EKONOMI

Penyaluran PEN Bank BPD Bali Lampaui Target, Capai Rp2 Triliun Lebih

Denpasar, JARRAKPOS.com – Meskipun di masa pandemi dengan pemberlakuan PPKM darurat, namun kinerja Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) tetap tumbuh positif. Apalagi secara konsisten tetap menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), bahkan penempatan dananya sudah berjalan untuk kedua kalinya pada Februari 2021 sebesar Rp700 miliar bisa menembus lebih dari Rp2 triliun per 19 Juli 2021. Artinya realiasi dana PEN ini, sudah melampaui target di semester pertama 2021. Sasaran penyalurkan kredit difokuskan kepada UMKM dan sektor produktif, dan sektor lainnya melalui berbagai produk kredit Bank BPD Bali, termasuk kredit usaha rakyat (KUR) kepada debitur baru, maupun debitur existing yang memerlukan tambahan kredit untuk menjalankan usahanya. Saat dikonfirmasi, Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara Widiatmika, SE., menjelaskan untuk penyaluran dana PEN ada di 16 sektor ekonomi, dimana di sektor UMKM mencapai 60,03 persen atau sebesar Rp1,320,178,461,958.

Baca juga:  Era Pandemi 1.893 Pelanggan Sudah Nikmati Layanan Super Merdeka Listrik PLN

Sementara itu, di sektor pertanian, perburuhan dan kehutanan realisasinya mencapai Rp202,051,500,000. Sedangkan di sektor perikanan realisasinya sebesar Rp6,915,000,000. Sektor industri pengolahan sebesar Rp48,254,000,000. Sektor listrik gas dan air sebesar Rp200.000.000. Sektor kontruksi sebesar Rp23,419,350,960. Sektor pedagang besar dan eceran sebesar Rp725,006,610,998. Sektor penyedian akomodasi dan peyediaan makan minum Rp138,924,500,000. Sektor transportasi pergudangan dan komunikasi Rp3,283,000,000. Sektor perantara keuangan Rp7,547,000,000. Sektor real estate Rp26,700,500,000. Sektor jasa pendidikan Rp7,799,000,000. Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial Rp61, 435, 000,000. Sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan Rp65,651,000,000, maupun di sektor jasa perorangan yang melayani rumah tangga Rp2,992,000,000.

Baca juga:  BIPPLH Dukung Program Gubernur Bali, Jadikan Bali Go Green Bebas Polusi

Sedangkan untuk Non UMKM mencapai 39,97 persen yaitu Rp879,157,823,335. Sektor kontruksi Rp68,481,000,000 dan di sektor bukan lapangan usaha-rumah tangga Rp810,676,823,335. “Dalam program PEN kita per Juli sudah mencapai lebih dari Rp2 triliun. Mudah-mudahan pada bulan Agustus 2021 masa berlakunya PEN berakhir bisa diperpanjang kembali mengingat sekarang situasi masih pandemi,” ungkap direksi bank asal Buleleng ini, di Kantor Pusat BanK BPD Bali, Renon, Denpasar pada Kamis (22/7). Pada kesempatan itu, Made Lestara sapaan akrabnya mengakui, dalam situasi pandemi sekaligus PPKM pihaknya dalam penyaluran kredit memang sangat selektif dan harus berpatokan untuk nasabah yang low risk. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kredit macet yang tidak diinginkan, akibat situasi ekonomi yang belum pulih. Bahkan pihaknya untuk bisa mencapai target tersebut, terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi pun terus dilakukan.

Baca juga:  Jelang Maret 2022 Penerbangan Australia ke Bali, Pemimpin Bali Harus Berinovasi Kebijakan Ekonomi

Seperti halnya menyasar PNS atau ASN sebagai nasabah yang low risk untuk ditawarkan kredit kembali. Begitu juga pemberian kredit bagi pegawai negeri pensiunan, selain merambah nasabah yang bergelut di sektor kesehatan yang lebih akuntable. “Kita tetap garap potensi daerah di seluruh kabupaten, dan kami tidak ingin karena situasi pandemi menjadi alasan target tidak bisa tercapai,” tegasnya, seraya mengakui, meskipun Bali mengalami situasi pandemi Bank BPD Bali pertumbuhan kreditnya masih berjalan, dan NPL pun masih bisa ditekan hingga sampai 2,55 persen, termasuk melampaui target laba yang berhasil dicapai melebihi 122 persen. “Selama masa pandemi dan PPKM ini, kinerja kami tetap positif, karena terus menerapkan telemarketing,” pungkasnya. tra/JP

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button