POLITIK

Koalisi Gemuk Siapkan Calon Kuat Penantang Giri Prasta



Badung, JARRAKPOS.com – Memastikan proses demokrasi di Kabupaten Badung berjalan dengan baik untuk menghadapi Pilkada serentak 2020. Tiga partai yakni Golkar, NasDem dan Gerindra membentuk kolalisi gemuk untuk menyiapkan pasangan calon tanding untuk menghadapi pasangan calon yang akan diusung Partai PDI Perjuangan. Menurut Ketua Koalisi Golkar, Gerindra dan Nasdem Badung, Agung Bagus Tri Candra Arka, SE., dari Partai Golkar akan segera dideklarasikan. “Berita acara kesepakatan koalisi sudah kita tandatangani seminggu lalu dan besok, Sabtu (25/1/2020) kita akan susun kepengurusan lengkap untuk bersiap melakukan proses penjaringan,” ujar pria yang akrab disapa Cok Arka saat ditemui di Badung, Jumat (25/1/2020).

6bl-ik#17/1/2020

Cok Arka menjelaskan, koalisi tiga partai ini memiliki kekuatan 25 persen suara kursi di DPRD Badung. Menjadi wadah bersama untuk menyiapkan calon yang akan diusung baik dari kalangan profesional, tokoh masyarakat atau kalangn independen atau dari masing-masing kader mitra koalisi. Dijelaskannya untuk proses penjaringan akan dilakukan di bulan Februari, selanjutnya akan dilakukan survey untuk mengukur kekuatan dukungan bagi calon yang maju atau mendaftar. “Yang dijaring bukan hanya sebatas kader tapi melainkan juga tokoh-tokoh masyatakat yang ada di Badung. Tim penjaringan ini yang akan bekerja dan membuka satu pemdaftaran bagi tokoh profesional, tokoh masyarakat dan kader. Tidak sebatas dari tiga partai saja,” tegasnya.

Baca juga:  Buntut Kekecewaan, PK dan PD Partai Golkar Abiansemal Mundur

Baca juga: Paket Giri-Asa Dua Periode Final, Rekomendasi Turun Pertengahan Februari

Koalisi ini diketuai darin Partai Golkar serta masing-masing dari Gerindra dan NasDem untuk posisi sekretaris dan bendahara. Juga diungkapkan dalam pertemuan mitra koalisi yang akan dilaksanakan , Sabtu (25/1/2020) tidak saja untuk mengisi jajaran pengurus namun juga akan membahas nama koalisi termasuk waktu untuk deklarasi. “Kita berupaya di Badung menciptakan demokrasi, kendati kita tau incumben sangat kuat sekali. Terlebih dengan target incumben 92 persen kita tetap dari partai yang ada di negara ini bukan saja di Badung berupaya memunculkan tokoh untuk meramaikan Pilkada ini agara ada pilihan lain. Kalau sampai kotak kosong berarti demokrasi di Badung tidak berjalan dengan baik,” jelasnya.

Baca juga:  Hanya Resmi Kantongi Rekomendasi Gerindra dan NasDem, Diatmika-Muntra Tak Menyesal
1bl-ik#15/1/2020

Proses menjaring tokoh ini sejaligus membuktikan Partai Golkar dan koalisi mampu tetap hadir sebagai partai yang kuat. Proses penjaringan yang diikuti mekanisme lainnya hingga survey dan fit and proper tes ini juga akan diikuti kader partai sehingga tidak ada istilah siap atau belum siap karena akan disertakan dalam survey partai koalisi. Tentu saja calon yang akan diusung harus memiliki tingkat keterpilihan yang tinggi, disukai dan tentunya memiliki kekuatan dari sisi logistik yang cukup. Komitmen untuk menghadirkan Pemilukada agar ada dua pasangan calon yabg bertanding juga ditegakan Cok Arka untuk menjaga kualitas demokrasi di periode selanjutnya. “Kepentingan partai melahirkan demokrasi biar jalan. Yang penting proses dulu, ada tidak ada calon yang penting kita sudah berusaha,” tutupnya. eja/ama


Close