Nyoman Parta : Kepsek SMA N 1 Kuta Utara Tak Mampu Selesaikan PPDB


Kuta Utara, JARRAKPOS.com – Kisruh PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) terus berlanjut. Bahkan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Parta merasa geram menyikapi masalah zonasi PPDB di SMA N Kuta 1 Utara. Pasalnya, hingga saat ini pihak Kepala Sekolah SMA N 1 Kuta Utara, I Made Murdia tidak bisa dihubungi, bahkan HP-nya pun juga mati. Padahal, antrian orang tua murid murid untuk mendaftarkan anaknya masih cukup banyak. Bahkan Wakasek Kesiswaan SMA N 1 Kuta Utara, Gede Anggaran Cita malah hengkang meninggkalkan ruangan penerimaan, ketika orang tua murid berkumpul di ruang verifikasi/pendaftaran.

Parta menilai, pihak SMA N 1 Kuta Utara dinilainya tidak mampu menyelesaikan PPDB, padahal semua Kepsek di Badung dan Denpasar sudah dirapatkan 3 hari lalu untuk bisa menerima para pendaftar siswa baru. Hanya saja penerimaannya belum tentu bisa diterima di sekolah mendaftar, tetapi bisa diterima disekolah negeri lainnya. Artinya para pendaftar baru harus diterima dulu, agar para murid baru bisa sekolah di sekolah negeri. “Beler itu kepala sekolahnya. Kok aneh SMA N 1 Kuta Utara saja yang seperti itu (ribet, red), sedangkan di sekolah lainnya mereka bisa menerima pendaftaran baru,” sentilnya saat dihubungi lewat HP selularnya, Kamis (11/7/2019).

Baca juga : PPDB Amburadul, Buka Peluang Masyarakat Tidak Jujur

Tidak itu saja, salah satu orang tua murid pun juga sangat mengeluhkan sulitnya mendaftar di SMA N 1 Kuta Utara. Padahal, dirinya mengakui bahwa anaknya berada di wilayah zonasi SMA 1 Kuta Utara, tetapi tidak diperkenankan untuk mendaftar di sekolah tersebut. Sedangkan ada orang lain yang tinggal di luar zonasi yang menggunakan domisili bisa diterimanya. Sampai berita ini diturunkan, sayangnya dari pihak Kepala Sekolah SMA N 1 Kuta Utara belum bisa dikonfirmasi. Bahkan, pesan singkan pun tidak dibalas. tra/ama



Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar pada artikel ini

  • Kamis, 11 Juli 2019 11:25 pm pada 11:25 pm
    Permalink

    Kalau mau menerapkan sistem zonasi, siapkan dulu dong infrastrukturnya,
    Contoh kami yg berada didesa kalibukbuk,anturan,selat,kayuputih dan kaliasem yg berjarak 8 km kesekolah negeri, kemana anak2 kami harus bersekolah,,???

    Balas
Hypnocodesname WA
Kirim