Pajak BBNKB Menurun, UPT Samsat Jembrana Genjot Pendapatan PKB


Jembrana, JARRAKPOS.com – UPT Samsat Jembrana tahun 2018 berhasil merealisasikan pendapatan pajak kendaraan bermotor hingga Rp91,2 miliar atau 104 persen melebihi dari target. Hal itu dipicu dari peningkatan pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), namun disisi lain terjadi penurunan pendapatan untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Menyikapi realisasi pendapatan pajak kendaraan bermotor tersebut, Kepala UPT Samsat Jembrana, Ida Bagus Surya Negara tetap optimis menargetkan peningkatan pendapatan dari PKB tahun 2019 dari target sebelumnya sebesar Rp45 miliar menjadi Rp 45,8 miliar.

Dari evaluasi target tahun 2018, UPT Samsat Jembrana mampu merealisasikam pendapatan PKB sebesar Rp49,7 miliar atau sebesar 110 persen, sementara BBNKB tercapai Rp 41,4 miliar atau sebesar 96,7 persen. Secara menyeluruh dari target yang dipatok sebesar Rp87,9 miliar tercapai Rp91,2 miliar, sehingga ada peningkatan pendapatan diatas target, sebesar Rp3.273.367.619. Berdasarkan capaian ini, UPT Samsat Jembrana juga optimis mampu meningkatkan pendapatan PKB. Hanya saja untuk pendapatan BBNKB diturunkan sekitar Rp1 miliar. Untuk itu, tahun 2019 ditargetkan mampu meraih pendapatan PKB dan BBNKB sebesar Rp86 miliar lebih.

Baca juga :  12 Jabatan Kosong Dilelang, Kepala BKD Pastikan Tanpa Calo dan Titipan

“Tahun 2019 kita targetkan untuk PKB Rp45,8 miliar lebih dan BBNKB Rp40 miliar lebih. Upaya-upaya kita lakukan untuk mengejar pendapatan pajak dengan kegiatan door to door,” jelas Kepala UPT Samsat Jembrana, Ida Bagus Surya Negara saat ditemui, Kamis (7/2/2019). Untuk mencapai target tahun 2019, Surya Negara menjelaskan akan kembali melakukan berbagai pendekatan utamanya mengejar wajib pajak dengan nilai jual kendaraan diatas Rp150 juta. Dilanjutkan dengan penyisiran semua potensi pajak, sehingga tercatat untuk bulan Januari saja sudah dibukukan realisasi target sebesar 8 persen.

Sementara secara umum untuk triwulan satu ditargetkan mampu merealisasikan pendapatan pajak sebesar 20 persen. Tentunya capaian ini tidak terlepas dari peningkatan pelayanan serta upaya peningkatan efek jera melalui razia dengan menggandeng instanai terkait secara reguler dua kali dalam satu bulan. “Target kita di triwulan satu ini cuma 20 persen, jadi bulan Januari sudah melampaui target. Tapi target pendapatan BBNKB diturunkan, karena tahun 2018 memang tidak tercapai, tapi untuk PKB tetap mengalami peningkatan sedikit,” papar birokrat asal Tabanan itu.

Baca juga :  Selain Sanksi Denda, Rekanan Proyek Wantilan Pura Puserin Jagat Diputus Kontrak

Untuk mengoptimalkan pelayanan UPT Samsat Jembrana sangat berharap di tahun 2019 sudah memikiki Kendaraan Samling (Samsat Keliling) sendiri karena selama ini masih mengandalkan Samling dari Bapenda Bali sesuai penjadwalan yang diberikan. Mantan Kasubag PU Tabanan ini juga optimis target pendapatan PKB di tahun 2019 akan tercapai dan kemungkinan akan melampaui target, karena masyarakat sudah banyak mengetahui bila wajib pajak tidak melaksanakan kewajibannya selama lima tahun dan tidak melakukan registrasi ulang selama 2 tahun setelah habis masa berlaku STNK akan dihapus dari daftar Regident (registrasi, identifikasi, red) Ranmor sesuai ketentuan UU Nomer 22 Tahun 2009.

“Sehingga registrasi Rannor yang sudah dinyatakan dihapus tidak dapat diregistrasi kembali sesuai ketentuan peraturan Kapolri Nomer 5 Tahun 2012 yang berakibat kendaraan bermotor tidak dapat dioperasionalkan,” paparnya. eja/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *