Sowan ke Tabanan, Ismaya dan Made Urip Disambut Ribuan Anggota Komunitas Spiritual


Tabanan, JARRAKPOS.com – Caleg DPD RI dapil Bali, Ketut Putra Ismaya terus menerima banyak undangan dari berbagai elemen. Salah satunya, pria yang identik dengan busana adat Bali ini sowan ke Desa Poh Gending, Tabanan serangkaian ulang tahun ketiga komunitas spiritual, Yayasan Mandala Suci, Senin (11/2/2019) bersama Anggota DPR RI empat periode, Drs. I Made Urip, M.Si. Kasus hukum yang sempat menimpa Ismaya nampaknya tak berdampak pada dukungan dirinya menuju Senayan. Hal tersebut nampak ketika kehadirannya disambut ribuan anggota komunitas, yang anggotanya mencapai 4 ribu di seluruh Bali. “Saya datang sebagai tokoh muda saja, kebetulan saya kenal baik dengan Pinisepuh Yayasan Mandara Giri,” ujarnya.

Tak hanya diundang, dalam kegiatan tersebut Ismaya yang akrab disapa Keris juga turut diajak berdiskusi terkait pandangannya tentang keberagaman yang ada di Bali, baik keberadaan etnis, budaya dan spiritual. Ismaya mengatakan, dirinya cukup menghargai keberagaman, terlebih dalam keluarga besarnya terdiri dari berbagai keyakinan, baik Hindu, Budha, Islam dan Kristen. Kata Ismaya, esensi keberagaman juga ia cantumkan dalam visi misinya yang ia sebut Sembilan Program NKRI. Selain mengenalkan visi misinya, Ismaya juga menjelaskan makna pada lambang dirinya sebagai caleg DPD RI. “Salah satunya keris yang dilengkapi sarungnya, yang bermakna keseimbangan antara kemampuan dan kesempatan. Jika mampu, tapi tidak ada kesempatan juga tidak bisa menjalankan program, maka harus seimbang,” paparnya.

Baca juga :

Kadek Arimbawa Optimis Hanura Lolos Ambang Batas di Senayan

Sembilan program tersebut diantaranya, menyatukan pasemetonan umat Hindu, mengajak menciptakan pariwisata dan mengatasi kemacetan. Selain itu, meminimalisir biaya upacara yadnya, serta menjadikan pulau Bali sebagai contoh keindahan toleransi antar umat beragama di Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI). “Program ini saya ambil dari banyak aspirasi, mulai dari kalangan muda, dewasa bahkan kalangan spiritual dari berbagai etnis dan keyakinan. Bagi saya ini upaya, melalui program ini saya mengawal suara Bali,” paparnya. Kendati sosoknya baru di dunia politik, ia menyadari komitmen dalam Sembilan Program NKRI membuatnya menjadi sorotan publik, termasuk caleg DPD Dapil Bali lainnya.

Untuk itu, ia mengajak Caleg lainnya agar berpolitik dengan bijak untuk memenangkan suara Bali, salah satunya adu program yang rasional dan dapat dirasakan masyarakat umum. “Bagi saya ini proses ngayah, bukan semata berpolitik. Saya tidak menganggap caleg DPD lainnya sebagai rival,” jelasnya. Dengan waktu yang tersisa hingga April mendatang, ia terus memperjuangkan program tersebut, salah satunya dengan memohon restu pada tokoh-tokoh, baik tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh budaya dan agama. Sementara ini, Ismaya terus melakukan konsolidasi dengan tim pemenangnya, dan dalam waktu dekat ini kembali akan melakukan diskusi dengan beberapa pakar dan tokoh Bali terkait kondisi Bali yang harus diperjuangkan.

Baca juga :  Terus Serang Prabowo, Image “Jokowi Baru” Bisa Kalah

“Latar belakang saya pengusaha, kalau sekarang arahnya ke dunia politik, saya tetap berusaha maksimal dan Tuhan yang menentukan. Jika diijinkan, usaha saya akan membuahkan hasil dan semoga dapat berguna bagi banyak orang,” tandasnya. tim/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *