Digiling Pabrik Gula Asem Bagus, 200 Hektar Tebu di Gerogak Siap Panen Perdana


Denpasar, JARRAKPOS.com – 200 hektar tanaman tebu siap dipanen Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBUN) Provinsi Bali bulan Juli 2019 mendatang di Desa Gerokgak, Buleleng. Mematangkan persiapan panen serta mengevaluasi target penanaman tebu di lahan seluas 1.200 hektar, bersama PT Perkebunan Nusantara (PN) 11 Jawa Timur dan PT Asem Bagus bersama kelompok tani dan Koperasi Agro Tani Mandiri melaksanakan rapat koordinasi di Ruang Rapat Sabha Madya II, Dinas TPHBUN Provinsi Bali, Selasa (5/3/2019).

Kepala Dinas TPHBUN Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si mengatakan, menindaklanjuti hasil monitoring bersama Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng beserta petugas lapangan terkait validasi data pengembangan tanaman tebu di Provinsi Bali tahun 2018. Pada Juli 2019 dipastikan 200 hektar tanaman tebu siap dipanen dan dikirim ke Pabrik Gula Asem Bagus di Jawa Timur. Dalam rapat koordinasi juga dilakukan pemetaan potensi tanam yang ditargetkan mencapai 1.200 hektar. Dalam acara tersebut juga membicarakan hambatan terkait penanaman tebu yang dilakukan di enam desa dengan melibatkan 434 petani.

Baca juga : Gantikan Produk Asing WeChat, Kadin Bali Garap Aplikasi Transaksi Digital “Bali Pay”

Wisnuardhana dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan upaya pengembangan kerjasama dari Dirjen Perkebunan dalam menyiapkan land clearing (pembukaan lahan) dan biaya pupuk majemuk. Termasuk di dalamnya biaya bibit, pemeliharaan dan biaya tanam. Dalam kesempatan tersebut juga terungkap permasalahan yang menghambat realisasi penanaman tebu di 1.200 hektar, selain karena permasalahan iklim juga karena ada kredit yang belum cair. Namun kondisi ini tetap memastikan panen akan tetap dilakukan untuk mengetahui kualitas produksi. “Kemungkinan ada kredit yang belum cair sehingga ada hambatan kaitannya dengan penyiapan bibit, biaya tanam dan juga masalah iklim di Gerokgak karena belum ada turun hujan,” jelas birokrat asal Tabanan itu.

Di sisi lain, Direktur PT. PT Asam Bagus, Danang Krisworo mengatakan dengan didukung analisa lahan sebelum penanaman diharapkan produksi tebu di Gerogak memiliki kualitas yang sama dengan di daerah Jawa Timur. Pihaknya mengatakan proses giling perdana sudah disiapkan bisa dilakukan bulan Mei atau Juni sehingga segera diketahui kandungan gula dalam tebu. Sangat diharapkan rendemen ada di kisaran 8,5 hingga 9 sehingga mampu memproduksi gula 80 ton setiap satu hektar lahan tebu. Kesiapan PT Asem Bagus mengelola produksi tebu di Gerokgak, juga telah disikapi dengan peningkatan kapasitas giling hingga dua kali lipat. Sehingga realisasi produksi tebu secara menyeluruh di Bali tahun 2020 sudah diperhitungkan secara matang. “Mesin kita baru, jadi Pabrik Gula Asam Bagus meningkatkan kapasitas gilingnya yang awalnya 3.000 sekarang jadi 6000 ton. Jadi kalau untuk menampung Buleleng saja masih sanggup kita,” jelasnya. eja/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *