POLITIK

Polemik Wedakarna tentang ‘’Makhluk Suci Ratu Dalem Nusa’’,  PHDI Minta Hargai Kearifan Budaya Bali

Denpasar, JARRAKPOS.com – Saat bicara di depan publik, tokoh masyarakat, baik politisi, tokoh agama, dan lainnya, sebaiknya melontarkan pernyataan menyejukkan. Serta membuat pernyataan yang bisa menimbulkan polemik dan dirasakan merendahkan keyakinan orang lain. Diantara yang kontekstual adalah pernyataan AWK (Arya Wedakarna), yang menyebut Ida Ratu Dalem Nusa Penida adalah ‘’makhluk suci’’ dan bukan ‘’bhatara’’, atau dewa dalam video yang viral di media sosial dan dirasakan merendahkan ‘’sungsungan’’ umat Hindu di Bali tersebut.

Baca juga:  Partai Demokrat Bali Tolak Pemilu 2024
1bl#ik-26/10/2020

Ketika dihubungi media, Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si, menyatakan hal itu merespon pernyataan AWK tersebut. Umat Hindu di Bali, yakin bahwa Ida Ratu Dalem Nusa adalah Ida bhatara bhatari atau dewa Dewi yang merupakan manifestasi dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa. Sebagaimana diketahui bahwa nama-nama Manifestasi Tuhan itu sangatlah banyak, dan orang Bali tidak menyebut beliau sebagai ‘’makhluk suci’’.

1bl#ik-11/10/2020

Agar umat Hindu di Bali tidak gaduh dan sejuk kembali, Sudiana meminta AWK agar berbesar hati mengklarifikasi, selanjutnya wajib memperhatikan, menghargai semua kearifan lokal. Ke depan, dalam memberikan pernyataan maupun pidato, siapapun juga sangat penting memperhatikan dan menghargai apa yang menjadi keyakinan dalam kearifan lokal di Bali, karena sejatinya kearifan lokal itu juga bersumber dari sastra-sastra agama yang diwariskan oleh leluhur. Kami minta ‘’Jangan sampai dipertentangkan, tetapi diselaraskan, disesuaikan dengan kearifan dan budaya lokal yang adiluhung,’’ ujar Sudiana. ora/jmg/ksm

Related Articles

Back to top button