EKONOMI

Dinas Pertanian Bali Optimalkan Produktivitas Petani Tembakau



Karangasem, JARRAKPOS.com – Tembakau sebagai salah satu komoditi perkebunan cukup banyak dibudidayakan oleh petani di Bali. Rata-rata luas tanam tembakau di Bali tercatat seluas 700 Ha dengan produksi 1.300 ton per tahun. Tembakau banyak dibudidayakan di Kabupaten Buleleng, Gianyar, Bangli dan Karangasem. Tahun ini dengan pemdampingan Pemprov Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali kembali menargetkan peningkatan produktifitas tembakau hingga lebih dari 300 Kg/Ha.

1th-ik#5/2/2020

Didominasi jenis Tembakau Virginia dan Tembakau Rakyat, diusahakan oleh lebih dari 1.100 KK tani dengan penyerapan tenaga kerja 10.331 orang. Penanaman tembakau dilaksanakan di lahan sawah sebagai pergiliran tanaman dengan padi. Di Gianyar bahkan dibudidayakan secara tumpang sari dengan cabe sehingga keuntungan yang diperoleh petani cukup besar,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si., saat melakukan pembinaan kelompok tani tembakau di Dusun Kubakal, Kecamatan Rendang, Karangasem, Senin (24/2/2020).

Baca juga:

https://jarrakpos.com/04/02/2020/asf-dieliminir-daging-babi-tetap-aman-dikomsumsi/

Dijelaskannya, pengembangan penanaman tembakau melalui pembedayaan petani tembakau adalah salah satu upaya Pemprov Bali dalam meningkatkan pendapatan petani atau Nilai Tukar Petani (NTP) Bali. Sebagai salah satu daerah penghasil tembakau, atas usulan Gubernur Bali setiap tahun memperoleh dana insentif dari Kementerian Kauangan rata-rata Rp12 miliar berupa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

3bl-ik#5/2/2020

Dana tersebut dialokasikan ke kabupaten penghasil tembakau antara lain untuk intensifikasi dan bantuan peralatan kepada kelompok tani tembakau. Pada kegiatan pembinaan tersebut Kadis Wisnuardhana betkesenoatan meninjau bantuan bangunan fermentasi tembakau yang dialokasikan tahun 2019. Sekaligus memberikan arahan kepada kelompok tani tembakau agar produktifitasnya bisa terus ditingkatkan. “Kami harapkan agar petani melaksanakan usaha tani lebih intensif sehingga produktivitas yang dicapai saat ini baru mencapai rata-rata 700 Kg/Ha dapat ditingkatkan menjadi lebih dari 1 ton/Ha. eja/ama

Berita Terkait

Close