Janji Menhub Diragukan, Penlok Bandara Bali Utara Didesak Turun Lebih Cepat


Denpasar, JARRAKPOS.com – Janji Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi untuk penentuan lokasi (Penlok) bandara di Bali utara, Buleleng, mulai diragukan oleh berbagai komponen masyarakat di Bali. Sempat memastikan turun sekitar tiga bulan, masyarakat di Bali dihimbau sabar agar jangan sampai kondisi yang ada menjadi polemik berkelanjutan sehingga mudah dipolitisir dan membuat kondisi tidak kondusif. Ketua Umum Pendiri Badan Independent Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup (BIPPLH) Bali, Komang Gede Subudi, akhirnya ikut angkat bicara dan meminta Pemerintah Provinsi Bali didukung seluruh komponen masyarakat Bali mendesak pemerintah pusat agar Penlok bisa secepatnya turun. “Melihat di tahun politik apapun bisa terjadi dan kita masyarakat Bali memiliki kepentingan yang sama bahwa Bali harus kondusif karena Bali hidup dari pariwisata,” ungkapnya di Denpasar, Rabu (9/1/2019).

Insert foto : Ketua BIPPLH Bali, Komang Gede Subudi. 

Subudi mengatakan hiruk-pikuk rencana pembangunan Bandara Bali Utara sudah memberi kesan adanya anggapan bahwa rencana tersebut hanya pepesan kosong. Untuk itu bila kondisi ini dibiarkan terus berpolemik maka hanya akan memperkeruh kondisi yang ada. Semestinya komponen masyarakat Bali harus bersatu mendorong agar Penlok bisa turun lebih cepat. Sejatinya tujuan utama yakni untuk mendorong kemajuan pembangunan antara Bali Selatan dengan Bali Utara. Dewan Pertimbangan Kadin Bali ini juga menegaskan bahwa gerbang peradaban kemajuan Bali yang utama sangat ditentukan tersedianya pelabuhan laut dan Bandara sesuai kebutuhan. “Tidak ada lagi hal lain yang kita harapkan kecuali Bali yang kondusif dan aman. Kalau ada gejala Bali tidak kondusif beritanya bisa kemana-mana, kita semua akan rugi. Harapan saya mari kita jaga dan dorong agar Penprov Bali mengurusi ini dengan serius. Kita butuh Bandara Bali Utara untuk kemajuan Bali di masa datang,” ujarnya.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2019/01/07/anggota-dewan-himbau-menhub-segera-keluarkan-penlok-bandara-bali-utara/

Dicontohkannya, seperti Pelindo Benoa yang diperluas untuk mampu menjawab kebutuhan kapal besar sandar di dermaga. Ini sudah menjadi keperluan secara internasional karena Bali sudah menjadi tujuan wisata dunia. Begitu juga halnya dengan Bandara karena sudah dinilai harus terbangun di Bali Utara untuk keseimbangan kepariwisataan. Dua buah kebutuhan ini merupakan tantangan untuk menjawab Bali mampu bersaing dengan destinasi lainnya. Dari sisi lingkungan Subudi juga berharal pembangunan Bandara tidak akan merusak lingkungan di Singaraja. Aktifis lingkungan ini juga menegaskan akan sangat kritis bila dalam perjalanannya nanti harus mengorbankan dan merusak alam. Lingkungan harus dikelola dengan baik karena menjadi satu paket dalam pengembangan pariwisata Bali yang mengedepankan adat-istiadat dan budaya. Untuk itu dipandang sangat perlu Penlok memperhatiakan pemetaan lingkungan agar tidak mengorbankan lingkungan.

Ik/2/9/2018

Semakin cepat Penlok bisa turun juga diharapkan tidak akan memberi celah banyak pihak berasumsi rencana pembangunan Bandara hanya sebuah kebohongan yang berkepanjangan. Karena sangat disadari terwujudnya Bandara Bali Utara adalah sebuah keniscayaan mewujudkan keseimbangan dan kesejahteraan masyarakat Bali. Secara pribadi pengusaha tambang batubara ini sangat yakin Bandara baru bisa segera terwujud bila dukungan penuh diberikan kepada Pemprov Bali. Selaku pendiri BIPPLH bersama seluruh stake holder di belakangnya akan siap memberikan pendampingan utamanya dalam upaya menjaga lingkungan baik pada tahap perencanaan hingga pembangunan nanti, agar benar-benar kelestarian lingkungan terlindungi. Seperti diketahui, pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (Buleleng) akhirnya mendapat angin segar. Pasalnya, Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi, memastikan penentuan lokasi (Penlok). dipastikan turun sekitar 3 sampai 4 bulan kedepan. Penlok terhitung sejak dirinya melakukan peninjauan lokasi lahan rencana dibangunnya Bandara di Buleleng yang dilaksanakan pada Minggu pagi, (30/12/2018), di kawasan Bukit Teletubies, Banjar Ampel Gading, Desa Kubutambahan. eja/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *