DAERAH

Jalan Pura Nangka Terputus, Banjir Tenggelamkan Alat Berat Galian


[socialpoll id=”2522805″]


Karangasem, JARRAKPOS.com – Terputusnya jalan menuju Pura Penataran Agung Nangka yang menghubungkan Dusun Butus, Tegal Bengkak, Nangka, Bukit Paon akibat banjir besar Gunung Agung, Rabu (28/11/2018). Peristiwa itu mengakibatkan masyarakat sulit menyeberang, karena derasnya banjir di Sungai Butus menuju Sungai Mbah Api. Bahkan banjir tersebut mengancam perumahan warga sekitar sungai termasuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Bebandem.

Baca juga :

Reklame Bodong Dibiarkan Menjamur, Moratorium Hanya Sekedar Wacana

Oleh karena alur sungai dirusak oleh paa penambang yang seenaknya menggali, tanpa ada pengawasan yang ketat dari aparat. Air begitu deras mengahanyutkan pepohanan, kayu-kayu, material galian C menenggelamkan satu alat berat. Alat berat itu tenggelam dilalui banjir sehingga tidak dipindahkan, karena dikabarkan dalam keadaan rusak. Hal itu itu diungkapkan oleh Kelian Dusun Butus Gede Ngurah Sudarma ketika melakukan perbaikan secara manual di bentengan Sungai Butus, Kamis (29/11/2018).

Baca juga:  Spirit Karangasem Siap Sukseskan Pembangunan Bangsa Kedepan
 

Semangat masyarakat untuk memulihkan jalan patut diberikan apresiasi termasuk petugas dari Bina Marga Pekerjaan Umum Karangasem serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem dan Babinkamtibmas Bhuana Giri I Wayan Sujarti. “Kami menyayangkan sungai tersebut belum dibangun jembatan, padahal sebagai penghubung vital masyarakat setempat,” ujarnya. Apalagi jalan menuju Pura Penataran Agung Nangka yang dijadikan kayangan jagat. Disamping itu, jalan itu yang menghubungkan dengan Kantor Desa Bhuana Giri maupun SMPN 3 Bebandem.

Baca juga :

Sidak Gabungan RPH Temukan Pemotongan Tak Lazim, Selamatkan Sapi Betina Produktif

Baca juga:  Sisa Galian C Mangkrak Ancam Perkampungan

Untuk itu, pihaknya mewakili warga mengharapkan segera dibangun jembatan dan penataan sungai, bukan sekedar bikin alur yang justru merugikan masyarakat. Selain itu, adanya penertiban penambangan galian C yang memicu rusaknya alur air banjir dari Gunung Agung. Penataan agar dilakukan agar tidak merusak sungai yang berimbas pada warga. “Jangan sampai adanya pembiaan galian C yang melanggar apalagi tidak berijin tapi mengorbankan masyarakat,” tutupnya. aya/ama

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Close