EKONOMI

PPKM 2021, Kampus UNBI Makin Diminati

Denpasar, JARRAKPOS.com – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bali Internasional (UNBI) 2021 untuk memberikan pembekalan mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus dan sistem pendidikan di perguruan tinggi.

“Upaya itu agar mahasiswa siap menghadapi paradigma berbeda, karena dalam perkuliahan sifatnya mandiri di perguruan tinggi dan pada masa SMA guru yang memberikan bimbingan,” kata Rektor UNBI Prof.Dr.dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM ketika pembukaan PPKMB UNBI 2021 di Denpasar, Rabu (22/9).

Acara PPKMB UNBI dengan Ketua Panitia Ns. I Gede Suasnawa, S.Kep.,MM selama tiga hari mulai dari Pra PPKMB pada tanggal 21 September, PPKMB Universitas tanggal 22 September dan PPKMB Fakultas tanggal 23 September, ada 2 fakultas yaitu Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dengan tujuh prodi dan Fakultas Bisnis Sosial Teknologi dan Humaniora dengan 3 prodi.

PKKMB pada Hari Pertama menghadirkan Opening speech: Dr. AAGN Ari Dwipayana, SIP, M.Si (Koordintor Staf Khusus Presiden RI) dengan Narsumber Prof.Dr.dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM (Rektor Universitas Bali Internasional), dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha, MHA (Wakil Rektor II Universitas Bali Internasional), Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si (Kepala LLDIKTI Wilayah VIII), dr. I Gusti Ngurah Mayun, Sp. HK (Wakil Rektor I Universitas Bali Internasional), Prof. dr. I Dewa Putu Sutjana, PFK.,M.Erg.,Sp.Erg.,AIFO (Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bali Internasional)

Baca juga:  Bupati Agus Serahkan Bantuan Gerobak Motor Listrik kepada UMKM

Sedangkan hari kedua yakni Ns. I Gusti Ngurah Made Yudhi Saputra, S.Kep.,M.M. (Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan), Prof. Dr. I Komang Gde Bendesa,M.A.D.E (Dekan Fakultas Bisnis Sosial dan Humaniora), apt. Ida Ayu Manik Partha Sutema, S.Farm., M.Farm.(Koordinator Prodi Farmasi Klinis), Vitalia Fina Carla Rettobjaan, S.M., M.M (Koordinator Prodi Bisnis Digital), Ns. I Gede Suasnawa, S.Kep., M.M (Koordinator Prodi Administrasi Rumah Sakit) dan Gde Palguna Reganata, S.Si., M.Si (Koordinator Prodi Informatika).

Hal itu agar sejalan dengan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

Untuk itu, PKKMB tahun 2021 mengusung tema “ membentuk generasi Milenial yang berkarakter, berfikir kritis, dan kreatif di tengah pandemi Covid-19”.

Dengan menanamkan kesadaran berbangsa, bernegara, bela negara, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sesuai dengan 4 (empat) pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika). Memperkenalkan sistem pembelajaran dan kehidupan sivitas akademika dengan menanamkan nilai-nilai dasar pendidikan dan tri dharma perguruan tinggi. Termasuk memperkenalkan hak dan kewajiban sebagai mahasiswa, sebagai insan pradewasa, bagi diri dan lingkungan sekitar.

Baca juga:  Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace Tinjau Produksi Garam Tradisional Lokal Bali Kusamba

Sementara itu, Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHA., CHT menambahkan, pihaknya mendukung penuh penuh proses perkulihan UNBI. Dengan menyediakan fasilitas kampus, laboratorium, maupun tenaga pengajar baik lulusan dalam negeri dan luar negeri yang sudah berpendidikan Doktor maupyn Guru Besar.

“Upaya dalam mewujudkan visi UNBI menjadi Perguruan Tinggi Yang Profesional, Unggul dan Bebudaya di Tingkat Nasional dan Internasional Pada Tahun 2035,” paparnya.

Ia semakin optimis karena UNBI sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di tengah pandemi bisa menerima pebingkatan jumlah mahasiswa baru sebanyak 303 orang. Pada tahun sebelumnya hanya 280 mahasiswa, sehingga jumlah mahasiswa UNBI sebanyak 1000 lebih mahasiswa untuk angkatan 3-6.

Sedangkan Koordintor Staf khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan pentingnya mahasiswa Baru untuk aktif, berinovasi, dan tanggap pada teknologi di era Revolusi Industri 4.0. Bahwa pentingnya mahasiswa untuk membuka diri untuk berkembang dan membangun jiwa entrepreneurial yang membutuhkan kemampuan memimpin.

Dalam kesempatan ini, dua orang mahasiswa bertanya, yakni I Gede Doni Wahyudi dan Ayu Dyahsavira Setyartini dari Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan. Kedua mahasiswa menyampaikan pertanyaan kritis mengenai menyiapkan diri dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan dan berkomunikasi lintas generasi.

Baca juga:  Solusisakti Beri Solusi Perkuat Lembaga Keuangan 

Ari Dwipayana menyampaikan bahwa mahasiswa perlu untuk tetap ingat pada akar dirinya, misalnya dalam hal ini adalah sebagai orang Bali dan orang Indonesia, agar dalam mempergunakan dan hidup bersama teknologi tetap ingat nilai-nilai penting berkehidupan dan berinteraksi dengan manusia lainnya.

Interaksi lintas generasi juga akan kembali kepada nilai-nilai yang kita miliki dalam menghargai dan menghormati orang yang lebih berpengalaman (senior) sembari mengasah dan membangun kekritisan dan fleksibilitas diri.

Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Prof Dasi Astawa memberikan apresiasi terhadap kinerja UNBI yang menjadi idola masyarakat Bali memilih kampus tersebut sebagai tempat perkuliahan. UNBI mempunyai prodi langka yang lulusanya mudah diserap dunia kerja. Untuk itu, ke depannya, UNBI menjadi idola anak muda Indonesia dan dunia seiring terus meningkatkan kualitas pendidikannya sesuai dengan program MBKM.

Dalam kesempatan ini juga turut pula Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM menyapa Bapak Agung Ari dan memberikan pesannya bahwa Bali membutuhkan sosok-sosok warga Bali seperti A.A.G.N Ari Dwipayana yang tidak kehilangan akarnya sebagai orang Bali dan berperan penting bagi Negara dan Bangsa.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis oleh Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM selaku Rektor UNBI. tra/JP

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button