jajaran yang selalu sigap mengatasi persolan listrik yang terjadi di masyarakat. Tim teknis PLN sudah sangat responsif atas berbagai gangguan listrik serta cepat ditangani terutama di wilayah Kuta. Selanjutnya, Caleg DPRD Badung Dapil Kecamatan Kuta ini, berharap stabilitas power tetap terjaga dan kecepatan tim teknis PLN di lapangan tetap sigap dan responsif demi pelayanan publik dan wajah destinasi.

Sebelumnya diketahui, untuk memastikan pasokan listrik kepada pelanggan tetap baik, PLN menjalankan masa siaga Natal dan Tahun Baru 2019 sejak tanggal 18 Desember hingga 8 Januari 2019. Pada periode siaga ini, PLN tidak melakukan kegiatan pemeliharaan agar pasokan listrik yang disalurkan kepada pelanggan dapat maksimal. “Petugas kami tetap siaga 24 jam, khusus di beberapa titik keramaian perayaan akan menjadi fokus utama,” ujar General Manager PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa, pada acara konfrensi pers di Kantor PLN UID Bali, Kamis (20/12/2018).

Baca juga :   Tutup Tahun 2018, Smartfren Prediksi Kenaikan Traffic 15% – 18%

PLN memprediksi beban puncak pada pelaksanaan Natal mencapai 827,3 megawatt (MW), sedangkan pada saat perayaan tahun beru 2019 mencapai 752 MW. Secara keseluruhan PLN UID Bali menyiagakan 542 personil pelayanan teknik, 282 pegawai siaga, dan 66 petugas jaringan. PLN juga menyiagakan 5 unit UPS dengan total kapasitas daya 950 kVa, 27 unit gardu bergerak (UGB), dan 8 unit genset. “Kami juga sudah mendata titik lokasi pusat perayaan, 51 titik akan menjadi fokus siaga kami,” papar Astawa. Seraya memastikan selama masa siaga Natal dan Tahun Baru dari sisi pembangkit dan jaringan sudah disiapkan dengan baik sehingga potensi padam atau gangguan bisa diatasi dengan segera tentunya masyarakat tetap diajak bijak dalam menggunakan energi listrik. tim/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *