Pemerintah Pusat Bentuk 12.842 Petani Milenial Bali Kuatkan Produk Lokal

Petang, JARRAKPOS.com – Sekretaris Jenderal Kementrian Pertanian Syukur Iwantoro buka pencanangan Gerakan Petani Milenial Provinsi Bali Tahun 2019 Menuju Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045 di Bagus Agro, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Selasa (12/3/2019). Pencanangan program ini untuk menumbuhkan minat generasi muda untuk bekerja di bidang pertanian yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Gerakan petani milenial tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dimulai dari Aceh sampai Papua, terbagi dalam zona kawasan jenis komoditas pertanian. Petani milenial berusia 19 hingga 39 tahun atau petani yang tidak berada dalam kisaran umur tersebut tetapi berjiwa milenial, tanggap teknologi digital, tanggap alsintan dan mempunyai lahan.

Diharapkan melalui gerakan petani milenial ini masalah pengangguran dapat teratasi serta dapat menekan arus urbanisasi dari desa ke kota. Pemuda milenial dalam melakukan pengelolaan usaha pertanian diarahkan secara berkelompok untuk mengembangkan usaha secara bersama. Sebanyak 453 orang perwakilan dari petani milenial akan ditingkatkan kapasitasnya agar memiliki kemampuan managerial, berwirausaha, organisasi bisnis, usaha tani modern yang produktif dan efisien, berdaya saing serta berkelanjutan. “Di Provinsi Bali telah ditetapkan 12.842 petani milenial,” paparnya.

Baca juga : Wujudkan Trisakti, Gubernur Koster Kembangkan Industri Kreatif Berbasis Budaya

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana. M.Si., mewakiki Gubernur Bali dalam sambutannya mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu sektor utama pendorong pembangunan bidang ekonomi di Provinsi Bali. Pembangunan pertanian disamping diarahkan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memacu pertumbuhan perekonomian daerah juga berperan penting dalam penyedia lapangan kerja, pelestarian sumber daya alam dan budaya serta lingkungan hidup. “Luas lahan pertanian di Bali tercatat 353.491 hektar atau 62,7% dari luas Pulau Bali. “Sesuai visi pembangunan Bali 2018-2023 yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana dalam mewujudkan Bali era baru,” jelasnya.

Mendukung program tersebut berbagai kebijakan dirancang salah satunya dengan Penetapan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Dimana kebijakan ini mengatur tentang kewajiban pihak hotel, restoran, swalayan dan catering untuk memanfaatkan produk lokal Bali. Para petani juga dibantu melalui program subsidi pupuk organik yang diproduksi kelompok tani. Dalam waktu dekat akan dibuatkan program Penguatan Modal Usaha Kelompok (PMUK) kerjasama dengan PT. Bank BPD Bali. “Dana PMUK dapat diakses oleh kelompok-kelompok tani dengan bunga sangat murah kurang lebih 2 %,” ungkapnya.

Baca juga : JKN-KBS Gubernur Koster Mulai Ambulan Gratis Hingga Pengobatan Tradisional

Wisnuardhana mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster menyambut baik Program Petani Milenial yang dilaksanakan Kementerian Pertanian RI. Sebagai salah satu upaya untuk menarik kaum milenial terjun kesektor pertanian. Melalui program petani milenial ini dengan memberikan akses permodalan (fasilitas kredit, red) dan bantuan atau subsidi sarana produksi serta pelaksanaan bimbingan teknis Gubernur Bali meyakini minat generasi muda milenial terjun ke pertanian akan dapat ditingkatkan. “Pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian beserta jajarannya karena telah mengalokasikan kegiatan ini di Bali dan telah melaksanakan rekruitmen sebanyak 514 kelompok tani yang meliputi 12.842 petani milenial pada Tahun 2019 ini,” ucapnya mewakili Gubernur Wayan Koster. eja/ama



Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hypnocodesname WA
Kirim