NASIONAL

Karangasem Tuan Rumah Rakernas ke-7 JKPI



Karangasem, JARRAKPOS.com – Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri selaku Ketua Presedium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) JKPI ke-7 yang diikuti 25 kabupaten/kota se-Indonesia yang menjadi anggota JKPI di Villa Taman Surgawi Ujung, Minggu (23/6/2019). Acara yang berlangsung tiga hari ini diawali pemaparan dari Direktur Eksekutif JKPI, Asfarinal.

Asfarinal dalam sambutannya mengatakan perencanaan tata ruang wilayah harus difikirkan secara matang, agar tidak merusak kekayaan pusaka bernilai tinggi yang dimiliki setiap wilayah. Ditegaskannya jangan sampai pengalaman negara-negara besar seperti Tiongkok, Yunani, Perancis, Spayol ataupun Italia yang melakukan berbagai perubahan tata ruang dengan perencanaan yang tidak matang, terjadi di Indonesia.

Baca juga : Cicipi Timbungan Yeh Gangga, Bupati Eka Jatuh Hati

Dijelaskan berdasarkan penelitian, hal tersebut telah menjadikan negara-negara itu mengalami kerugian besar secara ekonomi, terutama di bidang pariwisata. “Karena kerusakan pusaka yang bernilai tinggi itu banyak wisatawan yang beralih dengan mengunjungi kawasan yang masih memiliki kekayaan pusaka,” katanya.

Baca juga:  Update Penanggulangan Covid-19, Dewa Indra: Tidak Ada angka Pasien Meninggal

Asfarinal mengimbau kepada anggota JKPI, khususnya para kepala daerah agar selalu meningkatkan kesadaran akan budaya dan kekayaan pusaka yang dimiliki daerahnya masing-masing. Secara terus-menerus menjaga ciri khas dan menghargai sejarah. Kapala daerah juga dihimbau untuk memperhatikan pendidikan agar generasi penerus ditanamkan rasa cinta dan bangga akan kekayaan pusakanya.

Baca juga : Dekranasda Karangasem Bersama Suastini Koster Kunjungi Pengrajin Kain Sidemen

Bupati Karangasem, Mas Sumatri berharap kedatangan para peserta rakernas JKPI di Kabupaten Karangasem mendorong masyarakat Karangasem memelihara pusaka, baik pusaka alam, budaya dan saujana di Kabupaten Karangasem. Hingga saat ini pusaka tersebut masih terpelihara dengan baik, karena pusaka yang ada di Kabupaten Karangasem berkaitan erat dengan kehidupan dan penghidupan masyarakat Karangasem.

Baca juga:  Kasus Kematian Bertambah, Jumlah Transmisi Lokal Lebih Tinggi Dibanding Kesembuhan

Rangkaian Rakernas JKPI VII juga dimeriahkan Pameran Keris, Pameran Pusaka Nusantara, Pawai Pusaka Nusantara, Gelar Budaya, Pawai Budaya Nusantara. Puncak Rakernas para bupati/walikota anggota JKPI diisi jelajah/anjangsana kesalah satu desa tua yang sudah mendapatkan Program P3KP yaitu Desa Tenganan Pegeringsingan. Sesuai semangat didirikannya JKPI dengan tujuan menjaga kelestarian benda cagar budaya dan peninggalan sejarah di Indonesia, maka sudah saatnya kita semua untuk menempatkan penerapan kegiatan penataan dan pelestarian pusaka sebagai strategi utama pengembangan kota.

Baca juga:  Update Covid-19 di Bali, Persentase Kesembuhan Mencapai 86,94%

Baca juga : Bupati Mas Sumantri Terima Tim Verifikasi UP2K PKK Nasional Kunjungi Banjar Desa Sinduwati

Untuk itu dalam kesempatan itu, Bupati Mas Sumatri selaku Ketua Presidium Kota Pusaka Indonesia mengajak seluruh anggota JKPI dan memohon pada Dirjen untuk dapat bersama memperjuangkan agar salah satu Kota Pusaka Indonesia dapat diakui dan menjadi Warisan Dunia. Sehingga, masing-masing Kota yang berkembang memiliki “Identitas Kota”. “Harapan kami dalam Rakornas JKPI ke-7 ini dapat melahirkan sebuah pemikiran bersama untuk mewujudkan Kota Pusaka Indonesia Menuju Kota Pusaka Dunia yang dituangkan dalam Deklarasi Karangasem,” tegasnya. mas/ama/*


Tinggalkan Balasan

Close