DAERAH

Mantan PPK Ditangkap Tim Tangkap Buron Kejati Sulteng, Terkait Kasus Korupsi Pembangunan Masjid Raya Buol Sempat Memanas

PALU, jarrakpos.com | Mantan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buol, Hasyim Baharulah Day Hasjim, kini menjadi terpidana, berhasil ditangkap tim tangkap buron Kejati Sulteng, Jumat (26 /11/ 2021).

Mantan PPK itu, kini menjadi terpidana terkait kasus pembangunan masjid raya di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), sempat memanas di persidangan Tipikor Palu, pada tahun 2020 lalu.
Tim Tangkap Buron (tabur) gabungan Kejati Sulteng, dan Kejari Buol, berhasil melakukan penangkapan terhadap terpidana atas nama Hasyim Baharulah Day Hasjim.

Baca juga:  Bupati Brebes Idza Priyanti Resmikan Jembatan Kabuyutan

Terpidana selaku mantan PPK di pembangunan masjid raya Buol, telah dipantau selama beberapa hari oleh Tim Intelijen Kejati Sulteng yang dipimpin oleh Mohammad Ronal, SH.
Setelah berhasil memastikan keberadaan Terpidana, Tim Tabur Gabungan kemudian berangkat dari Kejati Sulteng pukul 13.00 Wita menuju rumah terpidana di BTN Griya Talise Asri blok B no 14, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

“Dalam penangkapan yang dilakukan terpidana tidak melakukan perlawanan, dan proses penangkapan berjalan dengan kondusif, ” ungkapnya.

Baca juga:  Dandim Beri Penghargaan Kepada Anggota yang Masuki Masa Pensiun

Setelah ditangkap terpidana langsung di bawa menuju Kejati Sulteng, untuk dilakukan pemeriksaan identitas dan kelengkapan administrasi untuk kemudian dilaksanakan eksekusi, di Lapas Petobo Palu.
Sebelumnya, Terpidana divonis pidana penjara selama 5 (lima) Tahun, pidana denda sebesar Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) subsidiair pidana kurungan selama 6 (enam) bulan berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 3126 K/Pid.Sus/2020 tanggal 15 Oktober 2020.

Terpidana juga sebelumnya telah divonis oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Palu, terdakwa HASYIM BAHARULLAH DAY HASJIM, S.ST diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi sebagaimana dalam Dakwaan Pertama Primair.

Baca juga:  Hans Club Station Potensi Menambah PAD Labuhanbatu Melalui Pajak Tempat Hiburan Malam

Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa  oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 (empat)  tahun 6 (enam) bulan  dan denda sejumlah Rp.200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan.

“Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, dan menetapkan Terdakwa tetap ditahan,” pungkasnya.(karno).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button