EKONOMI

Launching Gerakan 10 Ribu Face Shield dan Penggunaan QRIS, BI Siapkan Pasar Sindu Memasuki New Normal


Denpasar, JARRAKPOS.com – Mendukung penerapan aspek protokol kesehatan menyambut New Nornal Bank Indonesia bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Bali meresmikan Pasar Sindu sebagai kawasan pasar tradisional digital berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), Sabtu (27/6/2020). Dihadiri langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho dan Wakil Gubernur Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace).

1bn-ik#28/12/2019

Pada kegiatan tersebut juga diisi Launching Gerakan 10 Ribu Masker/Face Shield (pelindung wajah) oleh Perbankan di Bali. KPwBI Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan, Pasar Sindu sebagai digital tradisional market area saat ini sudah mampu menerapkan transaksi pembayaran yang bersifat contacless memakai QRIS. Selain transaksi bisa lebih cepat, mudah dan aman juga dapat mengurangi resiko penularan virus. Pada aspek kesehatan, Gerakan 10.000 Masker dan Face Shield merupakan bentuk kepedulian dari perbankan di Provinsi Bali untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca juga:  Sambut Era Baru, Bluebird Bali Siap Hadapi New Normal

“Pasar penting sekali buat masyarakat Bali dan semua masyarakat di Indonesia, sehingga pasar harus kita siapkan menghadapi New Normal dengan face shield dengan masker. Perbankan dan kami semua ingin mempercepat Bali agar bisa siap New Normal, apalagi Pasar Sindu sebagai pasar internasional karena banyak bule dan ekspatriat sering kesini,” terang Trisno Nugroho.

1bl-bn#1/4/2020

Ditegaskannya, Gerakan 10 ribu masker dan face shield serta digitalisasi transaksi di wilayah Kota Denpasar dan daerah lainnya di Bali akan terus berlanjut. Selain pedagang pasar perbankan di Bali juga diminta untuk menyediakan QRIS untuk sektor usaha lainnya seperti UMKM hingga pedagang kaki lima. Disampaikan hingga akhir Juni 2020, jumlah merchant QRIS di Provinsi Bali telah mencapai hampir 100 ribu. Dengan adanya komitmen perbankan dan dukungan dari Pemerintah Daerah, pihaknya menargetkan penggunaan QRIS hingga akhir tahun 2020 minimal mencapai 200 ribu.

Baca juga:  Di Tengah Pandemi Covid-19, Pemprov Bali Gratiskan Biaya Balik Nama Kendaraan

Merchant sudah 98 ribuan, saya targetkan di akhir Juni ini 100 ribu lah. Tiap minggu ada penambahan sekitar 5 ribu hingga 7 ribuan, kami mendorong bank-bank untuk segera agresif ya karena ini bagian dari menghadapi New Normal. Bali adalah indikator nasional, karena Bali adalah salah satu destinasi dunia. Saya kira Bali layak untuk mendapatkan julukan digital island,” tandas Trisno Nugroho.

1th-bn#19/6/2020

Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Provinsi Bali, Cok Ace mengatakan Pemerintah Provinsi Bali sangat mengapresiasi dan mendorong upaya BI bersama perbankan di Bali untuk mewujudkan sistem digitalisasi transaksi di masyarakat. “Kalau di pasar sudah menggunakan, karena kita tau banyak transaksi masyarakat lokal tentu nanti ber top up dari bawah keatas dan kita semua akan mengikuti. Jadi mudah-mudahan dengan cashless ini dimulai dari pasar-pasar tentu akan lebih efisien dan efektif. Kedua, sementara sekarang ada Covid juga ini menurunkan resiko tertular dari media-media uang atau lain sebagainya. Ini sangat mendukung sekali penerapan protokol kesehatan di masyarakat,” harap Cok Ace. eja/ama

Berita Terkait

Close