DAERAH

Mulai Sejak Bupati Adi Wiryatama, KinI KAGAMA Bali Kembali Tanam Hutan Bambu di Tabanan


Tabanan, JARRAKPOS.com – Sebanyak 33 jenis bambu ditanam oleh Pengurus Daerah (Pengda) KAGAMA Bali di Wisata Hutan Bambu Sandan, Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Minggu (20/12/2020). Kegiatan itu juga menjadi bagian menjaga keberlangsungan konservasi hutan bambu di daerah itu. “Kegiatan KAGAMA ini kan merupakan bagian dari pengabdian kita kepada masyarakat, dan tugas kita ini hanya menjaga keberlangsungan konservasi yang selama ini memang sudah ada,” kata Ketua Pengda KAGAMA Bali,  I Gusti Agung Diatmika disela-sela kegiatan, Minggu (20/12/2020).

1bl#ik-17/12/2020

Diatmika menuturkan, adanya hutan bambu di kawasan Sandan, Baturiti, Kabupaten Tabanan itu sejatinya sudah berlangsung sejak lama. Pihaknya mengaku hanya melanjutkan sekaligus menjaga keberlangsungan konservasi hutan di masa yang akan datang. Bahkan, jika diperlukan, pihaknya mengaku siap melakukan pendampingan. “Ke depan kita tentu akan lakukan pendampingan, apa yang bisa kami arahkan kepada masyarakat, dan apa juga yang masyarakat perlukan tentu kami siap. Bahkan kalau perlu dikomunikasikan dengan pihak terkait kami pasti bantu,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP KAGAMA Pusat yakni Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana yang turut serta dalam kegiatan itu menyampaikan pentingnya melestarikan bambu. Selain tak bisa dilepaskan dari upacara adat di Bali, bangunan struktural Bali juga tak jauh dari bambu. Oleh sebab itu, kata Ari, penting untuk dijaga dan di konservasi. “Selain konservasi, kedua itu yang tak kalah penting adalah edukasi kepada masyarakat sekitar, masyarakat harus ditingkatkan kesadaran dan perhatiannya kepada konservasi bambu, jenis seperti apa dan lainnya,” kata Ari.

1bl#-ik-26/11/2020

Dengan begitu, akan banyak masyarakat yang sejahtera karena akan mampu memanfaatkan hutan dengan baik tanpa harus melakukan eksploitasi yang mengacaman hutan. Selama ini, lanjut Ari, banyak sekali masyarakat di sekitar hutan itu miskin dan tertinggal, karena mereka tidak mendapat kehidupan dari hutan. “Bali kan memiliki banyak sekali wilayah atau daerah yang perlu di konservasi yang memerlukan bantuan termasuk dari Universitas, saya kira itu harus didukung. KAGAMA itu juga selain hutan bambu disini, kita juga fokus di alas mertajati untuk konservasi, ekonomi konservasi juga kita kembangkan,” tuturnya.

Sejarah adanya Hutan Bambu Sandan, Baturiti, Kabupaten Tabanan itu dimulai sejak tahun 2004 lalu. Kala itu, Bupati Tabanan saat itu yakni I Nyoman Adi Wiryatama menerima arahan dari pemerintah pusat untuk melakukan reboisasi pada lahan seluas 400 hektar itu. “Ini kan dimulai sejak saya jadi bupati tahun 2004 lalu, saat itu hutan ini sangat gundul, akhirnya ada program reboisasi oleh Pemerintah pusat dan diserahkan kepada masyarakat khususnya masyarakat sekitar,” kata Adi.

1bl#bn-14/11/2020.

Dua tahun berjalan, program yang dijalankan oleh pemerintah pusat itu tak di didukung oleh masyarakat. Adi mengaku, masyarakat banyak yang bertani sesuka hati hingga sebagian besar dari meraka mulai mendirikan bangunan kecil di lahan milik negara itu. “Setelah itu saya berfikir dengan pak kades, bagaimana caranya agar masyarakat bisa memanfaatkan hutan ini dengan baik dan mereka keluar dari hutan, akhirnya kita rayu masyarakat dengan cara boleh bertani di hutan ini dengan syarat menanam hutan ini dengan bambu,” jelasnya.

“Akhirnya setelah bambu ini tumbuh besar dan banyak, masyarakat tidak bisa bertani dan meraka akhirnya keluar dari tempat ini. Jadi kita mengeluarkan masyarakat tanpa kekerasan,” lanjutnya. Kini, tingkat kesadaran masyarakat akan hutan bambu itu sudah meningkat. Adi mengatakan, masyarakat hingga generasi muda di Desa sekitar sudah memiliki rasa kepedulian untuk melestarikan. Dengan 12 jenis bambu lokal ditembak dengan 33 jenis yang diberikan oleh Kagama, Adi yakin hutan bambu itu akan terus baik.

1bl#bn-8/11/2020

“Sekarang air sudah bagus, anak anak muda disini sudah mulai memelihara hutan ini. Ke depan kita akan meminta kepada pemerintah agar kelompok masyarakat ini dibantu, karena meraka akan menjaga hutan, juga akan mempergunakan hutan ini dengan baik,” tuturnya. ija/jmg


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Close