EKONOMI

Target 200 Ribu QRIS di Tengah Pandemi Covid-19, ARW Dorong Perbankan Sukseskan GNNT KPwBI Bali


Denpasar, JARRAKPOS.com – Wakil Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE., MM., yang akrab dikenal ARW ini, kembali mendorong semua pihak perbankan di Bali mendukung program Bank Indonesia (BI). Anggota Komisi XI DPR RI Daerah Pemilihan Bali ini, mendorong Perbankan di Bali untuk terus memfasilitasi dunia usaha untuk memakai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) mensukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19 program ini selain akan memudahkan masyarakat dan dunia usaha dalam bertransaksi juga menjadi salah satu cara untuk menerapkan protokol kesehatan yang baik.

1bn-ik#28/12/2019

Mengingat satu merchant cukup memiliki satu QRIS namun bisa menerima pembayaran dari berbagai penyelenggara jasa sistem pembayaran baik bank maupun non bank Politisi Partai PDI Perjuangan itu berharap, gerakan pasar digital berbasis QRIS di Bali bisa dilakukan semakin luas oleh perbankan di Bali. Bahkan ia mendorong Bank BPD Bali sebagai bank umum milik masyarakat Bali untuk terus meningkatkan pelayanan melalui QRIS Bank BPD Bali. “Seperti di SPBU nanti Bank BPD Bali dan bank lainnya bisa masuk,” terang Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang telah terpilih empat periode ini saat menghadiri Peresmiam Pasar Sindu sebagai kawasan pasar tradisional digital berbasis QRIS, Sabtu (27/6/2020).

Baca juga:  Merchant QRIS Melonjak 253%, Akhir Mei 2020 Capai 89.950

Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho menargetkan ada 200 ribu merchant di Bali menggunakan QRIS di akhir tahun 2020. Trisno mengungkapkan, hingga akhir Juni 2020 BI menargetkan ada sekitar 100 ribu merchant di Bali telah menggunakan QRIS. Dijelaskan saat ini penggunaan QRIS terbanyak masih didominasi di Kota Denpasar hingga mencapai 51 persen dari jumlah keseluruhan yang sudah mencapai 98 ribu. Untuk itu pihaknya terus mendorong Perbankan di Bali menggalakkan penggunaan QRIS di masyarakat. Ke depan pihaknya juga mendorong Pertamina melalui SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk bekerjasama dengan perbankan untuk memfasilitasi pembayaran memakai QRIS.

Baca juga:  Bisnis Trading Naik Signifikan, Monex Denpasar Kembali Buka Program Edukasi dengan Protokol Covid-19
1bl-bn#1/4/2020

“Kita pingin di tempat lain perbankan untuk mendukung. Termasuk Pertamina akan mengQRISkan seluruh SPBU di Bali. Bank-bank yang punya klien UMKM silahkan untuk dikeluarkan QRISnya,” harapnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma mengatakan pihaknya terus berupaya mendukung BI untuk menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS. Ditegaskannya hingga akhir bulan Juni 2020 Bank BPD Bali menargetkan mengeluarkan QRIS lebih dari 3 ribu. “Target kedepan tidak hanya pasar. Tahun ini kalau bisa 10 ribu merchant untuk QRIS Bank BPD Bali saja. Hingga saat ini sudah hampir 3 ribu, mudah-mudahan akhir Juni sudah melewati 3 ribu,” harapnya.

Baca juga:  Nasib Orang Siapa Tahu? Akibat Corona Dipaksa Jadi Petani Muda Sukses

Untuk di kawasan pasar saja disampaikan Sudharma launching QRIS bagi pedagang sudah dilakukan di lima pasar dan akan terus dikembangkan di seluruh Bali. Bahkan untuk percontohan penggunaan QRIS Bank BPD Bali juga sudah dilakukan di salah satu SPBU di Kota Singaraja pada awal Januari lalu. Kedepan pihaknya juga akan menyasar banyak sektor, tidak hanya pedagang. “Selain SPBU, notaris juga sudah. Temen-temen di cabang kita dorong agar rekanan juga melakukan transakai non tunai sehingga kedepan masyarakat secara luas akan lebih terbiasa menggunakan QRIS,” tandasnya. eja/ama

Berita Terkait

Close