POLITIK

Alit Yudha: Tidak Ada Kudeta, Yang Ada Saya Ingin Mundur Menjadi Ketua Wantimbang

Denpasar, JARRAKPOS.com – Adanya pemberitaan yang akan mengkudeta kursi Ketua Dewan Pertimbangan (Wantimbang) DPD I Golkar Bali Ketua Wantimbang Golkar Bali, I Gusti Ngurah Alit Yudha, dibantahnya langsung ketika ditemui di Denpasar, Sanur pada (24/11/2021), dikatakan bahwa dirinya sebenarnya ingin mengundurkan diri menjadi Ketua Wantimbang mengingat karena faktor usia dan semenjak Tahun 71 sudah menjadi pengurus di partai, untuk itulah Alit Yudha menginkan adanya regenarasi kepungurusan dirinya menjadi Ketua Wantimbang.

“Saya ingin regenerasi, yang lainkan masih ada terutama yang muda-muda dan aktif, kalau sayakan sudah menikmati tinggal di pegunungan ke kota aja belum tentu sebulan sekali apalagi ke Jakarta,” paparnya

Baca juga:  Milad Ke 76 Masyumi Adakan Tasyakuran

Lanjutnya Alit Yudha, keinginannya mundur dari kepengurusan tidak berati dirinya harus hengkang dari Partai Golkar, hanya non kepengurusan saja. Mengingat kemarin para rekan-rekan Partai Golkar mendatangi kediamannya untuk meminta dirinya menjadi Ketua Wantimbang diterimanya, karena untuk kepentingan partai. Hanya saja untuk jabatan kepengurusan dirinya tidak ingin berlama-lama, tidak harus sampai Musda.

“Mundurnya saya dari pengurus saya tetap koq sebagai Kader Golkar,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dirinya banyak melihat kader muda Golkar yang pantas menggantikan dirinya menjadi Ketua Wantimbang, kalau dirinya melihat Sekretaris Wantimbang Golkar Bali Anak Agung Ngurah Rai Wiranata juga sangat pantas menggantikannya. Terlihat dari pengalamannya di kepengurusan partai, bahkan Rai Wiranata pun selalu aktif diacara kegiatan partai.

Baca juga:  Sugihan Jawa AMD Gelar Pakelem Pemahayu Jagat Untuk Keharmonisan Alam Bali

“Rai Wiranata juga sangat pantas menjadi Ketua Wantimbang, selama ini juga beliau yang mewakili saya disetiap acara. Lagipula Rai Wiranata sangat rajin, selalu hadir disetiap kegiatan partai,” ucap Alit Yudha yang merupakan tokoh dan mantan Ketua DPD I Golkar Bali asal Puri Carangsari, Kecamatan Petang.

Dijelaskannya, ingin mundur dirinya dikarenakan ingin fokus pada gerakan kembali ke desa penataan lingkungan, dan diakui dirinya kegiatan tersebut sudah dilakukan semenjak Tahun 71. Kalau dihitung mungkin sudah ratusan ribu pohon yang dirinya tanam. “Saya ingin lebih aktif di sana (gerakan kembali ke desa), dan saya ingin pemerintah juga memback up gerakan pelestarian lingkungan,” pungkasnya. tra/JP

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button