DAERAH

Mainkan Penawaran Tender, Pengerjaan Proyek Galian SPAM Provinsi Bali Dituding “Ngawur”


Denpasar, JARRAKPOS.com – Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru kini semakin didukungan secara nyata di masyarakat. Bahkan masyarakat tidak akan segan-segan mengkritik bila terjadi polemik terkait program dan pelaksanaan proyek pembangunan di daerah. Namun sayangnya, pembangunan proyek galian pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Provinsi Bali di Desa Bukit Sakti menuju Desa Lokapaksa, Buleleng ternyata dituding dikerjakan dengan “ngawur”. Terbukti untuk dari keluhan masyarakat akibat dugaan penyelewengan anggaran proyek yang dinilai tidak berjalan secara clean construction.

1bl/Ik-11/9/2019

Salah satu pengusaha kontraktor mengatakan, sempat memantau proyek yang dikerjakan pemenang tender asal Surabata tersebut. Di lapangan terlihat pengerjaan galian tidak dilakukan sesuai mekanisme kerja yang disepakati. Terlihat pembukaan galian melebihi 50 meter dan tidak bisa diselesaikan dalam periode waktu 24 jam. Ini menurutnya harus mendapatkan perhatian dari pihak terkait dalam hal ini konsultan pengawas dan dari Dinas PUPR Provinsi Bali. Adanya kesepakan pengerjaan proyek secara clean construction semestinya disikapi dengan baik, sehingga alasan jalanan macet tidak perlu terjadi karena optimalisasi kerja bisa dilakukan pada malam hari.

Baca juga : Rekanan Proyek SPAM Provinsi Bali Ngaku Timbun Galian Tanpa Sirtu

“Hal ini sangat disesalkan masyarakat dan berharap segera dilakukan perbaikan. Mengingat pekerjaan ini diawasi oleh Tim Pemantau dan Pengawal Pelaksanaan Pembangunan Daerah Bali (TP4D). Sehingga ironis apabila pengerjaannya amburadul dan masyarakat dikorbankan. Pengalaman kontraktor yang nihil dalam bekerja di lingkup Provinsi Bali rupanya juga menjadi hal yang mendorong carut-marut kondisi ini. Jangan sampai ada korban maupun niatan yang kurang baik dari semua pihak. Kami akan terus memantau semua pelaksanaan agar kinerja mereka membaik,” beber pengusaha itu seraya menolak namanya disebutkan, saat dihubungi Kamis (26/9/2019).

Baca juga:  Polres Salurkan Bansos Bagi Warga Terdampak Tanah Longsor
1Th/Ik-5/9/2019

Dikonfirmasi terpisah salah satu pengusaha kontraktor lainnya yang sebelumnya sempat mengikuti lelang tender proyek yang sama, juga mengatakan hal senada bahwa proyek harus dikerjakan secara clean construction. Semua sistem kerja dan material yang dipakai harus sesuai sepesifikasi yang tertuang dalam kesepakatan. Tidak hanya pengawas masyarakat juga dikatakannya bisa melakukan pengawasan bila di lapangan ditemukan hal-hal yang sekiranya dinilai tidak sesuai kontrak. Seperti halnya material pengurugan yang hanya menggunakan tanah biasa karena alasan kondisional oleh pelaksana bisa diterima untuk sementara, namun akan menjadi masalah bila tidak kembali dikupas dan disesuaikan dengan spek proyek.

Baca juga:  Longsor Di Ketep, Polsek Sawangan Pasang Garis Polisi Dan Rambu Petunjuk Jalan

Baca juga : Diduga Selewengkan Rp2,7 Miliar, Giliran Proyek Galian Pipa SPAM Provinsi Bali “Berbau Amis”

“Timbunan di pakai harus sesuai spek. Masyarakat boleh cek gambarnya, kalau harus pakai Sirtu ya pakai Sirtu. Jangan bekas galian dipakai semua harus dibuang itu. Alasan kontraktor akan membuang dan mengganti material sesuai spek ya tinggal dipantau saja. Tapi kadang-kadang kontraktor mempercepat untuk pengamanan pipanya, ditimbun dulu kalau dia membuang lagi terserah itu resiko biaya dia. Kalau dia ingin mengefisiensi kerja mestinya begini, gali sudah siap Sirtu sebelum agregad itu semestinya. Kalau ada alasan jalan sempit itu resiko kerja namanya, tinggal merubah metode kerja saja,” jelas kontraktor yang juga enggan namanya dipublikasikan.

3b#Ik-14/6/2019

Sebagai salah satu kontraktor dan putra daerah di Bali, ia menegaskan semangat hari jadi ke-61 Provinsi Bali yang beberapa waktu lalu dirayakan dengan sepesial, mengusung tema ‘Kerja Tulus dan Lurus, menuju Bali Era Baru’ sudah menjadi pengingat bahwa jangan ada lagi pengerjaan proyek dan infrastruktur di Bali yang merugikan masyarakat atau bahkan terindikasi ada upaya korupsi. Ini juga yang dijelaskannya banyak kontraktor lokal di Bali tidak lagi mau main-main dengan penawaran karena mengejar kualitas kerja. Tanpa ingin menjatuhkan sesama kontraktor nasional, sumber juga menegaskan tidak ada penyelewengan anggaran dalam pelaksanaan proyek mengingat belum ada termin yang dibayarkan oleh pemerintah. Terlebih pelaksana proyek memiliki alasan dalam melakukan metode kerja untuk mewujudkan clean construction menghadapi hambatan di lapangan.

Baca juga:  Kota Semarang Berhasil Pertahankan Predikat Kota Sehat Tertinggi Swastisaba Wistara

Baca juga : Proyek Galian Pipa SPAM Provinsi Bali Janggal, Gunakan Tanah Urug dan Langgar Clean Construction

“Saya tidak berani menawar pekerjaan rendah-rendah. Karena tidak berani macem-macem, jangan main-main untuk kerja. Kerja lurus-Lurus saja, tidak berani macem-macem karena kalah men kudiang men (kalah apa boleh buat, red). Kalau dalam pengerjaan proyek SPAM kontraktor bilang menutup semua galian dengan tanah dan akan dikupas lagi sesuai spek kan tidak masalah. Bisa-bisa saja itu kan metode kerja saja. Kalau alasan lagi ngelas karena banyak tikungan lalu agar tidak macet ditimbun dulu malah pemadatan lebih bagus lalu khusus menimbun dengan Sirtu dan material lainnya sesuai spek. Metode kerja saja itu, tidak salah. Tapi nanti kalau tidak diganti ya salah namanya,” tandasnya. eja/ama

Back to top button