Pengusaha Milenial Menggeliat, Bank BPD Bali Perkuat HIPMI Denpasar


Denpasar, JARRAKPOS.com – Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Kota Denpasar mendorong pengelola perusahaan rintisan (startup) mampu memajukan usahanya melalui peningkatan kerjasama dengan perbankan. Bank BPD Bali sebagai bank milik masyarakat Bali diharapkan mampu mendukung penuh geliat generasi milenila dalam menjalankan usahanya. “Karena starup kantor tidak punya, izin usaha juga belum punya bagainana caranya pihak bank dalam hal ini Bank BPD Bali bisa mengakomodir para pemuda-pemuda starup tersebut biar bankable dan diterima bank,” harap Ketua Umum HIPMI Denpasar, I Dewa Gde Ngurah Wirayudha, SE.MM usai dilantik di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Jumat (5/4/2019).

.

Acara pelantikan yang diisi dengan penandatanganan kerjasama antara BPD Bali dengan HIPMI Denpasar ini menurut pria yang akrab disapa Dewa Dodo ini, untuk menjalin kerjasama di bidang pembiayaan (pemberian kredit usaha, red) dan kerjasama dalam berbagai bentuk kegiatan terkait lainnya. Saat ini seluruh anggota HIPMII Denpasar dijelaskan sudah menjalankan usahanya dengan baik utamanya dari sisi legalitas dan mampu mengakses permodalan di perbankan dengan baik. Hanya saja bagi pemula atau starup masih menemukan kendala sehingga perlu banyak pendampingan karena memang tumbuh dari skala kecil. Disadari usaha yang berkembang kebanyakan baru berusia sekitar satu tahun namun melalui kreatifitas dalam berusaha tidak sedikit pengusaha muda milenial ini mampu berpenghasikan cukup besar. “Pengusaha muda di Denpasar terbanyak, komunitas kreatif seperti tukang tatto dia tidak punya izin tapi kreatif dan menghasilkan sekali tatto Rp 8 juta tapi tidak bankabel, izin tidak punya dan kantor tidak punya. Bagainana mengakomodir itu? itu yang dipecahkan dengan duduk bersama dengan pihak bank,” harapnya.

Baca juga : Nasabah BPD Bali Raih Hadiah Utama Simpeda Rp500 Juta

Sekretaris Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Bali ini menanbahkan saat ini banyak generasi muda bahkan di kalangan HIPMI Perguruan Tinggi banyak menggeluti usaha jual beli barang online (dropship). Berkembang dari ide kreatif baru tumbuh dan membutuhkan dukungan penguatan permodalan. Hal seperti inilah yang harus terus disinergikan dengan Bank BPD Bali agar pengusaha muda ini mampu mengakses permodalan seiring peningkatan volume usaha yang dijalankan. “Dari HIPMI Denpasar berharap kepada Bank BPD Bali agar memberikan perhatian lebih kepada pengusaha-pengusaha di Kota Denpasar. Kedepan para pengusaha yang sudah bankable bisa lanjut menambah kredit di Bank BPD Bali,” jelasnya seraya berharap bank tidak hanya memberikan permodalan bagi yang sudah bankabke tapi juga bagi starup yang dinilai benar-benar mampu maju dan bersaing.

.

Direktur kredit Bank BPD Bali I Made Lestara Widyatmika didampingi Kepala Bank BPD Bali Cabang Denpasar Putu Dharmapatni usai penandatanganan MOU dengan HIPMI Denpasar mengatakan, menyambut positif kerja sama yang dilaksanakan. Karena sebelumnya kerjasama hanya dilakukan perseorangan sehingga kedepan melalui komunikasi yang lebih baik semua kebutuhan dana dari anggota pengusaha muda di Denpasar bisa dibantu. Selain nota kesepahaman terkait kredit, Bank BPD Bali juga akan memberikan dukungan dalam layanan elektronik antara lain internet banking, mobile banking maupun layanan lainnya. Termasuk ruang lingkup lainnya dalam hal peningkatan komunikasi HIPMI Denpasar, seperti pemberian pelatihan pembentukan wirausaha muda binaan. Putu Dharmapatni menambahkan pelaku usaha muda yang tergabung dalam HIPMI sangat penting menjalin hubungan kerjasama dengan bank lokal.

Baca juga : Langsung Tancap Gas, RUPSLB Tetapkan Nyoman Sudharma Sebagai Dirut Bank BPD Bali

Hal ini sesuai dengan harapan Walikota Denpasar Ida Bgus Rai Dharmawijaya Mantra, agar perbankan siap mendukung dalam rangka memenuhi kebutuhan kredit, penempatan dana dan kegiatan jasa layanan lainnya. Ditegaskan Putu Dharmapatni, dukungan Bank BPD Bali yang diberikan untuk mensupport fasilitas kredit yang dibutuhkan HIPMI di antaranya kredit komersial, modal usaha, produktif maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 7 persen. “Kami juga mendukung dari sisi investasi,” ujarnya. kjs/eja/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *