INTERNASIONAL

Dibalik Cerita Lahirnya Seorang Vladimir Putin dan Perjalanan Karier Presiden Rusia

Sejarah Cerita Dibalik Lahirnya Seorang Vladimir Putin :

Selama Perang Dunia II, beberapa
minggu kemudian, seorang tentara
memperoleh izin untuk kembali ke rumahnya.

Segera setelah dia sampai di jalan dekat
rumahnya, dia melihat sebuah truk militer
yang diparkir penuh dengan mayat.

Dari apa yang dia lihat, dia tahu bahwa musuh telah mengebom kotanya. Truk itu membawa lusinan mayat dan bersiap diangkut dan dikuburkan secara massal.

Prajurit itu berdiri di depan mayat yang
bertumpuk untuk melihat terakhir kalinya.
Lama dia memperhatikan, dia melihat sepatu di kaki seorang “wanita” menyerupai sepatu yang sebelumnya dia beli untuk istrinya.


Banner Iklan Sariksa

Maka dia bergegas ke rumahnya untuk
memeriksanya, tetapi dengan cepat mundur dan kembali ke truk lagi memeriksa mayatnya, akhirnya dia menemukan mayat istrinya.

Setelah tenang kembali dari syok, tentara itu tidak ingin istrinya dimakamkan secara massal, sehingga dia meminta mayat istrinya ditarik dari truk untuk dikuburkan secara layak.

Selama pemindahan, ditemukan bahwa mayat istrinya itu masih bernapas perlahan meskipun sangat sulit.

Oleh karenanya prajurit itu membawanya ke rumah sakit, di mana dia diberi bantuan yang diperlukan dan hidup kembali.

Bertahun-tahun setelah kecelakaan ini, sang istri, yang hampir dikubur Hidup hidup, melahirkan seorang anak laki-laki bernama Vladimir Putin dan ia adalah presiden Rusia saat ini.

Fakta Vladimir Putin yang Jarang Terekspos Media:

Vladimir Putin lahir pada 7 Oktober 1952 di Leningrad, yang sekarang lebih dikenal dengan St. Petersburg, Rusia. Tidak banyak yang tahu pula, dia lahir dengan nama asli Vladimir Vladimirovich Putin dan menganut Kristen Ortodoks.

Ayah Putin merupakan seorang mandor pabrik bernama Vladimir Putin, dan ibunya bernama Maria Putin. Dia dibesarkan di sebuah apartemen sederhana dan berbagi dengan tiga keluarga lain.

Putin pernah menempuh pendidikan formal di jurusan hukum Leningrad State University pada 1975.

Putin sempat menikah dengan perempuan bernama Lyudmila Shkrebneva pada 28 Juli 1983. Namun sayang, pada 2014, pernikahan itu kandas karena perceraian.

Dari pernikahannya, Putin memiliki dua anak bernama Yekaterina dan Maria. Meski sangat mencintai pekerjaaanya, hanya sedikit yang tahu bahwa Putin meraih sabuk hitam di cabang olahraga judo.

Baca juga:  Telah berpulang ke Rahamatullah Ibu Nyai Hj Lily Khodijah Wahid binti KH A Wahid Hasyim

Sebelum terlibat dalam politik, Putin bertugas di Komite Keamanan Negara (KGB) sebagai petugas intelijen. Berikut sejarah karier Putin.

Rekam Jejak Karier Putin Sejak Muda

1975 – Bergabung dengan Komite Keamanan Negara (KGB). Dia menjadi staf Direktorat Intelijen Luar Negeri untuk KGB, dan ditugaskan untuk membayangi pengunjung asing ke Leningrad.

1984 – Dipilih untuk mengikuti Red Banner Institute of Intelligence. Di sana Putin belajar bahasa Jerman dan bahasa Inggris.

1985 – Ditugaskan menjalani tugas kontraintelijen di Dresden, (Jerman Timur]). Kabarnya, dia memantau loyalitas diplomat Soviet.

1990 – Menjadi asisten rektor (dekan) untuk urusan internasional di Leningrad State University. Kabarnya dia memonitor loyalitas siswa dan menantau orang asing.

1991 – Beralih ke politik dan menjadi penasihat salah seorang mentor sekolah hukumnya, Anatoly Sobchak, Putin mencalonkan diri sebagai Wali Kota Leningrad. Setelah Sobchak memenangkan pemilu Rusia, Putin diminta bekerja di balai kota sebagai ketua komite untuk hubungan internasional pada Juni . Dia mengundurkan diri dari KGB pada musim panas itu.

1997 – Putin ditunjuk sebagai wakil kepala administrator Kremlin di bawah Presiden Boris Yeltsin.

1998 – Menjadi Kepala Dinas Keamanan Federal (FSB).

1999 – Menjadi Sekretaris Dewan Keamanan Rusia.

9 Agustus 1999 – Yeltsin menunjuk Putin sebagai Perdana Menteri Rusia.

31 Desember 1999 – Yeltsin turun dari jabatannya di tengah skandal dan Putin naik menggantikannya sebagai presiden Dia memberikan Yeltsin kekebalan penuntutan.

26 Maret 2000 – Putin secara resmi terpilih menjadi presiden Rusia.

7 Mei 2000 – Putin dilantik untuk pertama kalinya menjadi presiden Rusia.

24 Mei 2002 – Putin dan Presiden AS George W Bush menandatangani Perjanjian Moskow mengenai pengurangan strategis ofensif, yang mengharuskan masing-masing negara mengurangi tumpukan hulu ledak nuklir strategis selama sepuluh tahun.

15 Maret 2004 – Putin terpilih kembali setelah berkampanye sebagai calon independen.

7 Mei 2004 – Putin dilantik untuk masa jabatannya yang kedua.

27 April 2005 – Menjadi pemimpin Rusia pertama yang mengunjungi Israel.

4-5 Oktober 2005 – Berkunjung ke Inggris untuk bertemu Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan mengumumkan peningkatan kerja sama antara Rusia dan Inggris untuk memerangi terorisme.

Baca juga:  Terjadi Kejahatan Kemanusiaan di Masjid Al-Aqsha, Basarah: Indonesia Bisa Menjadi Pemrakarsa Keputusan Politik Dunia

5 September 2006 – Bertemu Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki. Ini menjadi kunjungan pertama seorang pemimpin Rusia ke Afrika.

19 Desember 2007 – Namanya masuk ke dalam daftar orang berpengaruh di dunia dalam majalah Time Magazine’s of the Year.

2 Maret 2008 – Dmitry Medvedev, anak didik Putin, terpilih sebagai presiden Rusia.

7 Mei 2008 – Hanya dua jam setelah menjadi presiden, Medvedev menjadikan Putin sebagai perdana menteri.

Agustus 2008 – Rusia terlibat dalam konflik militer dengan tetangganya, Georgia.

24 September 2011 – Medvedev meminta partai berkuasa United Russia mendukung Putin sebagai presiden pada 2012. Putin pada gilirannya menunjukkan, Medvedev harus mengambil alih peran perdana menteri jika partai tersebut memenangkan pemilihan parlemen pada Desember.

4 Maret 2012 – Putin kembali memenangkan jabatan pemilu Rusia dan menjadi presiden untuk ketiga kalinya. , dengan suara di bawah 65%. Kritikus mempertanyakan hasil tersebut dan menduga ada kecurangan pemilih.

7 Mei 2012 – Putin dilantik dengan keamanan ketat karena terjadi demonstrasi. Ratusan pengunjuk rasa ditahan oleh polisi.

14 Desember 2012 – Presiden Barack Obama menandatangani Undang-Undang Magnitsky, undang-undang yang memberlakukan pembatasan perjalanan dan keuangan terhadap individu-individu di Rusia yang dicurigai melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Undang-undang tersebut dinamai Sergey Magnitsky, yakni naman seorang pengacara yang meninggal dalam keadaan misterius pada 2009 setelah menemukan bukti bahwa pejabat Rusia melakukan kecurangan pajak.

28 Desember 2012 – Menanggapi tindakan Magnitsky oleh Obama, Putin menandatangani undang-undang undang-undang yang secara efektif melarang warga AS mengadopsi anak-anak Rusia. Undang-undang tersebut juga melarang kelompok sipil yang didanai AS beroperasi di Rusia.

6 Juni 2013 – Selama wawancara yang disiarkan di televisi pemerintah, Vladimir dan Lyudmila Putin mengumumkan pernikahan mereka berakhir.

11 September 2013 – Putin menerbitkan op-ed di New York Times tentang Perang Saudara Suriah.

Maret 2014 – Putin mengirim pasukan ke Krimea setelah Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych, melarikan diri di tengah demonstrasi kekerasan.

6 Agustus 2014 – Putin menandatangani dekrit yang melarang impor pangan dan pertanian dari negara-negara yang memberlakukan sanksi terhadap Rusia.

Baca juga:  Sang Pangerang Bayangan

21 November 2014 – Federasi Karate-do Rusia, Kyokushin-kan, menyatakan Putin mendapatkan sabuk hitam karate.

28 September 2015 – Putin menghadiri Majelis Umum PBB di New York dan kemudian bertemu dengan Obama. Kedua pemimpin tersebut membahas Ukraina dan Suriah. Ini merupakan pertemuan tatap muka mereka yang pertama sejak serbuan Rusia ke Ukraina.

21 Januari 2016 – Inggris mengeluarkan bukti dari penyelidikan yang menunjukkan Putin menyetujui operasi untuk membunuh mantan mata-mata FSB, Alexander Litvinenko, pada 2006.

25 Juli 2016 – FBI mengumumkan pihaknya melakukan penyelidikan terkait peretasan sistem komputer Komite Nasional Demokratik. Meskipun pernyataan tersebut tidak menunjuk adanya tersangka tertentu, pejabat AS mengatakan, mereka menduga serangan cyber itu terkait dengan Rusia.

1 September 2016 – Selama wawancara dengan Bloomberg News, Putin menyangkal pemerintah Rusia memiliki keterlibatan dalam hacking email Komite Nasional Demokratik.

6 Januari 2017 – Kantor Direktur Intelijen Nasional merilis laporan yang menyimpulkan bahwa Putin memerintahkan sebuah kampanye berpengaruh yang bertujuan merugikan Hillary Clinton dan membantu Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016.

17 Januari 2017 – Pada sebuah konferensi pers, Putin mengatakan, berkas yang memberatkan soal Trump adalah salah dan dia membantah semua tuduhan bahwa dinas keamanan negaranya memantau pemilihan presiden AS.

7 Juli 2017 – Bertemu Presiden Donald Trump untuk pertama kalinya di sela-sela KTT G20 di Hamburg, Jerman. Dalam pertemuan selama dua jam tersebut, keduanya dilaporkan mendiskusikan tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan AS dan perang di Suriah, di antara topik -topik lainnya. Beberapa jam kemudian, mereka berbicara kembali secara informal saat makan malam bersama kepala negara lainnya.

30 Juli 2017 – Putin mengumumkan Rusia menerapkan serangkaian tindakan untuk menanggapi undang-undang sanksi baru yang disetujui oleh Trump. Dia mengatakan bahwa 755 staf misi diplomatik AS di Rusia akan digulingkan dari pekerjaan mereka.

6 Desember 2017 – Putin mengumumkan pencalonan dirinya kembali di pilpres Rusia pada 2018.(red /kur)

 

 

Sumber : Wikipedia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button