Kundapil Made Urip Serahkan Bantuan Pengering Gabah Senilai Rp.1,6 Milyar, Tuntaskan Usulan Aspirasi Petani dan Krama Subak Bengkel


Tabanan, JARRAKPOS.com – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si kembali menuntaskan usulan dan aspirasi petani dan krama subak. Kali ini saat Kundapil atau kunjungan dapil pentolan wakil rakyat yang dikenal “SETUJU” (setia, tulus dan jujur) di Tabanan itu, menyerahkan secara simbolis, sekaligus meresmikan langsung bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa vertical dryer atau pengering gabah berkapasitas 10 ton, senilai Rp1,6 milyar yang diperjuangkan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementrian Pertanian tahun anggaran 2018 di Subak Bengkel, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, Sabtu (9/2/2019).

Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan dua periode ini, disambut Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana, Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan I Nyoman Budana, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan Dewa Ayu Putu Sri Widyantari, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, perwakilan Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama dan perwakilan Anggota DPRD Tabanan Made Edi Wirawan, camat, perbekel, beserta ratusan krama subak dan pekaseh se-Desa Bengkel. Pada kesempatan itu, Ida Bagus Wisnuardhana, selaku Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali mengaku sangat mengapresiasi bantuan alat pertanian yang terus digenjot oleh anggota dewan yang dijuluki wakil rakyat “sejuta traktor” ini, karena tak ada henti-hentinya berjuang untuk para petani di seluruh Bali.

Baca juga :

Made Urip “Turba” Temu Wirasa Petani dan Krama Subak di Gianyar, Segera Gelontorkan Bantuan Pengembangan Sektor Pertanian

“Karena itu, selain dikenal sebagai Bapak Sejuta Traktor, menurutnya Made Urip sangat tepat disebut “Bapak Pertanian Bali”, karena selama 4 periode selalu konsisten duduk di Komisi IV DPR RI, sehingga tak bisa terhitung lagi bantuan yang difasilitasi, seperti bantuan traktor, power treasure, bibit tanaman maupun bibit sapi yang diserahkan untuk para petani dan krama subak seluruh Bali,” ujar birokrat asal Tabanan itu. Penegasan serupa disampaikan, Pengelola Unit Usaha Subak Bengkel, Pande Putu Widya Paramarta, juga mengakui perhatian dan bantuan Made Urip selama ini sangat meringankan beban para petani di Subak Bengkel. Salah satunya, bantuan vertical dryer yang terdiri dari bantuan mesin senilai Rp1,2 milyar dan bangunan sebesar Rp330 juta.

Selain itu, sudah sangat banyak bantuan lainnya seperi traktor, power treasure dan bantuan pertanian lainnya. Diharapkan ke depan bisa semakin banyak membantu pertanian di Bali. “Seperti halnya bantuan vertical dryer dari Pak Urip ini sangat bermanfaat bagi petani, karena dapat meningkatkan serapan petani yang dulunya tergantung cuaca untuk proses pengeringan gabah. Namun dengan mesin ini, walaupun musin hujan tetap bisa melakukan proses pengeringan, sehingga kualitas gabah bisa terjaga,” jelasnya. Disisi lain, I Wayan Sukarba yang menjabat Perbekel Desa Bengkel menegaskan, selalu berkoordinasi dengan Made Urip, agar terus memfasilitasi bantuan untuk Subak Bengkel khususnya di bidang pertanian.

Baca juga :

Made Urip Tak Goyah Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Ratusan Generasi Milenial dari 12 Banjar Kompak Hadir

Pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan Made Urip, terutama mesin pengering gabah yang sudah bertahun-tahun hanya bisa dimimpikan krama subak setempat. “Bantuan dari Pak Urip ini akan memudahkan para petani saat mengeringkan gabah di musim panen, sehingga dapat menjaga kualitas gabah yang dihasilkan. selain vertical dryer juga sangat banyak bantuan lain yang diberikan Pak Made Urip selama ini, sehingga produksi pertanian dari kelompok tani dan subak bisa meningkat tajam,” tandasnya. Mendengar usulan dan aspirasi petani dan krama subak itu, Made Urip juga mengaku sangat gembira bisa bertemu dengan petani dan krama subak. “Kita harapkan bantuan lewat APBN ini bisa digunakan sebaik baiknya,” tegas Anggota Bangar (Badan Anggaran) MPR RI itu.

Selain itu, dikatakan sektor pertanian sangat banyak tantangan, khususnya penanganan pasca panen yang memerlukan sentuhan teknologi. Untuk itulah, semua usulan yang diterima akan terus diperjuangkan, seperti bantuan Alsintan, maupun bantuan infratruktur, dan penguatan modal pertanian. Untuk itu para petani dan krama subak, agar menjaga lahan pertanian tidak semakin masif beralih fungsi di Bali, apalagi Tabanan menjadi pusat pertanian di Bali. Dirinya juga meminta agar generasi muda mau menekuni sektor pertanian, mengingat sebagian besar sudah berusia lanjut. “Disamping itu, juga harus pintar untuk mencari mitra wakil rakyat di sektor pertanian, sehingga mampu memperjuangkan para petani dan krama subak,” tandas Caleg DPR RI Dapil Bali di nomor urut 1 dari PDI Perjuangan ini. tim/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *