DAERAH

“Raja Majapahit” AWK Dilaporkan ke Polda Bali



Denpasar, JARRAKPOS.com – Komponen Rakyat Bali akhirnya Selasa (21/1/2020) pagi melaporkan Arya Wedakarna (AWK) atas pelecehan sulinggih, sekaligus pengakuan sebagai “Raja Majapahit” Bali. Perwakilan Komponen Rakyat Bali awalnya mengajukan laporan diawali ke pihak SPKT Polda Bali pukul 08.30 WITA dan selanjutnya diarahkan ke Ditreskrimum Polda Bali. Usai melaporkan AWK, I Gusti Ngurah Harta selaku Koordinator Komponen Rakyat Bali menegaskan ada beberapa laporan tentang perusak tatanan tradisi Bali, pelecehan terhadap sulinggih dan memalsukan identitas. “Kita datang berempat untuk melaporkan AWK. Mengaku dirinya sebagai raja Majapahit dan sebagainya,” ujar Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti Indonesia.

Baca juga:  Bagikan Masker di Seluruh Bali, Putri Koster Ajak Masyarakat Cegah Penyebaran Covid-19
6bl-ik#17/1/2020

Berkali-kali JARRAKPOS.com berupaya kembali mengkonfirmasi Arya Wedakarna alias AWK, terkait tudingan “Raja Majapahit” fiktif yang diduga dituduhkan kepada Anggota DPD RI dua periode ini, hingga dilaporkan ke Polda Bali untuk telusuri dan selidiki kerajaan fiktif dan dugaan pengakuan “Raja Majapahit” Bali. Sayangnya untuk menelusuri kebenaran tudingan itu, AWK sangat sulit dikonfirmasi terkait pemberitaan tersebut. Saat menghubungi nomor ponsel AWK berkali-kali, baik via telpon maupun pesan singkat WhatsApp juga belum direspon, hingga berita ini diturunkan. Seperti diketahui sebelumnya, Pinisepuh Perguruan Sandi Murti Indonesia, I Gusti Ngurah Harta terkait banyaknya kerajaan fiktif di Nusantara ternyata tak mau tinggal diam.

Baca juga:  Wagub Cok Ace Terima Penghargaan Lencana Kehormatan Anak Pejuang

Baca juga : Terkait Tudingan “Raja Majapahit” Fiktif, AWK Sulit Dikonfirmasi

Tokoh yang melaporkan Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman atas kasus penghinaan dan fitnah terhadap pecalang Bali itu, juga mengaku mendesak Polda Bali mulai menelusuri dan menyelidiki adanya kerajaan fiktif di Bali. Seperti halnya, Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Juru Tengah, Purworejo, Jawa Tengah dan Sunda Empire yang dipimpin Grand Prime Minister telah membuka mata masyarakat bahwa kasus kerajaan-kerajaan fiktif memang nyata adanya.

Baca juga:  Badung Luncurkan Aplikasi E-Surat, E-Arsip, dengan Tanda Tangan Elektronik

Bersambung…


1 2Laman berikutnya

Close