Usai Pameran, Peserta PKB Disiapkan Akses Pemasaran Online


Denpasar, JARRAKPOS.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, Ir. I Putu Astawa, M.MA kembali menegaskan peningkatan peserta pameran pada Pesta Kesenian Bali (PKB) di tahun 2019, lebih diarahkan pada upaya promosi produk lokal Bali. Kesempatan berpameran bagi pelaku Industi Kecil Menengah (IKM) secara gratis ini agar mereka mampu menyajikan inovasi terbaru dan mendapatkan tempat di hati masyarakat. “Pameran di PKB ini sebenarnya sebagai rangakain kebijakan bapak gubernur menggarap industri kerajinan kita dari hulu sampai hilir,” jelas Putu Astawa di Denpasar, Kamis (27/6/2019).

Ik-27/5/2019

Dijelaskan tahun ini peserta pameran mengalami peningkatan sehingga berjumlah 304 dari tahun sebelumnya sebanyak 215 peserta. Upaya ini sekaligus mendukung terbentuknya akses pemasaran dimana telah didukung lahirnya dua peraturan gubernur (Pergub), yaitu Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemanfaatan dan Pemasaran Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali dan Pergub No 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Untuk itu sebagai langkah strategis kedepan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali didukung penuh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali akan membangun akses pemasaran secara online.

Baca juga : Tak Bisa Menghapus Kesan “Pasar Malam” PKB

“Nanti yang menyediakan portal untuk online Diskominfo, kita sudah memberikan list daftar nama-nama yang ikut pameran nanti agar dimasukkan ke webnya Diskominfos, Bali Smart Island. Karena kedepan kita tidak bisa hanya off line harus secara online juga dan tiang juga berencana kedepan ini juga khusus membuat e-shooping semacam transaksi online. Jadi kita upload data-data mereka, alamatnya dan produk yang mereka produksi. Diharapkan nanti dari situ ada transaksi,” ungkapnya, lanjut mengatakan ajang pameran di PKB ditekankan pada upaya promosi bukan ritel agar masyarakat Bali semakin mencintai produk lokal krama Bali.

Ik-5/6/2019

Diterangkan, ajang pameran PKB beberapa produk IKM juga ikut dilombakan agar setiap tahun ada peningkatan desain dan inovasi produk. Tentunya upaya promosi juga harus mampu menjawab perkembangan teknologi saat ini. Disisi lain mendukung peningkatan kwantitas dan kwalitas produksi, juga dipaparkannya pemerintah sudah mengambil langkah-langkah strategis salah satunya terkait ketersediaan bahan baku.

Baca juga : Tangan Dingin Gubernur Koster, Ubah Wajah Baru PKB di Bali Era Baru

“Misalnya menyangkut bahan baku kan sering sekali para petenun dan kerajinan perak ini begitu mendapatkan order banyak, dipermainkan harga bahan baku sehingga daya saing perajin menjadi lemah. Khusus bagi petenun dihadapkan pada pengrajin benang, karena kita belum memiliki produksi benang sendiri, sehingga harus mendatangkan benang dari luar. Sambil menunggu kebijakan memproduksi benang sendiri dengan rintisan menanam pohon kapas,” bebernya.

Bn-3/6/2019

Ditengah berbagai hambatan yang dihadapi IKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi tetap melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan SDM melalui pelatihan agar mereka lebih kompetitif. Diharapkan kedepan mampu meningkatkan hasil produksi dan menembus pasar yang lebih luas setelah mendapatkan pelatihan marketing pemasaran online dari dinas. Sektor unggulan lainnya juga terus didorong pemerintah melalui pengembangan akses pemasaran untuk memberdayakan usaha masyarakat agar tidak terlibas oleh jaringan toko-toko modern. Akses ini dibuka melalui berbagai pengembangan dan pembenahan pasar seni sehingga pengunjung bisa dioptimalkan dalam melakukan transaksi.

Baca juga : Untuk Pertama Kalinya, Gubernur Koster Gratiskan Stand Pameran PKB

“Kedepan akan dibentuk toko-toko penggak kerti sama ten-ten. Pasar-pasar yang dimiliki oleh krama masyarakat Bali atau dimiliki desa adat dengan barang-barang yang dijual dari produk kita, itu konsep dalam rintisan. Sekarang tiang menyiapkan untuk membangun toko-toko itu dulu, untuk pemasok barang itu bisa Perusda, kalau di level toko bisa dikelola Bumdes, bisa lembaga adat bisa UKM perorangan atau koperasi juga bisa. Itu nanti bisa menangkal toko-toko berjejaring yang masuk hingga di pelosong-pelosok desa. Tentu dalam rangka membangun ekonomi kerakyatan,” harapnya, lanjut mengatakan upaya ini akan dioptimalkan untuk meyerap industri lokal Bali termasuk produk-produk lokal lainnya. eja/ama



Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hypnocodesname WA
Kirim