Paksa Petani Kaya, Polda Bali Bersama LSM JARRAK Bali Genjot Produksi Pertanian Berlipat Ganda


Badung, JARRAKPOS.com – Sebagai bentuk dukungan program Nawa Cita Presiden Jokowi, Polda Bali bersama LSM JARRAK Bali bertekad ikut berjuang memajukan para petani di Bali. Hal tersebut dijelaskan oleh Dirreskrimsus Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho, SIK, MH yang mengatakan, pihaknya bersama LSM JARRAK Bali melakukan sinergi dengan para petani Subak Sengempel, Munduk Kuali, Abian Semal, Badung dengan memberikan program pupuk organik Green Fertilizer. Program tersebut merupakan kebijakan Kapolda Bali untuk selalu pro rakyat yang bisa menggenjot hasil produksi pertanian berlipat ganda. Pasalnya, keberadaan para petani sangat penting sebagai pahlawan pangan yang memproduksi beras yang hingga sekarang memberikan kehidupan seluruh masyakat yang juga bisa dikatakan pahlawan tanpa tanda jasa.

1b#Bn-13/7/2019

Lebih lanjut Yuliar mengakui pihaknya bertekad untuk memajukan petani dan krama subak di Bali dengan cara meningkatkan hasil panennya, dimana yang sebelumnya hanya 6 ton setiap pertahunnya dengan program yang dimiliki petani bisa berlipat ganda menjadi 12 ton. Artinya meningkatnya hasil pertanian sudah jelas menopang kesejahteraan petani meningkat, dan tingkat kriminalitas sudah pasti akan berkurang. Bahkan ke depan Bali tidak perlu lagi ketergantungan produksi beras dari luar pulau. “Program kami memaksa petani kaya adalah memberikan teknik bagaimana cara meningkatkan hasil panen petani kita di Bali. Caranya dengan memperkenalkan teknik baru bercocok tanam, serta memperkenalkan jenis pupuk baru begitu juga dengan bibitnya,” ucapnya usai melihat hasil percontohan panen padi di Subak Sengempel, Sabtu (13/7/2019).

Baca juga : Dampingi Sipadu, Penyuluh Pertanian Wajib Lulus Uji Kompetensi

Yuliar menjelaskan, dengan menggunakan teknik tanam terbaru, yaitu Jajar Legowo bisa menambah jumlah pohon padi menjadi bertambah dari sebelumnya, yaitu Teknik Ubin. Hasil sebelumnya dari 1 hektar hanya 150 pohon, tapi dengan Jajar Legowo dipastikan meningkat menjadi 250 pohon per 1 hektar. Sementara itu, pemupukan harus majemuk, dan jangan memakai pupuk urea atau NPK yang mengandung kimia tinggi. “Kami ganti urea dengan menggunakan Green Fertalizer yang sudah terbukti menggandung unsur makro dan mikro yang dibutuhkan setiap tanaman, dan hasilnya pun jelas lebih bagus. Dimana sebelumnya rumpun padi hanya 20 batang, tapi dengan memakai pupuk ini menjadi 42 batang, serta tinggi padi juga meningkat dan batang padi menjadi kuat tidak mudah roboh,” jelasnya.

1b#Ik-12/7/2019

Pada kesempatan itu, Ketua BPW LSM JARRAK Bali, I Made Rai Sukarya yang hadir saat itu, mengatakan melalui sinergi Polda Bali dengan petani bersama LSM JARRAK Bali diharapkan tumbuh kesadaran seluruh steakholder dan masyarakat agar bisa menyebarluaskan teknik baru untuk meningkatkan kualitas panen. Pasalnya, program tersebut sudah terbukti mensejahterakan petani. Selain itu, pemerintah daerah juga bisa mendapatkan keuntungan. “Saya harapkan para pemerintah daerah bisa bersama-sama memajukan para petani di Bali dan bisa juga bersinergi dengan para petani, seperti halnya Polda Bali,” harapnya.

Baca juga : Pertajam Pemasaran Produk Lokal, Segera Dibuka Akses Pemasaran Sistem Online

Sementara itu, salah satu petani, Pande Ketut Reta mengakui program sinergi ini memberikan manfaat yang sangat luar biasa. Dari hasil panen padi bisa meningkat sampai 100 persen. “Dengan menggunakan teknik baru, perubahan padi yang saya miliki bertambah tinggi. Hasilnya bulir padinya juga meningkat, dan program ini sangat bagus bisa meningkatkan hasil panen,” paparnya. tra/ama



Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hypnocodesname WA
Kirim