Jaga Hubungan Industrial, PD FSP PAR – SPSI Bali Open House Gelar Halal Bi Halal


Denpasar, JARRAKPOS.com – Untuk menjalin silahturahmi dan hubungan industrial pekerja, Keluarga Besar Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (PD FSP-Par) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Bali kali ini open house untuk menggelar Hahal Bi Halal sebagai perayaan Idul Fitri 1440 H di Gedung SPSI Bali, Sabtu (29/6/2019). Ajang silahturami tahun ini, juga dihadiri Ulama Kyai Haji Mustofa Al Amin, perwakilan Kadisnaker dan ESDM Bali beserta jajaran PD FSP PAR – SPSI Bali bersama seluruh anggota khususnya dari umat islam dan kristen yang dirayakan bersama. Seperti diungkapkan, Wakil Bendaraha Bidang Organisasi selaku Ketua Panitia, Junita Wati mengucapkan terimakasih atas kehadiran undangan dan anggota, karena tahun ini sangat luar biasa dan hadir memenuhi rumah keluarga besar SPSI Bali.

3b#Ik-14/6/2019

“Terimakasih seluruh undangan dan diharapkan hubungan semakin erat dan solid ini bisa kembali terus memacu kerja di perusahaan masing-masing,” katanya seraya dijelaskan Ketua PD FSP PAR – SPSI Bali, Putu Satyawira Marhaendra yang mengakui baru pertama kali ini perayaan halal bi halal secara full house. “Sekarang kita gasss poll. Karena ini penting sebagai kesetiakawanan dengan silahturami bersama jajaran pengurus sekalian bersama umat islam dan kristiani juga saling mengenal setahun sekali melalui acara keagaaaman yang dimiliki,” ujarnya sesuai kata Bung Karno (mantan Presiden Soekarno),. negara ini berdiri karena perbedaan bukan karena persamaan. “Jadi lewat wadah FSP PAR ini kita rawat melalui silahturami agar bisa terus rukun berlandaskan Pancasila,” imbuhnya.

Baca juga : Pansus Terima Semua Usulan Serikat Pekerja, Magang dan Kontrak Otomatis Diangkat Pegawai Tetap

Dijelaskan, melalui momentum ini juga menjadi semangat bersama agar bisa selalu merayakan hari besar keagamaan. Meskipun di tempat kerja atau masing-masing hotel sudah merayakan, namun juga ingin mengenal satu sama lain untuk menyatukan tekad guna mencapai tujuan bersama. Salah satu memperjuangkan kesehajeteraan anggota dan keluarganya. “Ini bukan pekerjaan yang ringan dan butuh dukungan anggota. Karena SP PAR bukan organisasi sosial, namun organisasi advokasi di dunia industrial,” ungkapnya seraya menyebutkan untuk merawat bingkai perbedaan, juga tidak mudah, sehingga jangan hanya melihat persamaan, namun harus menghormati perbedaan sehingga bisa rukun dan akur selamanya. “Kita berharap silahturahmi ini terus berjalan berkelanjutan, karena Bali ke depan akan diserbu tenaga kerja asing,” tegasnya.

Ik-5/6/2019

Lewat silahturami ini, dikatakan jika tidak mengenali jati diri bagaimana bisa hidup? Apalagi membiarkan tenaga asing bekerja seenaknya. “Naker asing juga harus menghormati agama dan adat istiadat yang kita miliki. Jika tidak apa jadinya. Kita sudah membahas Raperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan yang mengusulkan membatasi naker asing di Bali. Kita juga hapus kerja kontrak atau PKWT (Perjajian Kerja Waktu Tertentu, red) seumur hidup,” jelasnya. Hal inilah yang dicoba diproteksi sebagai makna berserikat dan menyatukan tujuan. “Kita sangat membutuhkan dukungan anggota, seperti saat kehadiran halal bi halal seperti ini. Jangan sampai saat menurunkan massa 10 ribu, tapi anggota malah tidak bisa hadir,” sentilnya, sekaligus meminta jangan menghilangkan identitas dan jangan malu pakai baju warna ungu.

Baca juga : Pengawasan Naker Asing Sektor Pariwisata di Bali Diperketat

“Itu bukan warna janda, tapi warna paling kuat diantara warna lainnya. Mohon kiranya identitas dan seragam organisasi dirawat dan dijaga dengan baik, karena saat mengerahkan massa agar bisa hadir bersama-sama dengan identitas yang sama,” ucapnya. Di sisi lain, Kadisnaker dan ESDM Bali, IB Ngurah Arda mewakili Kepala UPT Hyperkes dan KK, Drg. Andre KS menyambut positif kegiatan halal bi halal ini, untuk meluruskan hubungan antar pekerja menjadi lebih harmonis. Melalui momentum ini juga dapat meningkatkan komunikasi antar pekerja dan pengusaha. “Saya menyambut positif sebagai silaturami untuk mencapai hubungan yang harmonis nantinya,” tandasnya.

Ik-27/5/2019

Saat itu, Fungsional Pengawas Ketenagakerjaan, Achmad Sumaryanto, juga menyambut baik halal bi halal ini sebagai momentum pekerja untuk mengkomunikasi permasalahan antar pekerja, sehingga tercipta hubungan industrial yang harmonis di perusahaan. “Karena hanya dengan komunikasi permasalahan akan terselesaikan, seperti saat silahturami seperti ini,” bebernya. Terkait, halal bi halal, Ulama Kyai Haji Mustofa, juga mengapresiasi apa yang digelar serikat pekerja bisa menjadi media bertemunya seluruh pengurus membangun kebersamaan, sehingga bisa memajukan pariwisata ke depan.

Baca juga : PD FSP-Par SPSI Bali Kawal Raperda Hapus Tenaga Kontrak Seumur Hidup

“Halal bi halal ini kan Intinya untuk saling memaafkan, karena sebagai pintu masuk saling menghargai dan menghormati, meskipun berbeda-beda sebagai tradisi yang harus terus dirawat, khususnya untuk membangun kebersamaan di kalangan pekerja pariwisata di Bali,” paparnya. aka/ama



Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hypnocodesname WA
Kirim