Ismaya Siap Pasang Badan Ungkap Kasus Bali Hyatt Sanur


Denpasar, JARRAKPOS.com – Calon Anggota DPD RI Dapil Bali nomor urut 32, Ketut Putra Ismaya Jaya turut angkat bicara terkait menguapnya saham Pemprov Bali di PT. Sanur Bali Resort Development. Pria yang akrab disapa KERIS ini sangat menyayangkan kinerja Pansus Aset Pemprov Bali yang tidak tuntas memperjuangkan hak masyarakat Bali. Pria yang kerap tampil di tengah-tengah krama tertindas yang tidak banyak diketahui masyarakat luas ini, menegaskan sekaligus mengingatkan sebagai wakil rakyat ada keharusan yang terpenting dilakukan dalam memperjuangkan hak masyarakat yang diwakilkan.

Putra pensiunan polisi yang juga Sekjen Ormas Laskar Bali ini, menegaskan permasalahan yang berlarut-larut yang terjadi dalam kurun waktu 1969 hingga 1979 ini menjadi catatan terburuk dalam pengelolaan aset di Bali. Puluhan tahun berlalu semestinya saham Pemprov di lahan Bali Hyatt Sanur mampu menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peristiwa ini sudah membuka mata masyarakat secara luas ada kerakusan yang terjadi yang membuat saham Pemprov Bali menguap. Ia juga memastikan ada pihak yang lebih mementingkan kepentingan golongan atau pribadi diatas kewajiban yang semestinya dikedepankan untuk Bali. “Ketika saya menjadi DPD RI, inilah menurut saya salah satu yang harus saya jaga dan usut tuntas sampai ke akar-akarnya, saya tidak peduli dia siapa yang saya takutkan hanya Tuhan,” papar Ismaya di denpasar, Senin (11/3/2019).

Baca juga : LSM JARRAK Tuding Ada Orang Kuat Dibalik Kasus Menguapnya Aset Pemprov di Bali Hyatt Sanur

Menguapnya saham Pemprov Bali ini ditegaskannya pasti ada penyebab yang bisa ditelusuri, terlebih banyak informasi yang telah dikumpulkan para Ketua Pansus yang bahkan berganti hingga tiga kali. Informasi yang menyebutkan saham tersebut mengalir ke sebuah yayasan hingga dibeli oleh konglomerat asal Hongkong semestinya sudah bisa dituntaskan kalau ingin membuka kebenaran siapa yang bermain didalamnya. Pentolan Ormas yang terakhir terlihat membela krama tertindas di Desa Tonjo untuk membela hak krama yang tertipu dan harus kehilangan rumah dan merajannya ini menegaskan, disinilah kesempatan masyarakat Bali untuk menilai dan memilih siapa pejabat dan wakil rakyat yang harus dipercaya untuk mengemban tugas menjaga dan membela hak masyarakat.

“Ketika dalam sabda Veda Bhagavad Gita Sloka 11.32 dan Sloka 11.33 yang saya simpulkan, lawanlah orang-orang yang serakah telah mengambil hak mu Arjuna. Jangan kamu takut akan kebenaran dharma, tegakkanlah kebenaran. Ketika engkau tidak juga berani maka siapa lagi yang aku suruh menegakkan dharma itu, sebenarnya semua sudah ku buat mati kamu hanya mejalankan tugasku. Jangan sampai aku yang mengambil alih, maka akan aku musnahkan kalian semua,” jelasnya memaparkan bunyi Veda, seraya menegaskan bersama seluruh Relawan KERIS dan Keluarga Besar Laskar Bali akan siap pasang badan untuk membela dan mengawal dalam penuntasan kasus tersebut.

Baca juga : Arjaya Bongkar Saham Pemprov Bali Mengalir ke Yayasan, Gubernur Koster Diminta Tegas Selamatkan Aset Bali Hyatt Sanur

Baginya tidak ada kata takut dalam menegakkan kebenaran apalagi untuk kepentingan orang banyak. Hidup di tanah yang percaya akan hukum karma, calon Anggota DPD RI Nomer 32 ini juga mengingatkan pihak yang telah diuntungkan dari menguapnya saham Pemprov Bali di PT. Sanur Bali Resort Development atau pihak yang sengaja membuat kasus ini tetap tertutup rapat agar segera menyadari kesalahannya dan bertobat. “Apabila ada yang menghalangi untuk membongkar kasus ini, ingatlah Tuhan bersama kita. Jangan pernah takut akan hukuman manusia, takutlah pada Tuhan agar Tuhan tidak keburu marah. Ketika Beliau marah akan di buat bencana, kiamat di Tanah Bali karena semua tidak berani menegakkan dharma,” tandasnya. eja/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *