PARIWISATA

Selain Terancam “Makente”, Ratusan Pekerja Tak Terima Gaji, Satyawira Harapkan Pariwisata Bali Segera Dibuka


Denpasar, JARRAKPOS.com – Selain ratusan pekerja pariwisata terancam “makente” (tidak dapat makan), Ketua PD FSP PAR-SPSI Prov Bali, I Putu Satyawira Mahendra mengirimkan surat digital atau elektronik (Surel) melalui aplikasi online ke Gubernur Bali, Wayan Koster dengan Surat No.02/PD FSP PAR-SPSI/BALI/VI/2020, tertangggal 23 Juni 2020. Surel tersebut guna menyampaikan kondisi kesejahteraan pekerja pariwisata yang menjadi anggota FSP PAR – SPSI di Provinsi Bali, khususnya di bidang pengupahan dengan ditutupnya Pariwisata di Bali. Dimana surat tersebut menjelaskan, dari bulan Maret hingga Juni 2020 para pekerja pariwisata yang tergabung didalam FSP PAR-SPSI sebanyak 10.798 orang menerima upah yang berbeda dimasing masing perusahaan mereka dan setiap bulannya mengalami penurunan upah. “Bahkan sampai ada yang tidak menerima upah karena cuti tanpa dibayar (Unpaid leave) bahasa yang lebih halus dirumahkan tanpa upah melihat kondisi keuangan Perusahaan,” jelasnya di Denpasar, Rabu (24/6/2020).

Baca juga:  Terkendala Anggaran, Jambore Nasional Pokdarwis Batal Digelar
1bl-ik#7/4/2020

Dampak selama ditutupnya pariwisatandi Bali akibat pandemi Covid-19, juga sudah membuat nasib para pekerja pariwisata yang tergabung dalam FSP PAR-SPSI Bali menjadi terkatung-terkatung. Pasalnya, para pekerja pariwisata dengan terpaksa menerima upah setengah gaji setiap bulannya, bahkan sampai ada juga beberapa pekerja pariwisata tidak menerima gaji atau 0% upah. Hal itu, berdasarkan data serikat pekerja pariwisata yang tergabung di PD FSP PAR-SPSI Bali menunjukan sejak ditutupnya sektor pariwisata, sejak Maret hingga Juli 2020 mendatang tercatat dari 10.798 hanya 8.946 pekerja yang menerima upah 100% pada Maret 2020 dan jumlahnya terus menurun hingga bulan Juli 2020 nanti hanya 79 pekerja yang akan menerima upah 100%. Kondisi tersebut berbanding terbalik saat bulan Maret 2020 lalu hanya 272 pekerja saja yang menerima upah 0% atau tanpa upah, namun jumlahnya tiap bulan terus bertambah hingga Juli 2020 nanti akan ada 753 pekerja tanpa gaji atau 0% upah.

Baca juga:  Wagub Cok Ace: Kreativitas Desa Wisata Harus Dikembangkan Hadapi New Normal
Insert foto: Data pekerja pariwisata dari FSP PAR-SPSI Bali yang menerima upah berdasarkan prosentase.

Satyawira mengakui dalam surat tersebut menyampaikan dari data upah yang dilampirkan dari bulan Maret hingga Juli 2020, sesuai kesepakatan antara PUK FSP PAR – SPSI Unit dengan Pengusaha. Dikatakan penurunan upah terjadi tidak hanya di hotel milik lokal, tapi juga di chain hotel. Padahal Covid-19 baru beberapa bulan dibilang tidak ada dana atau uang untuk bayar upah. “Walau pariwisata telah dibuka, kami sadar tidak langsung ramai didatangi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara, upah pekerja belum tentu langsung membaik dan ini perlu proses dan seberapa lama pekerja bisa bertahan?,” tanya Satyawira seraya menjelaskan sepinya tamu secara langsung akan berdampak kepada pekerja pariwisata, dimana dengan masih sedikitnya tamu dibanding jumlah pekerja yang ada maka akan ada sebagian pekerja diperpanjang unpaid leavenya oleh Pengusaha dan ini akan menjadi pengangguran tak kentara di Bali,” paparnya.

Baca juga:  Tata Pariwisata Bali, Wagub Cok Ace Ajak Komponen Pariwisata Optimis
1th-Ik#29/4/2020

Disebutkan, ada juga Pengusaha telah menghitung ramainya tamu setelah dibuka dimasa Covid-19 tidak akan sama dengan sebelumnya, sehingga pengusaha menawarkan pensiun dini/muda kepada pekerja yang telah berumur 50 tahun keatas yang nilainya masih dibawah pensiun (PHK) normal pasal 156 UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Pengusaha juga sedang melakukan effisiensi dengan mem-PHK pekerja yang menurut pasal 163 & 164 UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dimana nilai pesangon yang dibayar bisa diatas pensiun muda/dini yang ditawarkan. Dan target pengurangan pekerja ini dibeberapa Perusahaan akan mencapai 30% dari jumlah pekerja yang sudah ada. “Demikianlah hal ini dapat kami laporkan kehadapan Bapak Gubernur Bali dengan harapan pariwisata Bali segera dibuka dengan wajib mengikuti protokol kesehatan agar stres pekerja pariwisata berkurang dengan bisa bekerja kembali walau tamu belum langsung ramai,” tutupnya. tim/ama

Berita Terkait

Close