HUKUM DAN KRIMINAL

Sindikat Upal Berhasil di Bongkar Polres Pemalang

PEMALANG – Polres Pemalang berhasil mengamankan seorang tersangka ES (57) warga Tasikmalaya, Jawa Barat, yang diduga menyimpan dan membawa mata uang rupiah palsu dengan pecahan nominal Rp 100 ribu sebanyak 210 lembar.

Saat memimpin konferensi pers di Aula Bhayangkara Polres Pemalang, Kamis (25/11/2021), Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo mengungkapkan, tersangka ES diamankan di Jalan Raya Moga, Rabu (17/11/2021) kemarin.

“Berawal dari informasi masyarakat yang mendengar adanya seseorang yang akan menjual uang rupiah palsu di Moga, personil Satreskrim Polres Pemalang langsung bergerak untuk mengamankan tersangka,” kata Kapolres.

Baca juga:  Dua Tersangka Dijemput Paksa
Dok.jarrakpos/fri

Saat diamankan personil Satreskrim Polres Pemalang, Kapolres Pemalang mengungkapkan, tersangka didapati menyimpan dan membawa mata uang rupiah palsu dengan pecahan nominal Rp. 100 ribu sebanyak 210 lembar.

Kapolres Pemalang mengatakan, tersangka ES diduga akan menjual mata uang rupiah palsu dengan pecahan nominal Rp. 100 ribu sebanyak 210 lembar di wilayah Kecamatan Moga.

Dok.jarrakpos/fri

“Diduga, ES akan menjual mata uang rupiah palsu dengan harga Rp. 7 Juta untuk 210 lembar mata uang rupiah palsu dengan pecahan nominal Rp. 100 ribu,” ungkap Kapolres.

Baca juga:  Berkat Kesigapan Petugas, Upaya Penyelunduan Barang Terlarang Diduga Narkotika Kedalam Lapas Berhasil Digagalkan

Dengan diamankannya ES, Polres Pemalang berhasil melakukan pengembangan perkara tersebut dan mengamankan tersangka W (49) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (19/11/2021).

“Dari tersangka W, personil Satreskrim Polres Pemalang berhasil mengamankan barangbukti uang rupiah palsu sebanyak 1.034 lembar dengan pecahan nominal Rp. 100 ribu,” kata Kapolres.

Dok.jarrakpos/fri

“Selain uang rupiah palsu, personil Satreskrim Polres Pemalang juga berhasil mengamankan peralatan lain yang digunakan tersangka W untuk memproduksi uang rupiah palsu di Kontrakannya di Kabupaten Indramayu,” imbuh Kapolres.

Baca juga:  Komunitas Cinta Bangsa Demo Kejagung Minta Ambil Alih Kasus Mandeg di Kejari Surabaya

Atas perbuatannya, Tersangka W dikenakan pasal 36 Ayat (1) dan/atau, Ayat (2) dan/atau Ayat (3) Jo Pasal 26 Ayat (1), dan/atau Ayat (2) dan/atau Ayat (3) UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Pada tersangka ES dikenakan pasal 36 Ayat (2) Jo Pasal 26 Ayat (2) UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” ungkap Kapolres.(fri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button