POLITIK

Disambangi Wayan Sudirta, Istri Almarhum Yos Ketua KORdEM Jembrana Berlinang Air Mata


Jembrana, JARRAKPOS.com – Usai membagikan 2,1 ton beras untuk krama di 12 desa/kelurahan di Kecamatan Mendoyo, Kecamatan Negara, Kecamatan Jembrana dan Kecamatan Melaya, Anggota DPR RI I Wayan Sudirta, SH, Jumat (22/5/2020) menyambangi kediaman ‘’Pak Yos’’, panggilan akrab ketua KORdEM Jembrana, yang telah meninggal beberapa tahun lalu. Sore sekira pukul 18.00 wita, setelah berkeliling di seputar Negara, kediaman almarhum ‘’Pak Yos’’, ditemukan. Di rumah yang cukup bagus dan tertata rapi, Sudirta diterima istri Pak Yos, Nengah Wiasti, menantu dan seorang cucu yang masih kecil. Ikut dalam kunjungan itu Putu Suwegardana, anggota DPRD Jembrana Fraksi PDI Perjuangan, Putu Wirata Dwikora, Tenaga Ahli DPR RI Wayan Sudirta, Made Suka Artha Pengurus KORdEM Bali, Made Rai Wirata Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Gulingan-Mengwi, Badung.

Baca juga:  Mantan Sekretaris Golkar Bali Pindah Jalur Partai NasDem
1bl-ik#23/5/2020

Perbincangan pun seperti layaknya teman lama, Nengah Wiasti nampak sangat terharu. Dia bertutur,’’Pada hari H almarhum menghembuskan nafas terakhir, dari pagi sampai jam empat sore, dia menyebut-nyebut nama Pak Wayan, dan yakin Pak Wayan akan datang menjenguk hari itu,’’ kata istrinya. Pak Yos, yang waktu dipercaya menjadi Ketua KORdEM Jembrana, memang tidak lagi tegolong muda. Usianya sudah diatas kepala lima, tapi sosoknya sangat energik. Suaranya berderai, dipenuhi tawa. ‘’Suami saya sangat mengidolakan Pak Wayan,’’ kata Wiasti. Ibu yang masih terlihat sehat itu menceritakan, bagaimana Pak Yos mengidolakan Wayan Sudirta, figur pengacara yang tidak hanya berani dan keras, tetapi saat-saat tertentu sangat memperhatikan temannya, apalagi yang berjuang. Sayang. Pak Yos telah dipanggil.

Baca juga:  Golkar Badung Tetap Solid Tolak Pencopotan Wayan Muntra, Siap Bakar dan Cabut Atribut Golkar
1bl-ik#21/5/2020

Sudirta mengakui, Pak Yos memang sosok yang langka. Mudah bergaul, bekerja keras, punya dedikasi dalam berjuang dan tidak pernah mengharap materi dalam perjuangan. Walaupun, bilamana rezeki lagi ada, serta dalam kesulitan, sosok yang berjuang seperti Pak Yos memang tidak pernah dilupakan. Bahkan setelah almarhum pergi, tidak lagi aktif di KORdEM, tali persaudaraan diantara Sudirta, Pak Yos tidaklah putus. “Memang kami tidak bisa membantu banyak, karena yang kita perhatikan dan ikut berjuang ada di seluruh Bali. Saya terimakasih karena Pak Yos tidak pernah mengeluh soal keterbatasan itu, karena selain di KORdEM, beliau juga aktif di Karang Taruna Jembrana, organisasi yang sepengetahuan saya bersifat nirlaba, tempat mengabdi,’’ imbuh Sudirta. Sebelum pamit, Sudirta menyerahkan bingkisan beras dan sejumlah dana, sebagai tanda persaudaraan yang tetap terjalin. ‘’Kalau ada apa-apa, ini ada Pak Suwegar yang di DPRD Jembrana, orangnya baik dan akan saling memperhatikan dan saling membantu,’’ lanjut Sudirta. tim/ama

Berita Terkait

Close