POLITIK

Pasca Keputusan Mahkamah Partai, Demer Dinilai Tak Layak Pimpin Golkar Bali


Denpasar, JARRAKPOS.com – Pasca keputusan Mahkamah Partai (MP) DPP Partai Golkar, kader Partai Golkar terus memanas. Bahkan setelah mengetahui keputusan Mahkamah Partai yang menolak gugatan kubu Wayan Muntra Cs bersama lima mantan Ketua DPD II Golkar di Bali lainnya, mereka secara spontan meluapkan emosi dan kekesalannya dengan membakar atribut dan menurunkan papan nama partai. Selain itu, Plt Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih alias Demer yang dinyatakan MP tidak menyalahi aturan partai setelah mem-Plt enam ketua DPD II Golkar Bali sudah sangat tidak layak lagi memimpin Partai Golkar Bali.

6Bn#Ik-19/11/2019

“Mahkamah Partai Golkar mestinya memahami aturan partai yang dibuat sendiri. AD/ART dan PO Partai Golkar sepertinya tidak dilaksanakan dengan baik di dalam menjaga marwah partai. Keputusan menolak gugatan atau menggugurkan gugatan adalah langkah yang salah dan sarat dengan kepentingan kekuasaan supaya dapat bercokol kembali memimpin Partai Golkar. Padahal seharusnya, jika dipilih kembali untuk memimpin partai, mestinya ditunjukkan dengan kerja nyata sebagai pemimpin,” ungkap AA Ngurah Oka Swastika selaku Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Badung saat dihubungi, Jumat (22/11/2019).

Baca juga : Kader Golkar Badung Memanas, Bakar Atribut dan Turunkan Papan Nama Partai

Dikatakan pentolan Partai Golkar itu, jika kepemimpinan partai sudah baik pasti akan dipilih kembali. Tapi kalau kerja tidak baik, tentunya harus diganti dengan orang yang lebih kompetitif. Namun, DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Erlangga Hartanto sangat tidak berhasil, begitu juga di DPD Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih disebutkan sangat tidak layak memimpin. Penurunan perolehan kursi dari tingkat pusat sampai daerah, merusak demokrasi, pelanggaran terhadap AD/ART dan PO Partai Golkar itu, adalah bukti untuk mengevaluasi kepemimpinan Demer. “Kalau mau Golkar ini besar dan dicintai rakyat harus berani mengadakan perubahan Bamsoet, Azis Syamsuddin sosok generasi yang layak menggantikan Erlangga,” tandasnya.

1Bn-Ik#18/11/2019

“Erlangga dan Demer itu, karena kebijakannya banyak membuat kader partai tidak solid, akhirnya ditinggal kader. Perjuangan elit Partai Golkar semenjak mulainya reformasi dengan susah payah terintimidasi menjadi sia-sia,” imbuhnya. Diketahui sebelumnya, kader Partai Golkar memanas pasca mengetahui keputusan Mahkamah Partai (MP) Golkar yang menolak gugatan kubu Wayan Muntra Cs bersama lima mantan Ketua DPD II Golkar di Bali lainnya. Mereka secara spontan meluapkan emosi dan kekesalannya dengan membakar atribut dan menurunkan papan nama partai, setelah MP menyatakan tindakan Plt Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih alias Demer mem-Plt enam ketua DPD II Golkar Bali tidak menyalahi aturan partai. Bahkan, Bendera Partai Golkar di Badung yang telah dipasupati juga ikut dibakar, Rabu (20/11/2019) malam. tim/ama

Berita Terkait

Close