Jelang Pemilu 2019, Budayawan dan Tokoh Lintas Agama Doa Bersama di Puri Carangsari


Petang, JARRAKPOS.com – Para budayawan dan tokoh lintas agama sembahyang bersama di Puri Agung Carangsari, Petang, Badung, Sabtu (13/4/2019) malam. Kedatangan mereka di puri kelahiran Pahlawan Nasional asal Bali, I Gusti Ngurah Rai ini sejatinya bukan perdana, karena puri ini memang kerap dikunjungi orang-orang penting, termasuk Presiden RI.

.

Tapi kali ini cukup spesial, apalagi kedatangan mereka membawa misi khusus untuk turut andil dalam menjaga kebhinekaan bangsa, khususnya mendoakan, agar Pemilu 17 April 2019 berjalan damai, aman dan lancar. Bagi mereka, sembahyang bersama itu, merupakan salah satu upaya mengimplementasi nilai-nilai empat pilar kebangsaan, dan merawat keberagaman.

Baca juga : “Sing Main-Main” Maju DPD RI, Detik-detik Terakhir Semua Lintas Agama Dukung Ismaya

Kehadiran sejumlah budawan dan tokoh lintas agama yang diterima langsung Panglisir Puri Carangsari, A.A.Ngurah Bagus Suarmandala ini, dirangkai dengan diskusi tentang toleransi umat di Bali, disusul dengan mengunjungi situs pada bagian timur puri yang konon merupakan tempat permandian para raja keturunan Arya Sentong. “Kami kedatangan saudara-saudara nusantara, doanya juga sama, biar aman (Pemilu 2019), pemilihan itu lancar,” katanya.

.

Agung Suarmandala juga mengatakan, selama ini kerukunan umat di Bali cukup baik, kegiatan-kegiatan tentang pelestarian budaya, kearifan lokal dan politik juga kerap melibatkan tokoh lintas agama. Kondisi itu, katanya, tak membuatnya kwatir soal kerukunan di Bali, dan berharap seluruh elemen memiliki satu persepsi memandang persatuan Indonesia. “Kita kan sudah punya aparat (keamanan dan pertahanan negara), mereka yang bertugas. Kalau kami, bantu dengan doa. Mudah-mudahn tidak terjadi apa-apa,” harapnya.

Baca juga : Kembalikan Kejayaan Golkar, Ida Cokorda Pemecutan XI : Masyarakat Kuta Memerlukan Puspa Negara

Romo Karim, selaku Perwakilan Umat Muslim yang turut menggelar doa berpendapat, Bali dan Nusantara merupakan rantai yang tak terputuskan. Bali yang notabene dengan wilayah dan penduduk yang kecil, sejatinya menyimpan banyak sejarah tentang banyak hal. Budaya, tradisi dan toleransi. Kata Romo, plurarisme itu harus tetap terjaga, mengingat tantangan Indonesia ke depan sangat kompleks, seperti lahirnya paham-paham radikal. “Kebetulan disini (Puri Carangsari), kawitan kita yang dari kerajaan Kahuripan, kita mau hidupkan lagi disini, di Bali,” ujarnya.

.

Sebagai Tokoh Budaya Muda, Ketut Putra Ismaya yang turut hadir dalam kesempatan itu mengaku sepakat dengan tujuan pemersatu yang dilakukan dengan doa bersama. Harapannya tak jauh beda, menurutnya, menyukseskan Pemilu 2019 merupakan tanggungjawab bersama, bukan saja pihak TNI-Polri, namun seluruh masyarakat Indonesia. Ismaya yang juga menjabat sebagai sekjen Laskar Bali ini mengatakan, pada internal organisasi, pihaknya telah mengimbau agar anggotanya medukung lancarnya proses coblosan.

Baca juga : Sekda Dewa Indra Optimis Pemilih Pemilu di Bali Capai 80 %

“Secara internal sudah, itulah fungsi organisasi kami, jadi kami harap tidak ada pihak yang mengganggu jalannya Pemilu, kalau tidak ingin berurusan dengan kami,” pungkas calon Anggota DPD RI dapil Bali itu. ani/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *