Ismaya Hadir Ngayahin Gumi dan Masyarakat Bali


Denpasar, JARRAKPOS.com – Bertepatan dengan perayaan tahun baru Imlek, Selasa (5/2/2019) calon anggota DPD RI, I Ketut Putra Ismaya Jaya alias “KERIS” mulai terlihat di masyarakat pasca bebas dari hukuman karena kasus penurunan baliho yang membelitnya. Ditanya kesiapannya untuk menuju kursi di Senayan, Sekjen Laskar Bali ini dengan tegas mengatakan sekala dan niskala siap melangkah untuk menjadi wakil rakyat yang duduk di DPD RI. Menurutnya tahun 2019 bukan hanya sekedar tahun politik namun sebagai tahun untuk membuktikan diri siapa saja yang pantas dipercaya krama Bali untuk menjadi wakilnya di pusat. “Orang bilang ini tahun politik, tapi bagi saya ini tahun ngayah untuk memutuskan siapa yang layak ngayah untuk Bali,” ujar Ismaya.

Sebagai pendatang baru di panggung politik Ismaya tidak mau larut dalam bahasa politik. Ia dengan tegas mengatakan maju DPD RI Dapil Bali murni untuk ngayahin gumi dan masyarakat Bali. Politik menurutnya penuh trik dan intrik sehingga ia tidak mau terjebak untuk mengakomodir kepentingan kelompok maupun golongan. Dibuktikan disetiap kesempatan bertemu dengan tokoh dan kelompok masyarakat dalam kegiatan simakrama Ismaya mengaku tidak memaksakan masyarakat untuk memilih dirinya. Sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat untuk menilai siapa yang benar-benar layak dan pantas dipilih agar sepenuhnya ngayah untuk Bali di DPD RI. “Setiap kali saya berdoa saya bilang ke Tuhan, kalau saya tidak pantas jangan saya diberikan kesempatan. Saya bukan minta jabatan tapi minta kepatutan ngayah demi tanah Bali,” ungkap pria yang juga akrab disapa Jero Bima ini.

Baca juga :

Demer “Bersih-Bersih”, 48 Pengurus Golkar Tak Berkeringat Dinon-Aktifkan

Ismaya menegaskan sebagai calon anggota DPD Ri No.32 Dapil Bali ia terus menyuarakan program kerjanya untuk menjaga Bali yakni “Dewata Nawa Sanga”. Ia menegaskan salah satu tujuan utamanya maju ke DPD RI adalah untuk menyatukan masyarakat Bali agar jangan sampai menjadi tamu dan mengungsi di tanah kelahiran sendiri. Melalui pencanangkan sembilan program prioritas yang akan diperjuangkan untuk menjaga Taksu Bali yakni yang pertama, membangun pasraman modern di seluruh kabupaten/kota di Bali. Kedua, memunculkan pembawa Dharma Wacana muda. Ketiga, menerbitkan salinan kitab suci Weda. Keempat, membuat aturan jam sembahyang. Kelima, mengubah cara pandang terhadap desa pakraman. Keenam, melestarikan seni dan adat budaya Bali. Ketujuh, menjaga keberlanjutan pariwisata Bali dan mengatasi kemacetan di Kuta.

Kedelapan, meminimalisir biaya upakara Yadnya serta yanh kesembikan menjadikan pulau Bali sebagai contoh toleransi antar umat beragama di NKRI. “Kita juga tidak boleh salahkan orang luar masuk ke Bali. Karena mereka beli tanah Bali, bukan merampok. Yang jual tanah Bali siapa? kita yang tidak bisa menjaga tanah Bali,” papar Ismaya yang diketahui memiliki “keluarga NKRI” (ada beragam agama di lingkungan keluarga dan tetap harmonis). eja/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar pada artikel ini

  • Selasa, 12 Februari 2019 12:43 am pada 12:43 am
    Permalink

    astungkara sami rahayu. siapapun pinpinan kita. kita patut hotmat jika kita ingin di hormati. suksma. salam KERIS

    Balas