DAERAH

Gara-gara Handphone, Bocah 12 Tahun Ketahuan Disetubuhi Aktivis Anti Money Politics 


Buleleng, JARRAKPOS.com – Dugaan kasus pencabulan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Buleleng. Kali ini, seorang siswi berinisial PY (12) yang tinggal di wilayah Kecamatan Buleleng diduga disetubuhi oleh seorang remaja yang berinisial FSB (18) warga Kelurahan Kaliuntu, Buleleng. Kasus ini kabarnya telah dilaporkan ke Polres Buleleng. Dalam laporan dengan No. LP/80/VI/2019/BALI/RES BLL/ tanggal 18 Juni 2019, KW (40) yang tak lain orangtua PY melaporkan terduga pelaku FSB atas kasus dugaan persetubuhan terhadap anaknya yang masih dibawah umur. Dugaan kasus persetubuhan ini diduga terjadi pada Jumat (24/5/2019) lalu. Menariknya, FSB merupakan anak dari aktivis anti money politics dan kebetulan ia juga aktivis anti money politics.

3b#Ik-14/6/2019

Menurut penuturan KW, dugaan kasus pencabulan ini terungkap pada Selasa (18/6/2019) sore. Saat itu, istri KW yang baru pulang dari Bank pada siang hari, sudah mendapati rumahnya dalam kondisi kosong alias tidak ada orang. Padahal, saat jam siang anaknya (PY) sudah ada di rumah. Karena tidak ada orang, istri KW langsung menghubungi PY yang saat itu memang membawa handphone (hp). “Saat ditelepon, anak saya datang ke rumah dari rumah temennya. Kemudian hp-nya diambil, supaya gak bawa hp lagi dah. Saat dibuka hp-nya, ternyata ada sms. Saya langsung ditelepon, dan diberitahu saya,” ujar KW, Minggu (23/6/2019) siang.

Baca juga : Wagub Cok Ace Kecam Aksi Oknum Guide Pelaku Pelecehan Seksual

Sejak itulah, KW langsung mengintrogasi PY tentang dugaan persetubuhan itu. Dari hasil introgasi itu, akhirnya PY mengakui telah disetubuhi oleh FSB. Begitu ada pengakuan dari anaknya, KW langsung mendatangi kediaman FSB untuk meminta kejelasannya. Dan FSB mengakui perbuatannya. “Awalnya (korban PY, red) gak ngaku, mungkin karena takut. Setelah saya desak pelan-pelan, baru ngaku. Begitu ada pengakuan, malam itu saya cari ke rumahnya (terduga pelaku, red), saya tanya dan ngaku dia. Katanya dia, anak saya yang sering kesana, itu kan alasan dia,” beber KW.

Ik-5/6/2019

Menurut KW, dari keterangan anaknya aksi persetubuhan ini terjadi pada Jumat (24/5) lalu. Tak terima jika anaknya telah disetubuhi oleh FSB, KW pun langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolres Buleleng saat itu juga. “Tapi apapun alasannya dia, bukti sms sudah ada, dia ngajakin anak saya untuk datang ke rumahnya. Bukti sms itu sudah dipegang polisi sebagai bukti,” ucap KW. Akibat kejadian ini, kondisi PY diakui sang orangtua masih stabil. Bahkan sudah diberikan pendampingan psikis dari Dinas Sosial Buleleng. “Kondisi anak saya sekarang biasa saja, bagus kok, tidak tertutup. Soalnya kemarin sempat ada bimbingan psikologi dari dinas sosial,” jelas KW.

Baca juga : Pelaku Pelemparan Kaca Mobil di Gitgit Diduga Kabur

Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, Kasubag Humas Polres Huleleng, Iptu. Gede Sumarjaya mengaku, masih akan mengecek laporan dugaan persetubuhan anak dibawah umur yang diduga dilakukan oleh FSB. “Belum saya cek, saya cek dulu ya, benar atau tidaknya laporan itu. Itu di Unit PPA tangani,” tandasnya. aha/net/ama

Berita Terkait

Beri Komentar

Close