Langsung Tancap Gas, RUPSLB Tetapkan Nyoman Sudharma Sebagai Dirut Bank BPD Bali


Denpasar, JARRAKPOS.com – Setelah Plt. Dirut Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma akhirnya ditetapkan sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali langsung tancap gas tingkatkan kapasitas BPD Bali sebagai agen pembangunan di Bali. Penetapan tersebut berlangsung singkat, saat Rapat Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Ruang Rapat Wijaya Kusuma Kantor Pusat PT BPD Bali, Renon, Denpasar, Kamis (14/2/2019). Sayangnya RUPSLB yang berlangsung tertutup itu, hanya menetapkan empat komposisi direksi yang seharusnya diisi lima orang. Hal tersebut disebabkan dua calon direksi baru sama-sama mengincar posisi Direktur Kredit, sehingga Direktur Utama Bank BPD Bali rangkap jabatan sebagai Plt. Direktur Bisnis Non Kredit.

Seperti diungkapkan, Komisaris Utama Bank BPD Bali, I Ketut Nurcahya usai RUPSLB menjelaskan sudah menetapkan dan menyerahterimakan Made Lestara Widiatmika, SE sebagai Direktur Kredit, sehingga Direktur Operasional Ida Bagus Gede Setia Yasa tidak lagi rangkap jabatan. Sementara I Wayan Sutela Negara tetap sebagai Direktur Kepatuhan Bank BPD Bali. Sedangkan untuk calon direksi lainnya, yakni Nyoman Sumenaya pengajuannya tidak disetujui sebagai Direktur Kredit. Kendati demikian dewan komisari akan tetap memprosesnya, sehingga bisa menduduki posisi Direktur Bisnia Non Kredit. “Keputusan berikutnya menetapkan calon Direktur Bisnis Non Kredit, yaitu Nyoman Sumenaya untuk diproses lebih lanjut ke Otoritas Jasa Keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya, seraya berharap mekanisme ini akan berlangsung sekitar satu bulan, agar seluruh komposisi direksi segera terisi penuh.

Baca juga : Bagikan Kantong Belanja dan Mifi Gratis, Smartfren Dukung Program Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Pada kesempatan itu, Gubernur Bali, Wayan Koster berharap, terisinya jabatan direksi mampu mengoptimalkan pengelolaan Bank BPD Bali agar lebih progresif. Selain itu, menjadikan bank milik masyarakat Bali ini mampu menjalankan fungsi perbankan dalam intermediasi untuk memberikan pelayanan, sehingga mampu menjadi agen pembangunan ke depan yang baik. Selanjutnya direksi, komisari dan pemegang saham akan terus diajak duduk bersama untuk merumuskan kebijakan dan rencana bisnis sesuai kebutuhan pasar agar BPD Bali mampu memberikan pelayanan prima yang berkualutas. Tentu saja upaya ini tidak menutup kemungkinan dengan melakukan penguatan melalui penambahan modal oleh pemegang saham. “Target marketnya adalah menambah kapasitas, agar aset BPD Bali naik dan juga kredit, baik kredit produktif maupun kredit konsumtif itu juga naik dan juga deviden harus naik,” harap Gubernur Koster.

Di sisi lain, Dirut Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma menjelaskam program kerja sudah dibahas bersama OJK termasuk dihadiri Gubernur Koster. Semuanya akan dilakukan dengan peningkatan kapasitas BPD Bali sebagai agen pembangunan sesuai visi BPD Bali untuk meningkatkan keunggulan dunia usaha di Bali utamanya di sektor UMKM. Potensi besar di sektor industri kreatif, juga akan diselaraskan dengan menggandeng lembaga keuangan mikro seperti bekerjasama dengan BPR hingga membangun kerjasama dengan Bumda dan Bumdes sesuai yang diharapkan gubernur. Tentunya capaian ini akan didukung Peraturan Gubernur (Pergub) No.99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemamfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal untuk meningkatkam volume bisnis BPD Bali.

Baca juga : Maharishi University Puji Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Gagasan Gubernur Koster

Terlebih adanya himbauan Gubernur Koster, agar pelaku usaha di Bali memamfaatkan jasa dan layanan dari BPD Bali. Pria asal Desa Ungasan, Kuta Selatan ini menegaskan akan terus melakukan peningkatan dari sisi IT, dimana dalam rencana bisnis bank sudah menjadi program utama salah satunya dalam menggerakkan program nasional non tunai. Dijelaskannya, BPD Bali terus merambah kerjasama dengan Perusahaan Daerah (PD). Seperti kerjasama dengan PD Pasar melalui penerapan layanan e-Retribusi sehingga mampu menggerakkan klaster-klaster usaha baru yang mampu menciptakan potensi bisnis. “Kita dibantu dan kita bisa mengurangi cost yang ada di kita, karena kita punya agen disitu yang bisa membantu untuk meng-rab bisnis masing-masing. Kondisi ini saling menguntungkan, prinsip dari perkembangan teknologi ke depan bersinergi tidak saling mematikan,” paparnya. eja/ama



Hypnocodesname WA
Kirim