EKONOMI

Gandeng Pelaku Usaha Pariwisata, Setelah ITDC Semua Usaha Harus Gunakan Produk Lokal Bali

[socialpoll id=”2539079″]


Denpasar, JARRAKPOS.com – Sosialisasi Pergub nomer 99 tahun 2019 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali semakin menguat. Dalam kurun waktu satu bulan lebih sejak diluncurkannya peraturan tersebut tertanggal 7 Januari 2019, tercatat sudah ada 37 kelompok tani sudah menjalankan kerjasama dengan pihak hotel dan restauran termasuk swalayan dan cetering. Untuk mengoptimalkan kontak bisnis yang lebih besar juga dilakukan dengan menggandeng Asosiasi Pelaku Usaha Holtikultura (Aspe Horti) Bali melalui acara sosialisasi pemasaran dan pemamfaatan serta pameran produk lokal Bali. Diharapkan dalam waktu dekat juga terbentuk tim pembina dan pengawas pelaksanaan Pergub, didukung intruksi gubernur kepada penyedia maupun pengguna terkait pemamfaatan produk lokal.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana. M.Si., mengatakan sosialisasi Pergub nomer 99 tahun 2019 gencar juga dilakukan melalui acara dialog interaktif di radio dan televisi serta media cetak dan online. Sosialisasi juga gencar dilakukan dengan dinas kabupaten/kota didukung Sekda Provinsi Bali, Dewa Indra yang telah bersurat ke Majelis Desa Pakraman dan PHDI Provinsi Bali agar masyarakat lebih memihak pada produk lokal. Penguatan sosialisasi juga dilakukan bersama tim ahli gubernur untuk keliling ke seluruh Bali yang sudah berjalan sejak satu minggu terakhir. Selanjutnya dengan menggandeng pelaku pariwisata dan PHRI akan terus digiatkan dengan kegiatan sosialisasi pemasaran dan pemamfaatan produk lokal Bali. “Pergub baru satu bulan, sosialisasi sudah dilakukan secara masif. Bahkan kita lari (sosialisasi, red) sangat kencang,” ujar Wisnuardhana di Denpasar, Sabtu (23/2/2019).

Baca juga:  Jelang Maret 2022 Penerbangan Australia ke Bali, Pemimpin Bali Harus Berinovasi Kebijakan Ekonomi

Baca juga :

Bali Butuh Pendidikan Entrepreneurship Sejak Dini, Bentuk Pemimpin Berkarakter

Diungkapkan, penguatan sosialisasi pemasaran dan pemamfaatan produk lokal Bali dalam waktu dekat yakni tanggal 28 Februari 2019 akan menggandeng PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (persero) atau Indonesia Tourism Development (ITDC). Acara ini juga akan diisi stand pameran dari Aspe Horti Bali. Sehingga diharapkan hotel-hotel di kawasan ITDC bertemu langsung dengan produsen produk pertanian. Kegiatan ini juga mengundang 30 purchasing hotel sehingga mampu mempertemukan antara penyedia dengan pengguna. “Kalau tidak ketemu kan susah. Kedepan saya juga akan mengundang asosiasi swalayan dan catering. Kalau tanggal 28 ada kontak bisnis kan bagus, mudah-mudahan bisa. Selama ini keluhannya hotel, restaurant, catering dan swalayan butuh produk itu tapi kalau beli langsung ke kelompok tani tidak tau dimana barangnya dan tidak tau orangnya,” bebernya.

Baca juga:  Bayar Bluebird Pakai Gopay Lebih Aman di Era Pandemi

Terobosan ini juga diharapkan dilakukan dinas terkait di kabupaten kota sehingga pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal bisa optimal dan merata di seluruh Bali. Tidak sampai disitu, Wisnuardhana juga mengungkapakan sosialisasi akan terus dilakukan. Diantaranya bersama PHRI Kabupaten Badung dan Kota Denpasar hingga kabupaten lainnya. Tentu saja setiap kegiatan akan didukung pameran dari Aspe Horti Bali sehingga pelaku usaha bisa langsung memamerkan produk yang bisa diserap pasar. Begitu juga dengan Dinas Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Perdagangan agar mampu secara optimal menggunakan kesempatan ini untuk ikut serta memamerkan produk dan mempertemukan antara penyedia dan pengguna.

Baca juga:  Bangkitkan Ekonomi Jabar-Bali Luncurkan Program Beli Bali

Baca juga :

Gairahkan Industri Kerajinan, Dekranasda Bali Turun ke Kabupaten Badung

“Setelah acara di ITDC saya rencanakan lagi pertemuan seperti ini antara pengguna dan penyedia untuk hotel-hotel di Badung diluar Nusa Dua berkordinasi dengan PHRI Badung. Juga kemudian saya akan mengundang hotel dan restauran di Denpasar mempertemukan penyedia dan pengguna, difasilitasi PHRI Denpasar. Sambil meminta temen-temen di kabupaten melaksanakan hal seperti ini di masing-maising kabupaten,” Harapnya. eja/ama

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button